Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Dicky Prastya

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan baja asal China yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak di perusahaan baja China, Pulogadung, pada Kamis, 25 Juni 2026.
  • Perusahaan diduga memanipulasi pajak melalui transaksi tunai, sehingga setoran pajak tidak sebanding dengan volume penjualan perusahaan.
  • Kementerian Keuangan menargetkan penyelesaian pemeriksaan dokumen untuk memastikan kepatuhan pajak dan terciptanya persaingan usaha yang sehat.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan baja asal China yang berlokasi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau sidak itu dilakukan lantaran adanya dugaan praktik bisnis yang tidak adil. Sebab transaksi yang dilakukan perusahaan berbasis tunai (cash based) yang dianggapnya mengakali pajak.

Ia mengindikasikan adanya kecurangan yang berdampak pada Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), hingga bea masuk untuk impor.

"Sehingga bayar pajaknya turun, impornya juga turun, PPN-nya juga turun, PPH-nya juga turun. Jadi kita pastikan ke depan itu tidak terjadi," katanya dalam keterangan video, Kamis (25/6/2026).

Maka dari itu Purbaya meminta pengusaha China itu untuk memberikan dokumen pendukung agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa melihat apa yang mereka kerjakan.

Tapi Purbaya menegaskan bahwa hal itu dilakukan bukan untuk membunuh perusahaan. Ia ingin pengusaha China tersebut melakukan bisnis yang adil.

"Sehingga ada persaingan yang fair di industri baja di Indonesia," lanjutnya.

Berdasarkan temuannya, Purbaya mengungkapkan kalau perusahaan baja China itu memiliki angka penjualan hampir Rp 10 triliun. Namun pajak yang mereka bayar dianggap terlalu kecil dengan angka di bawah Rp 20 miliar.

"Terlalu kecil untuk kegiatan yang segitu besar. Jadi kita duga ada beberapa loophole yang mereka manfaatkan untuk mengurangi pembayaran pajak mereka ke negara. Kita pastikan itu enggak terjadi, atau mereka harus menjalankan bisnis sesuai dengan aturan," paparnya.

baca juga

Saat disidak, Purbaya mengklaim kalau pihak perusahaan sempat kaget. Namun ia memastikan pabrik baja China itu akan patuh terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

"Saya katakan ke mereka juga, tolong sampaikan ke teman-teman mereka yang dari China juga bahwa tujuan kita adalah memastikan mereka berbisnis di sini dengan baik. Saya akan datangi lagi nanti beberapa perusahaan sesuai dengan data yang ada di saya," imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya menargetkan kalau dugaan manipulasi pajak perusahaan baja China itu akan selesai dalam waktu seminggu. Ia juga mengklaim pemilik pabrik sudah melakukan semuanya sesuai peraturan.

"Saya tanya orang pajak saya, berapa lama anda bisa beresin ini? Mereka bilang kasih satu bulan, saya bilang kelamaan. Seminggu dua minggu lah beresin. Tapi kalau pihak perusahaan sih siap untuk menyerahkan data yang diminta," paparnya.

"Pimpinan perusahaan tadi bilang bahwa mereka sudah melakukan semuanya sesuai dengan peraturan yang ada. Tapi kan saya enggak tahu benar apa enggak atau omongannya dia. Tapi kalau data indikasi awal kelihatan sekali, pajaknya terlalu kecil dibanding volume perdagangannya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:04 WIB

5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!

5 Drama China Populer Bulan Juni 2026, Ada The First Jasmine!

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:05 WIB

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:21 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terkini

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB