Produksi Baja RI Ditargetkan 27 Juta Ton, Kemenperin: Butuh Investasi yang Matang

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 28 Februari 2025 | 07:36 WIB
Produksi Baja RI Ditargetkan 27 Juta Ton, Kemenperin: Butuh Investasi yang Matang
Ilustrasi. Pemerintah menargetkan dapat meningkatkan produksi baja nasional.

Suara.com - Pemerintah Indonesia memasang target ambisius untuk meningkatkan produksi baja nasional dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton pada tahun 2029. 

Target ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Dodi Prasetyo mengatakan industri baja memiliki peran vital bagi ekonomi negara.

"Peningkatan kapasitas produksi dari 21 juta ton menjadi 27 juta ton pada 2029 merupakan tantangan besar. Ini menjadi pentingnya perencanaan dan investasi yang matang untuk mencapai target tersebut," kata Dodi dalam acara ISSEI 2025 di Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Menurut Dodi peningkatan produksi baja nasional ini akan mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan pendapatan devisa negara.

Namun Dodi mengingatkan, bahwa peningkatan kapasitas produksi baja harus dibarengi dengan kualitas dan keberlanjutan menuju baja hijau. Sebab baja hijau bukan saja tuntutan global tapi juga peluang untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Karena itu dibutuhkan inovasi teknologi dan investasi dalam proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara pemangku kepentingan, seperti pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat, harus diperkuat untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri baja.

Asal tahu saja, Iron-Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 dijadwalkan digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan Jakarta, Hall A dan B, tanggal 21-23 Mei 2025. Kegiatan pameran selama 3 hari yang mengangkat tema “Bersama Industri Baja Nasional Membangun Fondasi Menuju Indonesia Emas” menampilkan ragam produk inovatif industri besi & baja beserta turunannya dari para produsen baja kelas dunia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi platform strategis untuk industri baja nasional, dalam rangka memperkuat kapasitas industri baja nasional dan menjadikan momen untuk meningkatkan kualitas baja nasional sesuai Standar Nasional Indonesia. Mari kita bersama-sama mewujudkan untuk mendukung serta memajukan industri baja nasional.” tutur Suryo Purnomo, Executive Committee IISIA.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Bank Emas Muncul, Harga Emas Antam Kembali Jatuh Hari Ini

Setelah Bank Emas Muncul, Harga Emas Antam Kembali Jatuh Hari Ini

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 09:06 WIB

Jelang Peresmian Bullion Bank, Harga Emas Antam Merosot

Jelang Peresmian Bullion Bank, Harga Emas Antam Merosot

Bisnis | Rabu, 26 Februari 2025 | 10:00 WIB

Baja Gulungan RI Bakal Banjiri Pasar Eropa

Baja Gulungan RI Bakal Banjiri Pasar Eropa

Bisnis | Selasa, 25 Februari 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Health | Selasa, 03 November 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

×