Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Tim Ekonomi Indonesia Terbang ke AS, Negosiasi Tarif Resiprokal Jadi Agenda Utama

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 14 April 2025 | 14:17 WIB
Tim Ekonomi Indonesia Terbang ke AS, Negosiasi Tarif Resiprokal Jadi Agenda Utama
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers usai pertemuan dengan pelaku usaha di Kantor Kemenko Perekonomian

Suara.com - Sebuah delegasi tingkat tinggi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat (AS) pada 16 hingga 23 April 2025. Misi utama dari kunjungan ini adalah untuk melaksanakan negosiasi terkait penerapan tarif timbal balik (resiprokal) yang diberlakukan oleh AS.

Tim khusus yang diutus langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini terdiri dari sejumlah menteri kabinet dan kepala lembaga penting. Pergerakan awal delegasi telah dimulai hari ini dengan keberangkatan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono ke Washington D.C. Langkah ini bertujuan untuk mempersiapkan landasan dan agenda bagi proses negosiasi yang akan datang.

Menyusul Menlu Sugiono, Menko Airlangga Hartarto bersama dengan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu dijadwalkan untuk terbang ke AS besok. Kehadiran kedua tokoh kunci ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani isu tarif yang dinilai merugikan kepentingan nasional.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada hari Senin (14/4/2025), Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan rincian agenda penting selama kunjungan di AS. “Pada tanggal 16-23 (April) nanti beberapa menteri yang ditugaskan oleh Bapak Presiden, dan juga (yang) hadir di sini Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bapak Mahendra Siregar. Sehingga kami akan bertemu dengan USTR (United States Trade Representatives), dengan Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS), dengan Secretary of State (Menteri Luar Negeri AS), dan Secretary of Treasury (Menteri Keuangan AS),” jelas Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati beserta Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono juga akan turut serta dalam misi penting ini. Keberangkatan Menteri Sri Mulyani ke AS juga bertepatan dengan agenda kehadirannya dalam pertemuan musim semi (Spring Meeting) Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington D.C., yang akan dimanfaatkan untuk melakukan lobi dan negosiasi terkait tarif.

Pengiriman tim negosiasi ini merupakan respons langsung dari Pemerintah Indonesia terhadap kebijakan tarif sebesar 32 persen yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump. Kebijakan tarif ini dinilai memberikan dampak negatif terhadap kinerja ekspor Indonesia ke pasar AS, yang merupakan salah satu mitra dagang utama.

Paket Negosiasi Komprehensif Disiapkan Indonesia

Dalam lawatannya ke Negeri Paman Sam, delegasi Indonesia telah mempersiapkan serangkaian paket negosiasi yang akan diajukan dalam perundingan dengan pihak AS. Langkah ini menunjukkan kesiapan dan strategi matang pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan ekonominya.

Paket negosiasi pertama yang akan diajukan adalah revitalisasi perjanjian kerja sama perdagangan dan investasi yang sudah ada, yaitu Trade & Investment Framework Agreement (TIFA). Indonesia berharap dengan menghidupkan kembali dan memperkuat kerangka kerja sama ini, kedua negara dapat membangun hubungan dagang yang lebih adil dan saling menguntungkan.

Kedua, Pemerintah Indonesia akan memberikan proposal deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) melalui relaksasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Selain itu, delegasi juga akan mengangkat isu evaluasi terkait pelarangan dan pembatasan barang-barang ekspor maupun impor antara kedua negara, dengan harapan tercipta arus perdagangan yang lebih lancar.

Solusi ketiga yang akan ditawarkan Indonesia adalah peningkatan impor dan investasi dari AS melalui skema pembelian minyak dan gas (migas). Langkah ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam neraca perdagangan bilateral dan memperkuat hubungan ekonomi secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal untuk mendorong impor dari AS sekaligus menjaga daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS. Beberapa strategi yang disiapkan meliputi potensi penurunan bea masuk, Pajak Penghasilan (PPh) impor, atau Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor untuk produk-produk tertentu dari AS.

Indonesia Negara Pertama yang Diundang AS Bahas Tarif

Dalam perkembangan yang cukup signifikan, Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang secara khusus diundang oleh Presiden AS Donald Trump untuk membahas negosiasi terkait kebijakan tarif impor. Undangan ini menunjukkan pengakuan AS terhadap pentingnya hubungan dagang dengan Indonesia dan kesediaan untuk mencari solusi bersama.

“Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat kesempatan pertama untuk diundang ke Washington,” tutur Airlangga, menekankan posisi strategis Indonesia dalam percaturan ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat Soroti Dugaan Kesengajaan Trump dalam Mengacaukan Ekonomi Dunia

Pengamat Soroti Dugaan Kesengajaan Trump dalam Mengacaukan Ekonomi Dunia

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 10:53 WIB

Buntut Perang Tarif, Donald Trump Ketawa sebagai Respons China Siap Kurangi Film AS

Buntut Perang Tarif, Donald Trump Ketawa sebagai Respons China Siap Kurangi Film AS

Your Say | Minggu, 13 April 2025 | 13:04 WIB

Dukung Kebijakan Prabowo Hapus Kuota Impor, Legislator PKS Kasih Catatan Ini

Dukung Kebijakan Prabowo Hapus Kuota Impor, Legislator PKS Kasih Catatan Ini

News | Sabtu, 12 April 2025 | 23:35 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB