Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Riota Jaya Lestari Berbagi 17 Ton Beras untuk Masyarakat Sekitar Tambang

Iwan Supriyatna

Selasa, 25 Maret 2025 | 14:06 WIB
Riota Jaya Lestari Berbagi 17 Ton Beras untuk Masyarakat Sekitar Tambang
PT Riota Jaya Lestari menyalurkan bantuan berupa 17 ton beras kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah tambang.

Suara.com - PT Riota Jaya Lestari menyalurkan bantuan berupa 17 ton beras kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah tambang.

Program ini merupakan bagian dari pilar sosial di bidang keagamaan yang bertujuan untuk membantu kebutuhan pangan masyarakat selama Ramadan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Humas PT Riota Jaya Lestari Muhammad Awaluddin ditulis Selasa (25/3/2025).

Bantuan beras ini didistribusikan ke beberapa desa yaitu Desa Lambai, Desa Woise, Desa Woitombo, Desa Latawaro, Desa Totallang, Desa Puncak Monapa, Desa Sulaho, dan Desa Lapasi-pasi. Setiap desa mendapatkan alokasi beras sesuai dengan jumlah keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya berbagai program ini, PT Riota Jaya Lestari berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar tambang, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya,” ungkapnya.

Selain program bantuan beras, PT Riota Jaya Lestari juga mengadakan program Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Riota (Berkah Riota), yang meliputi kegiatan pembagian takjil, buka puasa bersama, serta ceramah keagamaan di masjid-masjid desa lingkar tambang.

Kegiatan ini berlangsung sejak 2 hingga 20 Maret 2025. Sebagai puncak kegiatan, penutupan program Berkah Riota digelar di Masjid Nurul Falah, Desa Lapasi-pasi dengan dihadiri para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan.

Direktur Utama PT Riota Jaya Lestari Amirullah Nur Saenong menegaskan komitmen perusahaan dalam program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan dan kebersamaan di bulan Ramadan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. PT Riota Jaya Lestari akan terus berupaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka,” ujar dia.

baca juga

Beras, makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi dunia, khususnya di Asia, bukan hanya sekadar sumber karbohidrat.

Lebih dari itu, beras adalah bagian tak terpisahkan dari budaya, tradisi, dan bahkan perekonomian banyak negara.

Dari sawah yang menghijau hingga meja makan, beras melalui perjalanan panjang dan memiliki nilai yang jauh lebih dalam.

Beras berasal dari tanaman padi (Oryza sativa) yang dibudidayakan dengan berbagai metode, mulai dari sistem tadah hujan tradisional hingga irigasi modern.

Proses penanaman padi membutuhkan ketelitian dan perawatan intensif, mencerminkan kearifan lokal dan hubungan erat antara manusia dan alam.

Panen padi menjadi momen penting, dirayakan dengan berbagai ritual dan festival sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi. Keragaman beras sangatlah kaya.

Ada beras putih yang paling umum dikonsumsi, beras merah dengan kandungan serat lebih tinggi, beras hitam yang kaya antioksidan, dan beras ketan yang pulen.

Masing-masing jenis beras memiliki karakteristik unik yang memengaruhi rasa, tekstur, dan nilai gizinya. Beras juga diolah menjadi berbagai produk turunan seperti tepung beras, bihun, dan aneka kue tradisional.

Di balik kelezatannya, beras juga menyimpan sejumlah manfaat kesehatan. Karbohidrat kompleks dalam beras memberikan energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas.

Beras merah dan beras hitam, dengan kandungan serat dan antioksidan yang tinggi, membantu menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kadar gula darah, dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

Namun, produksi dan konsumsi beras juga menghadapi tantangan. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan penggunaan pupuk kimia berlebihan mengancam keberlanjutan pertanian padi.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan, seperti penggunaan varietas padi unggul yang tahan terhadap perubahan iklim, pengelolaan air yang efisien, dan penggunaan pupuk organik.

Konsumen juga dapat berperan dalam menjaga keberlanjutan beras dengan memilih beras yang diproduksi secara lokal dan berkelanjutan, mengurangi pemborosan makanan, dan mengapresiasi petani padi yang telah bekerja keras menghasilkan beras berkualitas. Dengan menghargai beras, kita menghargai warisan budaya, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Isu Beras SPHP Takaran Dikurangi, Wadirut Bulog Buka Suara

Beredar Isu Beras SPHP Takaran Dikurangi, Wadirut Bulog Buka Suara

Bisnis | Minggu, 23 Maret 2025 | 08:52 WIB

Perum Bulog Libatkan TNI-Polri Awasi Penyerapan Gabah Rp6.500/Kg

Perum Bulog Libatkan TNI-Polri Awasi Penyerapan Gabah Rp6.500/Kg

Bisnis | Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:04 WIB

Mentan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Beras di Kalteng, Akselerasi Cetak Sawah 75 Ribu Hektare

Mentan Targetkan Produksi 1 Juta Ton Beras di Kalteng, Akselerasi Cetak Sawah 75 Ribu Hektare

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:12 WIB

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:29 WIB

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:15 WIB

×