Biodiversity Credit: Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem

Iwan Supriyatna

Selasa, 15 April 2025 | 17:46 WIB
Biodiversity Credit: Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem
Kadin menyelenggarakan diskusi dengan tema Biodiversity Credit: Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem di Indonesia.

Suara.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) melalui Kadin Regenerative Forest Business Hub (Kadin RFBH) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyelenggarakan acara diskusi dengan tema Kredit Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Credit): Peluang dan Tantangan dalam Implementasi dan Ekspansi Bisnis Jasa Ekosistem di Indonesia.

Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, Kementerian Keuangan, akademisi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan LSM untuk membahas peluang pengembangan dan implementasi Biodiversity Credit.

Kredit keanekaragaman hayati merupakan pendekatan inovatif untuk mendorong transisi Indonesia menuju ekonomi yang ramah lingkungan, yang tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pelestarian dan pemulihan alam serta keanekaragaman hayati.

Workshop ini menjadi momentum strategis bagi transformasi untuk pelaksanaan Biodiversity Credit di Indonesia.

Dimulai dengan memperkuat pemahaman dan kerja sama dalam mengembangkan skema Biodiversity Credit yang sejalan dengan prinsip bisnis regeneratif, sekaligus menegaskan pentingnya transisi menuju ekonomi hijau dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang terintegrasi.

Dilanjutkan dengan upaya konkret mengembangkan instrumen yang sesuai konteks Indonesia dan dapat diterapkan pada skala usaha kecil dan besar.

Melalui kolaborasi multipihak, workshop ini mendorong pengembangan Multiusaha Kehutanan (MUK) sebagai pendekatan yang tidak hanya mendukung konservasi, tapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis sumber daya alam terbarukan.

Untuk menjawab tantangan pelestarian keanekaragaman hayati-termasuk mencegah hilangnya biodiversitas, dibutuhkan regulasi kuat, pendanaan memadai, serta sinergi lintas sektor demi memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi hayati yang luar biasa.

Ke depan, perlu adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah dan Kadin sebagai perwakilan sektor swasta untuk memperjelas metodologi dan mekanisme Biodiversity Credit agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara optimal tanpa mempersulit para pemangku kepentingan.

baca juga

Mekanisme Kredit Keanekaragaman Hayati akan memungkinkan pelaku bisnis untuk berinvestasi dalam upaya perlindungan dan pemulihan lingkungan.

Skema ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis yang baru dan inovatif, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi Pembangunan Berkelanjutan, agenda global utama yang mendorong partisipasi aktif dari sektor swasta.

Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Sumber Daya Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan, Shinta Widjaja Kamdani, menekankan bahwa pelaku bisnis memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan upaya konservasi ke dalam model bisnis mereka.

“Konservasi keanekaragaman hayati harus menjadi bagian integral dari pembangunan ekonomi. Biodiversity Credit memberikan kesempatan bagi bisnis untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan cara yang lebih berdampak. Dengan mengintegrasikan mekanisme pasar ke dalam upaya konservasi, kita dapat menciptakan peluang bisnis baru sambil menjaga keseimbangan ekosistem," ungkapnya ditulis Selasa (15/4/2025).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey mengatakan, Inggris bangga menjadi salah satu penggagas Panel Penasihat Internasional tentang Kredit Keanekaragaman Hayati (International Advisory Panel on Biodiversity Credits - IAPB), bersama dengan Prancis, sejak Juni 2023.

"Kami menantikan langkah IAPB selanjutnya untuk mendukung penerapan prinsip dan panduan global yang ditetapkan dalam Kerangka Kerja guna mendorong pendanaan berintegritas tinggi untuk alam. Pengembangan mekanisme kredit keanekaragaman hayati di Indonesia merupakan langkah strategis yang penting dalam upaya global kita untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan memitigasi risiko perubahan iklim. Seiring langkah menuju Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia yang lebih dalam, Inggris berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan Indonesia guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat kita, serta memastikan planet yang layak huni bagi generasi mendatang,” kata Dominic Jermey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Jualan Minyak Rambut, Wanita Berusia 30 Tahun Raup Cuan Rp 66 Miliar

Hanya Jualan Minyak Rambut, Wanita Berusia 30 Tahun Raup Cuan Rp 66 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 07:40 WIB

Peluang Bisnis Online 2025 yang Cocok untuk Wanita, Fleksibel dan Menguntungkan!

Peluang Bisnis Online 2025 yang Cocok untuk Wanita, Fleksibel dan Menguntungkan!

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 17:55 WIB

Inspirasi Bisnis untuk Ibu PKK: Tips Entrepreneurship yang yang Realistis dan Menghasilkan

Inspirasi Bisnis untuk Ibu PKK: Tips Entrepreneurship yang yang Realistis dan Menghasilkan

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 16:48 WIB

Terkini

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Bupati Afni Nangis Sesenggukan Lihat Kondisi Rakyatnya di Daerah Terluar Siak

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Tinted Sunscreen untuk Apa? Ini Manfaat dan Cara Memilih Produk yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

Menakar Nasib Gibran di Akhir Sidang Usai Ahli Relawan Diusir Hakim

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:07 WIB

×