Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Antam Komitmen Terhadap Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 20 Maret 2025 | 12:42 WIB
Antam Komitmen Terhadap Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Gedung Antam. (Dok: Antam)

Suara.com - PT Antam Tbk (ANTM) Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka secara berkelanjutan menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan masyarakat.

Komitmen ini diwujudkan melalui kontribusi CSR dalam setiap Program Pengembangan Masyarakat Berkelanjutan (PPMB) yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan, memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan, serta mendorong kesejahteraan dan kemandirian di wilayah operasi ANTAM.

"Pelaksanaan CSR tidak hanya memberikan dampak positif bagi penerima manfaat atau masyarakat, tetapi juga sangat bernilai bagi perusahaan," ujar Corporate Secretary PT Antam Tbk, Syarif Faisal Alkadrie ditulis Kamis (20/3/2025).

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Antam UBP Nikel Kolaka bekerja sama dengan Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dalam menggagas program Konasara di Desa Pelambua, Kecamatan Pomalaa.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Program Konasara mengedepankan prinsip ketahanan pangan keluarga dengan memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup, stabilitas pasokan, aksesibilitas yang terjangkau, serta kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi.

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan pekarangan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dari aspek kesehatan, masyarakat dapat menikmati sayuran dan buah yang benar-benar organik, bebas pestisida, serta memiliki kandungan nutrisi optimal.

Sementara itu, dari perspektif lingkungan, pekarangan produktif membantu menciptakan ekosistem yang lebih seimbang dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sekaligus menjadi habitat bagi serangga menguntungkan dan burung.

Salah satu fokus utama dalam program Konasara adalah pemberdayaan kelompok Wanita Tani untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, program ini menerapkan konsep pertanian presisi dengan sistem irigasi tetes semi otomatis.

Irigasi tetes yang dipasang pada setiap tanaman memastikan bahwa dengan satu kali pembukaan kran pada tandon, seluruh tanaman mendapatkan pengairan dan nutrisi yang cukup.

Selain itu, penggunaan mulsa hitam perak diterapkan untuk mengurangi pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu tanaman dan menjadi inang bagi hama penyakit.

Jenis tanaman yang dibudidayakan dalam program ini mencakup cabai, tomat, terong, kacang panjang, pepaya, sawi, bawang prei, dan seledri.

Program ini dijalankan di lima desa, yaitu Desa Oko-oko, Desa Pelambua, Desa Pesouha, Desa Huko-huko, dan Desa Towua, dengan masing-masing desa memiliki enam kelompok tani.

Dengan inisiatif ini, ANTAM berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan mandiri di wilayah operasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Nyaman Naik Terus, Hari Ini Jadi Rp1.774.000/Gram

Harga Emas Antam Nyaman Naik Terus, Hari Ini Jadi Rp1.774.000/Gram

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 09:26 WIB

Siapkan Stok Pupuk Subsidi Lebih Dari 257 Ribu Ton, Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan

Siapkan Stok Pupuk Subsidi Lebih Dari 257 Ribu Ton, Pupuk Kaltim Dukung Ketahanan Pangan

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 10:52 WIB

IHSG Anjlok, Harga Emas Antam Justru Naik Drastis

IHSG Anjlok, Harga Emas Antam Justru Naik Drastis

Bisnis | Rabu, 19 Maret 2025 | 10:35 WIB

Terkini

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB