Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

APBN Kian Tekor, Prabowo Tarik Utang Baru Rp 250 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 09 April 2025 | 14:42 WIB
APBN Kian Tekor, Prabowo Tarik Utang Baru Rp 250 Triliun
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww]

Suara.com - Pemerintahan Prabowo Subianto diketahui sudah menarik utang baru senilai Rp 250 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk menambal target defisit APBN yang membengkak mencapai Rp 616,2 triliun atau setara 2,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa realisasi penarikan utang baru ini telah mencapai 40,6 persen  dari target defisit yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi defisit APBN per akhir Maret 2025 tercatat sebesar Rp 104,2 triliun atau 0,45 persen dari PDB, yang baru mencapai 16,9 persen dari target keseluruhan.

Dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025), Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga APBN, utang, dan defisit secara prudent, transparan, dan hati-hati.

"Kita akan tetap menjaga APBN dan terutama utang dan juga defisit kita secara tetap prudent, transparan, hati-hati," ujar Sri Mulyani.

Lonjakan signifikan terlihat pada realisasi pembiayaan anggaran di kuartal I 2025 yang mencapai Rp 250 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 85,6 triliun. Meskipun target pembiayaan anggaran 2024 sedikit lebih rendah, yaitu Rp 522,8 triliun, perbedaan ini tetap mencolok.

Lebih rinci, pembiayaan anggaran atau yang sering disebut sebagai "gali lubang tutup lubang" per 31 Maret 2025 ini berasal dari penarikan utang sebesar Rp 270,4 triliun dikurangi dengan pembiayaan non utang sebesar Rp 20,4 triliun.

Untuk penarikan utang baru sendiri, yang dalam postur APBN disebut sebagai pembiayaan utang, realisasinya telah mencapai 34,8 persen dari target Rp 775,9 triliun sepanjang tahun 2025. Sementara itu, pembiayaan non utang baru terealisasi Rp 12,8 triliun dari target minus Rp 159,7 triliun.

Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa pembiayaan utang sebesar Rp 270,4 triliun tersebut didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) secara neto senilai Rp 282,6 triliun, atau setara 44 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 642,6 triliun. Sebaliknya, pinjaman secara neto justru menunjukkan angka minus Rp 12,3 triliun atau negatif 9,2 persen dari target Rp 133,3 triliun.

Penerbitan SBN pada tiga bulan pertama tahun ini yang mencapai Rp 282,6 triliun juga jauh melampaui realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 104 triliun. Sementara itu, realisasi pinjaman justru jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 1,6 triliun.

baca juga

Menariknya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa penarikan utang baru dalam jumlah besar di awal tahun ini bukanlah indikasi kekurangan penerimaan negara untuk memenuhi kebutuhan belanja. Langkah ini diambil sebagai strategi front loading untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.

"Kita melakukan front loading bukan karena kita enggak punya duit, karena kita memang strategi dari issuance kita untuk mengantisipasi ketidakpastian yang pasti akan membuat kenaikan," pungkas Sri Mulyani.

Langkah front loading ini menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola risiko fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan mengamankan pendanaan di awal tahun, pemerintah berharap dapat meminimalisir dampak negatif dari potensi kenaikan biaya utang akibat gejolak pasar di kemudian hari. Meskipun demikian, besarnya penarikan utang di awal tahun ini tentu akan menjadi sorotan dan memerlukan pengelolaan yang transparan dan akuntabel agar tidak membebani keuangan negara di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu di Teuku Umar, Megawati Banyak Kasih Saran ke Prabowo Termasuk soal Tarif Donald Trump

Bertemu di Teuku Umar, Megawati Banyak Kasih Saran ke Prabowo Termasuk soal Tarif Donald Trump

News | Rabu, 09 April 2025 | 14:35 WIB

Prabowo 'Kebakaran Jenggot' Respons Tarif Trump, Buka Seluruh Kran Impor: Pengusaha Teriak Bumerang!

Prabowo 'Kebakaran Jenggot' Respons Tarif Trump, Buka Seluruh Kran Impor: Pengusaha Teriak Bumerang!

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 14:10 WIB

Sekjen Gerindra Bicara Posisi PDIP Usai Prabowo-Megawati Bertemu di Teuku Umar

Sekjen Gerindra Bicara Posisi PDIP Usai Prabowo-Megawati Bertemu di Teuku Umar

News | Rabu, 09 April 2025 | 13:53 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×