Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mudik Lebaran 2025 Sepi, Pengamat Ungkap Biang Keroknya

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 03 April 2025 | 17:18 WIB
Mudik Lebaran 2025 Sepi, Pengamat Ungkap Biang Keroknya
Mobil-mobil para pemudik melintas jalan tol di musim libur Lebaran 2025. [Antara]

Suara.com - Jalannya udik Lebaran tahun 2025 mengalami fenomena yang cukup mengejutkan. Berbeda dengan prediksi awal yang memperkirakan lonjakan besar jumlah pemudik, realitas di lapangan justru menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah kendaraan dan kepadatan lalu lintas di berbagai jalur utama. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai persiapan yang matang, arus mudik kali ini terasa lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Misalnya, di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Gunungkidul yang biasanya dipadati oleh kendaraan pribadi saat musim mudik, namun kali ini suasana lebih lengang. Hal serupa terjadi di jalur Tol Transjawa. Berdasarkan testimoni para pemudik yang melakukan perjalanan dari Jawa Timur pada H-2 hingga H-1, arus lalu lintas cenderung lancar, baik ke arah barat maupun timur.

Berdasarkan data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang melintasi tol utama pada H-5 hingga H-1 mengalami penurunan dari 1.045.330 unit pada tahun 2024 menjadi 1.004.348 unit pada tahun 2025. Meski puncak arus mudik tetap terjadi pada H-3 dengan peningkatan jumlah kendaraan dari 231.511 menjadi 255.027 unit, tren keseluruhan tetap menunjukkan penurunan.

Hal serupa juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan bahwa jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatra turun tipis dari 225.637 unit pada tahun 2024 menjadi 225.400 unit pada tahun 2025. Namun, jumlah penumpang justru mengalami kenaikan sebesar 3 persen, dari 859.521 orang pada 2024 menjadi 885.828 orang pada 2025.

Menurut pengamat transportasidari INSTRANS Dharmaningtyas, penurunan jumlah pemudik tahun ini bukan disebabkan oleh kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah, melainkan lebih kepada faktor ekonomi dan cuaca.

"Banyak ASN yang memilih tidak mudik karena kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang mengurangi pendapatan tambahan mereka. Mereka lebih memilih mengalokasikan dana untuk kebutuhan pokok dan cicilan," ujarnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip, Kamis (3/4/2025).

Selain itu, sektor swasta juga mengalami dampak besar. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai industri, terutama perhotelan dan hiburan, membuat banyak pekerja memilih untuk menghemat pengeluaran daripada melakukan perjalanan mudik. Bagi kaum lanjut usia, berita mengenai cuaca ekstrem juga menjadi faktor utama yang mengurangi minat bepergian.

Persiapan Mudik Berlebihan

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik tahun ini dinilai berlebihan. Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, pemerintah memperkirakan sebanyak 146 juta orang akan melakukan perjalanan mudik.

Namun, kebijakan yang dibuat hanya didasarkan pada hasil survei tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. Misalnya, kebijakan pelarangan truk sumbu tiga selama 16 hari dinilai tidak relevan.

"Pembatasan yang terlalu lama justru menurunkan kinerja ekonomi nasional serta menghilangkan sumber pendapatan bagi pengusaha dan sopir truk, yang akhirnya juga berdampak pada keputusan mereka untuk tidak mudik," tambah Dharmaningtyas.

Pengaturan lalu lintas di Pelabuhan Merak juga dinilai kurang optimal. Meskipun secara operasional mudik kali ini lancar, kondisi ini kurang menguntungkan bagi operator penyeberangan. Seperti saat libur Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru), terminal Pelabuhan Merak sepi, sedangkan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) di Bojonegara justru mengalami antrean panjang.

Pada 25 Maret 2025, antrean menuju Pelabuhan BBJ mencapai 1,2 km, sementara Pelabuhan Merak terlihat kosong. Hal ini terjadi karena sejak 24 Maret, operasional truk dialihkan ke BBJ dan Ciwandan.

"Kebijakan ini membuat transporter angkutan barang mengalami kerugian akibat distribusi barang yang terhambat, sementara operator penyeberangan kehilangan potensi pendapatan besar," kata Dharmaningtyas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Perusahaan Dunia Putuskan PHK di Bulan Maret, Ini Daftarnya

6 Perusahaan Dunia Putuskan PHK di Bulan Maret, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:03 WIB

Daftar Jalan Tol yang Dapat Diskon Selama Arus Balik Pasca Lebaran 2025

Daftar Jalan Tol yang Dapat Diskon Selama Arus Balik Pasca Lebaran 2025

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 16:53 WIB

1,79 Juta Orang Kena PHK di Amerika Serikat

1,79 Juta Orang Kena PHK di Amerika Serikat

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 11:07 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB