Profil Pemilik PT Pakerin Mojokerto yang Diduga Tunggak THR Karyawan

M Nurhadi

Minggu, 30 Maret 2025 | 12:06 WIB
Profil Pemilik PT Pakerin Mojokerto yang Diduga Tunggak THR Karyawan
Aktivitas di PT Pakerin (Dok. Pakerin)

Suara.com - Pemilik PT Pakerin, sebuah pabrik kertas di Kabupaten Mojokerto menuai kontroversi setelah diketahui tidak membayar tunggakan gaji dan tunjangan hari raya (THR) pekerjanya. Diketahui sejumlah buruh PT Pakerin mendatangi Gedung DPRD Mojokerto, Kamis (27/3/2025) untuk mengadukan pembayaran gaji dan THR yang seret.

Perwakilan dari serikat buruh PT Pakerin, Heru Nugroho, mengungkapkan tuntutan utama pekerja adalah agar perusahaan segera membayar gaji bulan Maret dan THR sesuai dengan hak dan peraturan yang berlaku. Hingga saat ini sedikitnya 1.500 pekerja belum menerima gaji dan THR tersebut. Namun, setelah melakukan pertemuan dengan manajemen, perusahaan berencana hanya membayar 25 persen gaji Maret dan 10 persen tunjangan hari raya atau THR. Sisanya, akan dicicil selama empat bulan.

Pemilik PT Pakerin Mojokerto

Melansir website resminya, CEO PT Pakerin adalah David S. Kurniawan. Dia  memulai karier di PT. Pakerin pada tahun 1983 sebagai Direktur Komersial, dengan tanggung jawab memperluas pangsa pasar dan kapasitas perusahaan. Kemudian dia diangkat menjadi Presiden Direktur (CEO) pada tahun 2004.

David menyelesaikan pendidikan di universitas terkemuka, seperti di Boston University dan Cornell University dengan gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Sipil dan Lingkungan, disertai dengan minor di bidang Ekonomi. Sebelum bergabung dengan bisnis keluarganya, David mengasah keterampilannya sebagai konsultan dan site engineer di John Holland, sebuah perusahaan konstruksi Australia.

Sepanjang kariernya, ia menunjukan kewirausahaannya dengan ikut mendirikan beberapa perusahaan kardus, percetakan, dan kemasan kertas lain. Termasuk PT. Paboxin, PT. Indopack Pratama (yang bekerja sama dengan Amcor Plc), dan PT. Asia Carton Lestari, masing-masing didirikan pada tahun 1985, 1992, dan 1997.

Melalui kepemimpinan yang visioner, pengambilan keputusan strategis, dan dedikasinya, David telah mengambil peranan penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan yang dipimpinnya, menjadikannya sebagai salah satu pelopor di pasar industri kertas nasional.

Tentang PT Pakerin

Pakerin merupakan produsen kertas industri terkemuka di Indonesia yang terletak strategis di Jawa Timur – salah satu provinsi terpadat di Indonesia dengan sumber daya alam melimpah, infrastruktur yang baik, tenaga kerja yang besar, dan laju pertumbuhan ekonomi yang cepat.

baca juga

Berdiri sejak tahun 1977 dan memulai produksi komersial pada tahun 1980, Pakerin telah mengembangkan kapasitas produksi dari 15.000 ton per tahun menjadi kapasitas desain sebesar 700.000 ton per tahun, serta terus memperluas jangkauan produk. Selain kertas industri, pabrik juga memproduksi senyawa kimia anorganik, seperti soda, HCl, dan lainnya.

Pakerin, menggunakan bahan daur ulang pasca-konsumen untuk memenuhi lebih dari 80% kebutuhan serat dan menjadi pelopor dalam penggunaan ampas tebu, limbah batang tebu, sebagai sumber bubur kertas. Proses produksi perusahaan terintegrasi secara vertikal dan dilengkapi pembangkit tenaga listrik, mesin produksi kimia, dan pengolahan air yang sangat efisien.

Dunia terus berubah. Dan perusahaan terus bekerja untuk menyediakan produk yang paling andal, lebih aman, dan berkelanjutan guna menciptakan nilai lebih di mata semua orang yang terlibat menggunakan Pakerin.

Sebelum menjelma menjadi perusahaan besar seperti hari ini, Pakerin hanya dimulai dengan satu mesin pembuatan pulp dari bagas, satu pengolahan air limbah, dan satu mesin kertas untuk memproduksi kertas duplex. Melalui rangkaian rencana perluasan, kontrol biaya dan manajemen yang baik, Pakerin tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan di Indonesia dalam produksi kertas industri. Saat ini, perusahaan memiliki pabrik yang terintegrasi, menjalankan rangkaian mesin-mesin modern dan efisien, dan ditangani oleh banyak ahli yang berpengalaman.

Bahan baku pembuatan pulp dan kertas adalah limbah dari pabrik gula yang saat itu mengalami kesulitan pembuangan. Hanya sebagian kecil dari hasil pembuangan mereka yaitu, ampas tebu yang dapat digunakan untuk bahan bakar. Akibatnya, pabrik-pabrik gula harus menyediakan biaya yang cukup signifikan untuk pembuangan limbah tersebut.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

THR Sisa Rp 3 Jutaan? 5 iPhone Ini Masih Layak Dibeli di Maret 2025

THR Sisa Rp 3 Jutaan? 5 iPhone Ini Masih Layak Dibeli di Maret 2025

Tekno | Minggu, 30 Maret 2025 | 09:07 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?

CEK FAKTA: Benarkah Ada Pembagian THR dan Sembako Gratis dari Pemerintah?

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:47 WIB

Mudah dan Aman! Kirim THR Lebih Praktis Lewat BRImo

Mudah dan Aman! Kirim THR Lebih Praktis Lewat BRImo

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 14:59 WIB

Ini Cara Mendapatkan Dana Kaget dan Tips Bagi-bagi THR di Kampung Halaman, Lumayan Bisa Buat Jajan

Ini Cara Mendapatkan Dana Kaget dan Tips Bagi-bagi THR di Kampung Halaman, Lumayan Bisa Buat Jajan

Bisnis | Sabtu, 29 Maret 2025 | 10:25 WIB

CEK FAKTA: Pembagian THR dan Sembako lewat Tautan di Facebook

CEK FAKTA: Pembagian THR dan Sembako lewat Tautan di Facebook

News | Jum'at, 28 Maret 2025 | 21:28 WIB

Ormas Minta THR: Hak atau Pungli? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Ormas Minta THR: Hak atau Pungli? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Video | Jum'at, 28 Maret 2025 | 17:24 WIB

Terkini

Panja RUU Pemilu Resmi Dibentuk, Diisi 23 Anggota dari 8 Fraksi

Panja RUU Pemilu Resmi Dibentuk, Diisi 23 Anggota dari 8 Fraksi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kronologis Ancaman Pembunuhan ke Pemain Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kronologis Ancaman Pembunuhan ke Pemain Timnas Indonesia Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering

Kancil dan Gerimis di Lembah Ranting Kering

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Bukan Mayoritas, Segini Porsi Kepemilikan Danantara Terhadap Saham BEI

Bukan Mayoritas, Segini Porsi Kepemilikan Danantara Terhadap Saham BEI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Bahlil Rangkap Jabatan, Pengamat Soroti Kejanggalan Struktur Birokrasi

Bahlil Rangkap Jabatan, Pengamat Soroti Kejanggalan Struktur Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Agar Lebih Efisien, BUMN Mulai Ubah Tata Kelola Proses Bisnis

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kebiasaan Sebelum Tidur Ternyata Berpengaruh ke Otak, Ini yang Perlu Diperhatikan

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan

Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

7 Sepatu Jalan Waterproof yang Tetap Kering saat Terkena Cipratan Air dan Hujan

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:37 WIB

×