Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

APBN Kian Tekor, Prabowo Tarik Utang Baru Rp 250 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 09 April 2025 | 14:42 WIB
APBN Kian Tekor, Prabowo Tarik Utang Baru Rp 250 Triliun
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww]

Suara.com - Pemerintahan Prabowo Subianto diketahui sudah menarik utang baru senilai Rp 250 triliun hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk menambal target defisit APBN yang membengkak mencapai Rp 616,2 triliun atau setara 2,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa realisasi penarikan utang baru ini telah mencapai 40,6 persen  dari target defisit yang ditetapkan. Sementara itu, realisasi defisit APBN per akhir Maret 2025 tercatat sebesar Rp 104,2 triliun atau 0,45 persen dari PDB, yang baru mencapai 16,9 persen dari target keseluruhan.

Dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025), Sri Mulyani menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga APBN, utang, dan defisit secara prudent, transparan, dan hati-hati.

"Kita akan tetap menjaga APBN dan terutama utang dan juga defisit kita secara tetap prudent, transparan, hati-hati," ujar Sri Mulyani.

Lonjakan signifikan terlihat pada realisasi pembiayaan anggaran di kuartal I 2025 yang mencapai Rp 250 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 85,6 triliun. Meskipun target pembiayaan anggaran 2024 sedikit lebih rendah, yaitu Rp 522,8 triliun, perbedaan ini tetap mencolok.

Lebih rinci, pembiayaan anggaran atau yang sering disebut sebagai "gali lubang tutup lubang" per 31 Maret 2025 ini berasal dari penarikan utang sebesar Rp 270,4 triliun dikurangi dengan pembiayaan non utang sebesar Rp 20,4 triliun.

Untuk penarikan utang baru sendiri, yang dalam postur APBN disebut sebagai pembiayaan utang, realisasinya telah mencapai 34,8 persen dari target Rp 775,9 triliun sepanjang tahun 2025. Sementara itu, pembiayaan non utang baru terealisasi Rp 12,8 triliun dari target minus Rp 159,7 triliun.

Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa pembiayaan utang sebesar Rp 270,4 triliun tersebut didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) secara neto senilai Rp 282,6 triliun, atau setara 44 persen dari target APBN 2025 sebesar Rp 642,6 triliun. Sebaliknya, pinjaman secara neto justru menunjukkan angka minus Rp 12,3 triliun atau negatif 9,2 persen dari target Rp 133,3 triliun.

Penerbitan SBN pada tiga bulan pertama tahun ini yang mencapai Rp 282,6 triliun juga jauh melampaui realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 104 triliun. Sementara itu, realisasi pinjaman justru jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 1,6 triliun.

Menariknya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa penarikan utang baru dalam jumlah besar di awal tahun ini bukanlah indikasi kekurangan penerimaan negara untuk memenuhi kebutuhan belanja. Langkah ini diambil sebagai strategi front loading untuk mengantisipasi potensi gejolak pasar keuangan global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump.

"Kita melakukan front loading bukan karena kita enggak punya duit, karena kita memang strategi dari issuance kita untuk mengantisipasi ketidakpastian yang pasti akan membuat kenaikan," pungkas Sri Mulyani.

Langkah front loading ini menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola risiko fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan mengamankan pendanaan di awal tahun, pemerintah berharap dapat meminimalisir dampak negatif dari potensi kenaikan biaya utang akibat gejolak pasar di kemudian hari. Meskipun demikian, besarnya penarikan utang di awal tahun ini tentu akan menjadi sorotan dan memerlukan pengelolaan yang transparan dan akuntabel agar tidak membebani keuangan negara di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu di Teuku Umar, Megawati Banyak Kasih Saran ke Prabowo Termasuk soal Tarif Donald Trump

Bertemu di Teuku Umar, Megawati Banyak Kasih Saran ke Prabowo Termasuk soal Tarif Donald Trump

News | Rabu, 09 April 2025 | 14:35 WIB

Prabowo 'Kebakaran Jenggot' Respons Tarif Trump, Buka Seluruh Kran Impor: Pengusaha Teriak Bumerang!

Prabowo 'Kebakaran Jenggot' Respons Tarif Trump, Buka Seluruh Kran Impor: Pengusaha Teriak Bumerang!

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 14:10 WIB

Sekjen Gerindra Bicara Posisi PDIP Usai Prabowo-Megawati Bertemu di Teuku Umar

Sekjen Gerindra Bicara Posisi PDIP Usai Prabowo-Megawati Bertemu di Teuku Umar

News | Rabu, 09 April 2025 | 13:53 WIB

Terkini

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:18 WIB

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:04 WIB

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:59 WIB

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:42 WIB