Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Hanya di Era Prabowo-Gibran! Rakyat Terpaksa Kuras Habis Uang Tabungan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 April 2025 | 12:29 WIB
Hanya di Era Prabowo-Gibran! Rakyat Terpaksa Kuras Habis Uang Tabungan
Enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah fenomena ekonomi yang mengkhawatirkan justru muncul ke permukaan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU/aa)

Suara.com - Enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah fenomena ekonomi yang mengkhawatirkan justru muncul ke permukaan.

Data menunjukkan merosotnya porsi simpanan perorangan dalam Dana Pihak Ketiga (DPK), sebuah indikator krusial yang mengisyaratkan potensi pelemahan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan bahwa porsi simpanan perorangan kini hanya mencapai 46,4% dari total DPK. Ironisnya, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal pemerintahan sebelumnya.

"Pada awal periode kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, porsi simpanan perorangan masih berada di level 58,5%, dan bahkan pada awal era Jokowi-Ma'ruf Amin, angkanya masih solid di 57,4%," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dalam risetnya dikutip Selasa (22/4/2025).

Menurut Bhima penurunan signifikan ini memunculkan spekulasi dan kekhawatiran. Merosotnya porsi tabungan perorangan dapat diartikan sebagai indikasi masyarakat yang semakin tertekan secara ekonomi, sehingga terpaksa menguras tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Fenomena ini belum pernah terjadi di awal pemerintahan sebelumnya, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai kondisi ekonomi riil saat ini.

Dijelaskan Bhima, pertumbuhan upah riil yang stagnan, bahkan cenderung tergerus inflasi, membuat daya beli masyarakat tidak meningkat secara signifikan. Selain itu, berkurangnya tunjangan dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih membayangi sektor tertentu semakin memperburuk situasi ekonomi rumah tangga.

Kondisi ini memaksa masyarakat untuk bertahan hidup dengan mengandalkan simpanan yang ada. Tabungan yang seharusnya menjadi bantalan ekonomi di masa depan atau modal untuk investasi, kini justru menjadi sumber utama pembiayaan konsumsi sehari-hari.

Jika tren ini berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang, karena konsumsi yang didorong oleh pengurasan tabungan bersifat tidak berkelanjutan.

baca juga

"Merosotnya porsi tabungan perorangan, mengindikasikan masyarakat cenderung bertahan hidup dengan menguras simpanan, karena upah riil terlalu kecil, tunjangan berkurang, dan ancaman PHK masih berlanjut," katanya.

Bhima pun mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tren penurunan tabungan ini. Menurutnya, hal ini mengindikasikan melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya tekanan ekonomi yang mereka rasakan.

"Fenomena merosotnya tabungan masyarakat ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru. Indikator ini memberikan gambaran awal mengenai tantangan ekonomi riil yang dihadapi masyarakat, jauh sebelum kebijakan-kebijakan baru diimplementasikan," tegas Bhima menambahkan.

Lebih lanjut, Bhima memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 berpotensi melambat hingga ke level 5,03 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 yang mencapai 5,11 persen.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 yang mencapai 5,11 persen," lanjut Bhima, mengisyaratkan adanya potensi perlambatan ekonomi di awal tahun 2025.

Menariknya, perkiraan pertumbuhan yang melambat ini justru memperhitungkan adanya momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2025, yang secara historis menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya.

Namun, menurut Bhima, faktor musiman dan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kali ini tampaknya tidak cukup kuat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi lagi pada tahun ini.

"Namun, faktor seasonal yang di ikuti pembagian THR tetap tidak mampu membuat ekonomi tumbuh lebih tinggi. Bahkan dikhawatirkan ekonomi bakal melambat paska lebaran, karena tidak ada lagi motor penggerak konsumsi yang signifikan," jelas Bhima mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Video Timnas Indonesia U-17, Gibran Tulis Pesan Menyentuh

Unggah Video Timnas Indonesia U-17, Gibran Tulis Pesan Menyentuh

Bola | Selasa, 22 April 2025 | 12:25 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Bakal Hapus Jabatan Kepala Desa, Benarkah?

CEK FAKTA: Prabowo Bakal Hapus Jabatan Kepala Desa, Benarkah?

News | Selasa, 22 April 2025 | 12:15 WIB

Marak PHK dan Daya Beli Lebaran Anjlok, Ekonomi Kuartal I Diramal 5,03 Persen

Marak PHK dan Daya Beli Lebaran Anjlok, Ekonomi Kuartal I Diramal 5,03 Persen

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 11:45 WIB

Terkini

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

1,3 Ton Obat Bius dalam Teh Cina Disita Bea Cukai - TNI dari Kapal Asing di Batam

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Feng Shui Rumah Menghadap ke Arah Selatan, Bawa Hoki dan Bikin Karier Melejit

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Harga Alat Medis Empat Kali Lipat, Bisakah Layanan Kesehatan Tetap Murah?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

8 Cara Menghapus File Sampah dan Cache Tersembunyi di HP Android agar Penyimpanan Lega

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Film Dan Bandung Sapa Penonton Yogyakarta: Angkat Kisah Cinta, Persahabatan, dan Keluarga

Jogja | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif

Kolaborasi Motul dan Von Dutch Rayakan Budaya Kustom Lewat Kampanye Lifestyle Otomotif

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:25 WIB

×