Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Harga Emas Antam Lompat Tinggi Lagi Rp34.000 Jadi Rp1.846.000/Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 10 April 2025 | 10:02 WIB
Harga Emas Antam Lompat Tinggi Lagi Rp34.000 Jadi Rp1.846.000/Gram
Emas batangan di salah satu gerai Bank Syariah di Jakarta, Rabu (12/10).

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Kamis (10/4/2025) untuk ukuran satu gram kembali melompat tinggi sehingga dibanderol di harga Rp1.846.000 per gram.

Harga emas Antam itu meroket sebesar Rp34.000 dibandingkan hari Rabu (9/4/2025) sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.696.000 per gram.

Harga buyback itu juga merangkak naik Rp35.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp973.000
  • Emas 2 gram Rp3.632.000
  • Emas 3 gram Rp5.423.000
  • Emas 5 gram Rp9.005.000
  • Emas 10 gram Rp17.955.000
  • Emas 25 gram Rp44.762.000
  • Emas 50 gram Rp89.445.000
  • Emas 100 gram Rp178.812.000
  • Emas 250 gram Rp446.765.000
  • Emas 500 gram Rp893.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp1.786.600.000

Harga Emas Dunia Mulai Naik

Harga emas dunia melonjak dan pulih ke level USD3.045 pada Rabu sore waktu setempat, setelah kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi diberlakukan.

Seperti dinukil dari FXStreet, kenaikan ini terjadi di tengah kegelisahan pasar yang sebelumnya berharap akan adanya solusi mendadak. Harapan ini sempat mencuat pada awal pekan ketika sejumlah media melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan jeda 90 hari dalam penerapan tarif, kecuali terhadap China.

Namun, Gedung Putih dengan tegas membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu.

"Rebound harga emas mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor atas ancaman tarif dan potensi perubahan besar dalam norma perdagangan global," ujar Christopher Wong, analis strategi mata uang asing dari Oversea-Chinese Banking Corp.

Menurutnya, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang baik di tengah potensi kekacauan ekonomi global. Selain itu, pasar berspekulasi bahwa meningkatnya volatilitas bisa mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mempercepat pemangkasan suku bunga guna menghindari resesi. Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas, karena logam mulia ini tidak memberikan bunga.

Sementara itu, di tengah sesi perdagangan Eropa, muncul kabar bahwa China merespons balik kebijakan tarif AS. Menteri Keuangan China, Lan Fo'an, mengumumkan bahwa negara tersebut akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 84 persen atas seluruh barang impor dari Amerika Serikat, yang akan mulai berlaku pada 10 April.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS, Scot Bessent, menyayangkan langkah balasan China dan menyatakan bahwa sebaiknya China memilih jalur dialog ketimbang pembalasan. Ia juga memperingatkan bahwa China bisa menjadi pihak yang paling dirugikan akibat tarif balasan ini. Bessent turut menegaskan bahwa China tidak seharusnya mendevaluasi mata uangnya untuk menghindari dampak tarif dari AS.

Meskipun pasar sempat berharap akan adanya penundaan, kenyataannya tarif AS tetap diberlakukan hari ini. Hal ini cukup untuk mendorong para investor kembali ke aset safe haven seperti emas.

Secara teknikal, level resistance pertama yang diuji adalah R1 di USD3.041, disusul oleh level kunci di USD3.057 yang terakhir disentuh pada 20 Maret. Jika momentum berlanjut, resistance selanjutnya berada di R2 USD3.089 sebelum mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD3.167. Di sisi bawah, level penting dari 14 Maret di USD3.004 berdekatan dengan angka psikologis USD3.000. Jika level ini gagal bertahan sebagai support, tekanan jual bisa mendorong harga turun ke S1 di USD2.964 dan USD2.955, area yang sebelumnya menarik minat beli besar pada hari Senin. Dukungan terakhir ada di S2 USD2.945 sebelum mencapai rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 55 hari di USD2.935.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Emas Antam Masih Cuan Atau Tidak? Cek Harga Terbaru Setelah Lebaran

Investasi Emas Antam Masih Cuan Atau Tidak? Cek Harga Terbaru Setelah Lebaran

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 20:36 WIB

Harga Emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian Hari Ini

Harga Emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 15:44 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Rp23.000 per Gram, Akhiri Tren Turun Empat Hari Beruntun

Harga Emas Antam Melonjak Rp23.000 per Gram, Akhiri Tren Turun Empat Hari Beruntun

Bisnis | Rabu, 09 April 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB