Bulan Ramadhan, OJK Tutup 8.618 Rekening yang Digunakan Judol

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 04 Maret 2025 | 15:22 WIB
Bulan Ramadhan, OJK Tutup 8.618 Rekening yang Digunakan Judol
Ilustrasi judi (Pexels/Anna Shvets)

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menutup rekening yang terhubung dengan judi online (judol). Hal ini agar penggunaan transaksi ilegal bisa dicegah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan penutupan rekening judol terus meningkat. Data penutupan rekening berasal dari laporan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Terkait pemberantasan judi online, kita meminta perbankan melakukan pemblokiran kurang lebih 8618 sebelumnya 8500 rekening itu data Kementerian Komunikasi dan Digital," kata Dian dalam video conferece Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Selasa (4/3/2025).

Dia mengatakan penutupan rekening akan disesuaikan dengan data nomor identitas kependudukan. Hal ini agar bisa mengurangi transaksi ilegal dalam perjudian.

"Pengembangan laporan tersebut meminta perbankan menutup rekening dari nomer identitas kependudukan dan due illegence," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DK OJK Mahendra Siregar mengatakan bahwa ekonomi Global masih stagnan. Hal itu terlihat dari tekanan harga di luar energi dan pangan masih cukup tinggi.

Kemudian, dari sisi geopolitik, upaya penyelesaian konflik Ukraina belum menemukan titik terang sekalipun telah dilakukan berbagai pertemaun tingkat internasional. Bahkan pertemuan terakhir antara Presiden AS dan Presiden Ukraina terlihat jelas tidak mencapai kesepakatan.

"Rencana penerapan tarif baru AS terhadap mitra dagang utamanya semakin pasti akan diterapkan dan hal itu tentu akan meningkatkan ketidakpastian di perekonomian, utamanya perdagangan global," jelasnya.

Lebih lanjut, Mahendra mengungkapkan perekonomian China cenderung stagnan dengan tingkat inflasi rendah di level 0,5% dan indeks harga produsen mengalami kontraksi. Sementara itu, PMI Manufaktur masih berada di zona ekspansi, meski turun ke level 50,1 pada Januari 2025.

"Sementara itu, bank sentral Tiongkok pertahankan suku bunga acuan menunjukkan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan moneter Tiongkok memperketat regulasi ekspor yang dapat berdampak pada perkembangan industri global," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Tekankan Transparansi, Keamanan dan Edukasi di Industri Kripto

OJK Tekankan Transparansi, Keamanan dan Edukasi di Industri Kripto

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 14:58 WIB

OJK: Kehadiran Bank Asing di Indonesia Masih Tinggi

OJK: Kehadiran Bank Asing di Indonesia Masih Tinggi

Bisnis | Jum'at, 28 Februari 2025 | 14:54 WIB

BSI Resmi Jadi Bullion Bank, OJK : Impor Emas Bakal Berkurang

BSI Resmi Jadi Bullion Bank, OJK : Impor Emas Bakal Berkurang

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 09:52 WIB

Terkini

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:28 WIB

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:09 WIB

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:06 WIB

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya

Harga Emas Antam Naik di Libur Lebaran, Cek Deretannya

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:49 WIB

Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:47 WIB

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:27 WIB