Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Askrindo Gelontorkan Rp162 Juta Untuk Safari Ramadhan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2025 | 12:19 WIB
Askrindo Gelontorkan Rp162 Juta Untuk Safari Ramadhan
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), menggelar kegiatan Safari Ramadhan. (Dok: Istimewa)

Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), sebagai bagian dari Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), kembali menggelar kegiatan tahunan Safari Ramadan.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Kegiatan Safari Ramadan yang diinisiasi oleh Askrindo memiliki implikasi yang signifikan. Melalui program TJSL, perusahaan berupaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi inklusif, di mana pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R Mahelan Prabantarikso, mengatakan kegiatan Safari Ramadan PT Askrindo tahun juga ini diisi dengan Acara Buka Puasa Bersama dengan tema “Cinta Al-quran, Berbagi Untuk Kebersamaan, Raih Prestasi Gemilang” sekaligus memberikan santunan kepada Anak Yatim. 

“Acara Safari Ramadan Askrindo kali ini dilakukan di 7 Kota serta memberikan santunan kepada 540 anak yatim di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilakukan pemberian santunan anak yatim di kota Pontianak, Cirebon, Surakarta, Surabaya. Hari ini pemberian santunan di Jakarta dan selanjutnya kota berikutnya Balikpapan, Jambi, Makassar. Selain memberikan santunan, kegiatan bertepatan dengan Malam Nuzlul Quran, Askrindo juga memberikan 1000 Alquran kepada Masyarakat luas” jelas Mahelan dalam keterangannya dikutip Kamis (20/3/2025).

Salah satu fokus utama dari Safari Ramadan Askrindo adalah pemberian santunan kepada anak yatim. Tahun ini, Askrindo memberikan santunan kepada 540 anak yatim di 7 kota di Indonesia, dengan total nilai santunan mencapai Rp162.000.000. Secara ekonomi mikro, santunan ini memberikan dampak langsung bagi penerima, membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan meringankan beban ekonomi keluarga.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak tidak langsung bagi ekonomi lokal. Dengan mengadakan acara di berbagai kota, Askrindo turut menggerakkan roda perekonomian di daerah tersebut, mulai dari penggunaan jasa katering, penyediaan tempat acara, hingga pembelian barang-barang kebutuhan acara.

Selain santunan, Askrindo juga memberikan 1.000 Al-Quran kepada masyarakat luas. Pemberian Al-Quran ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga nilai ekonomi. Dalam beberapa komunitas, Al-Quran digunakan sebagai sarana pembelajaran dan pendidikan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM ini memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Kegiatan Safari Ramadan juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara Askrindo dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas bisnis, dan masyarakat umum. Hubungan yang kuat ini dapat membuka peluang kerja sama ekonomi di masa depan, misalnya dalam bentuk program pemberdayaan UMKM, penyediaan asuransi kredit, atau bentuk kerja sama lainnya yang saling menguntungkan.

Melalui kegiatan Safari Ramadan, Askrindo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Program TJSL yang dijalankan perusahaan tidak hanya fokus pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga pada upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), yang semakin menjadi perhatian bagi perusahaan-perusahaan di era modern.

Diketahui sepanjang tahun 2024, Askrindo telah melakukan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 124 triliun.

Jumlah penjaminan kredit itu diberikan kepada sekitar 2,3 juta debitur yang mampu menyerap 3,3 juta tenaga kerja.

Askrindo menilai bahwa program KUR yang diluncurkan oleh pemerintah dan didukung oleh Askrindo berdampak dalam meningkatkan kapasitas UMKM.

Dalam penyaluran KUR ini Askrindo berperan sebagai substitusi kolateral atau penutup kekurangan bagi pihak-pihak terjamin.

Kolateral (collateral) merupakan kriteria yang paling sulit dipenuhi oleh UMKM saat mengajukan kredit, dibandingkan 4 kriteria lainnya. Adapun 4 kriteria tersebut, yakni kapasitas rasio utang terhadap pendapatan (capacity), riwayat utang (character), persyaratan bunga dan jumlah pinjaman (condition), serta modal (capital).

Sehingga penyaluran KUR serta dukungan Askrindo sebagai kolateral menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat UMKM dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas. Dia bilang upaya itu juga sebagai salah satu visi pemerintah yang terkandung dalam Asta Cita Nomor 3.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seluruh BUMN Baik Sehat Maupun Sakit Masuk Danantara Akhir Maret 2025

Seluruh BUMN Baik Sehat Maupun Sakit Masuk Danantara Akhir Maret 2025

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 16:08 WIB

Budisatrio Djiwandono: Tak Ada Prajurit Aktif Ditempatkan ke BUMN

Budisatrio Djiwandono: Tak Ada Prajurit Aktif Ditempatkan ke BUMN

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 14:27 WIB

Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi ID Food, Orang Dekat Haji Isam Ghimoyo Jadi Direktur Utama

Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi ID Food, Orang Dekat Haji Isam Ghimoyo Jadi Direktur Utama

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 17:34 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB