Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Dicky Prastya

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan baja asal China yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak di perusahaan baja China, Pulogadung, pada Kamis, 25 Juni 2026.
  • Perusahaan diduga memanipulasi pajak melalui transaksi tunai, sehingga setoran pajak tidak sebanding dengan volume penjualan perusahaan.
  • Kementerian Keuangan menargetkan penyelesaian pemeriksaan dokumen untuk memastikan kepatuhan pajak dan terciptanya persaingan usaha yang sehat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan baja asal China yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau sidak itu dilakukan lantaran adanya dugaan praktik bisnis yang tidak adil. Sebab transaksi yang dilakukan perusahaan berbasis tunai (cash based) yang dianggapnya mengakali pajak.

Ia mengindikasikan adanya kecurangan yang berdampak pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), hingga bea masuk untuk impor.

"Sehingga bayar pajaknya turun, impornya juga turun, PPN-nya juga turun, PPH-nya juga turun. Jadi kita pastikan ke depan itu tidak terjadi," katanya dalam keterangan video, Kamis (25/6/2026).

Maka dari itu Purbaya meminta pengusaha China itu untuk memberikan dokumen pendukung agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa melihat apa yang mereka kerjakan.

Tapi Purbaya menegaskan bahwa hal itu dilakukan bukan untuk membunuh perusahaan. Ia ingin pengusaha China tersebut melakukan bisnis yang adil.

"Sehingga ada persaingan yang fair di industri baja di Indonesia," lanjutnya.

Berdasarkan temuannya, Purbaya mengungkapkan kalau perusahaan baja China itu memiliki angka penjualan hampir Rp 10 triliun. Namun pajak yang mereka bayar dianggap terlalu kecil dengan angka di bawah Rp 20 miliar.

"Terlalu kecil untuk kegiatan yang segitu besar. Jadi kita duga ada beberapa loophole yang mereka manfaatkan untuk mengurangi pembayaran pajak mereka ke negara. Kita pastikan itu enggak terjadi, atau mereka harus menjalankan bisnis sesuai dengan aturan," paparnya.

baca juga

Saat disidak, Purbaya mengklaim kalau pihak perusahaan sempat kaget. Namun ia memastikan pabrik baja China itu akan patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

"Saya katakan ke mereka juga, tolong sampaikan ke teman-teman mereka yang dari China juga bahwa tujuan kita adalah memastikan mereka berbisnis di sini dengan baik. Saya akan datangi lagi nanti beberapa perusahaan sesuai dengan data yang ada di saya," imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya menargetkan kalau dugaan manipulasi pajak perusahaan baja China itu akan selesai dalam waktu seminggu. Ia juga mengklaim pemilik pabrik sudah melakukan semuanya sesuai peraturan.

"Saya tanya orang pajak saya, berapa lama anda bisa beresin ini? Mereka bilang kasih satu bulan, saya bilang kelamaan. Seminggu dua minggu lah beresin. Tapi kalau pihak perusahaan sih siap untuk menyerahkan data yang diminta," paparnya.

"Pimpinan perusahaan tadi bilang bahwa mereka sudah melakukan semuanya sesuai dengan peraturan yang ada. Tapi kan saya enggak tahu benar apa enggak atau omongannya dia. Tapi kalau data indikasi awal kelihatan sekali, pajaknya terlalu kecil dibanding volume perdagangannya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:04 WIB

5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!

5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:21 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terkini

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Belanja Fashion Bisa Dapat Hadiah dan Ketemu Amel Carla, Ada Promo hingga 70% di 9to9

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 21:57 WIB

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Apa Hukumannya?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 21:51 WIB

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

PM Israel Netanyahu Sebut Delegasi yang Walk Out sebagai 'Moral Cowards'

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 21:05 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

×