Hanya di Era Prabowo-Gibran! Rakyat Terpaksa Kuras Habis Uang Tabungan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 April 2025 | 12:29 WIB
Hanya di Era Prabowo-Gibran! Rakyat Terpaksa Kuras Habis Uang Tabungan
Enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah fenomena ekonomi yang mengkhawatirkan justru muncul ke permukaan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU/aa)

Suara.com - Enam bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sebuah fenomena ekonomi yang mengkhawatirkan justru muncul ke permukaan.

Data menunjukkan merosotnya porsi simpanan perorangan dalam Dana Pihak Ketiga (DPK), sebuah indikator krusial yang mengisyaratkan potensi pelemahan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan bahwa porsi simpanan perorangan kini hanya mencapai 46,4% dari total DPK. Ironisnya, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal pemerintahan sebelumnya.

"Pada awal periode kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, porsi simpanan perorangan masih berada di level 58,5%, dan bahkan pada awal era Jokowi-Ma'ruf Amin, angkanya masih solid di 57,4%," kata Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dalam risetnya dikutip Selasa (22/4/2025).

Menurut Bhima penurunan signifikan ini memunculkan spekulasi dan kekhawatiran. Merosotnya porsi tabungan perorangan dapat diartikan sebagai indikasi masyarakat yang semakin tertekan secara ekonomi, sehingga terpaksa menguras tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Fenomena ini belum pernah terjadi di awal pemerintahan sebelumnya, sehingga menimbulkan pertanyaan besar mengenai kondisi ekonomi riil saat ini.

Dijelaskan Bhima, pertumbuhan upah riil yang stagnan, bahkan cenderung tergerus inflasi, membuat daya beli masyarakat tidak meningkat secara signifikan. Selain itu, berkurangnya tunjangan dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih membayangi sektor tertentu semakin memperburuk situasi ekonomi rumah tangga.

Kondisi ini memaksa masyarakat untuk bertahan hidup dengan mengandalkan simpanan yang ada. Tabungan yang seharusnya menjadi bantalan ekonomi di masa depan atau modal untuk investasi, kini justru menjadi sumber utama pembiayaan konsumsi sehari-hari.

Jika tren ini berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang, karena konsumsi yang didorong oleh pengurasan tabungan bersifat tidak berkelanjutan.

baca juga

"Merosotnya porsi tabungan perorangan, mengindikasikan masyarakat cenderung bertahan hidup dengan menguras simpanan, karena upah riil terlalu kecil, tunjangan berkurang, dan ancaman PHK masih berlanjut," katanya.

Bhima pun mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tren penurunan tabungan ini. Menurutnya, hal ini mengindikasikan melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya tekanan ekonomi yang mereka rasakan.

"Fenomena merosotnya tabungan masyarakat ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru. Indikator ini memberikan gambaran awal mengenai tantangan ekonomi riil yang dihadapi masyarakat, jauh sebelum kebijakan-kebijakan baru diimplementasikan," tegas Bhima menambahkan.

Lebih lanjut, Bhima memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 berpotensi melambat hingga ke level 5,03 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 yang mencapai 5,11 persen.

"Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 yang mencapai 5,11 persen," lanjut Bhima, mengisyaratkan adanya potensi perlambatan ekonomi di awal tahun 2025.

Menariknya, perkiraan pertumbuhan yang melambat ini justru memperhitungkan adanya momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2025, yang secara historis menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya.

Namun, menurut Bhima, faktor musiman dan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) kali ini tampaknya tidak cukup kuat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi lagi pada tahun ini.

"Namun, faktor seasonal yang di ikuti pembagian THR tetap tidak mampu membuat ekonomi tumbuh lebih tinggi. Bahkan dikhawatirkan ekonomi bakal melambat paska lebaran, karena tidak ada lagi motor penggerak konsumsi yang signifikan," jelas Bhima mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggah Video Timnas Indonesia U-17, Gibran Tulis Pesan Menyentuh

Unggah Video Timnas Indonesia U-17, Gibran Tulis Pesan Menyentuh

Bola | Selasa, 22 April 2025 | 12:25 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Bakal Hapus Jabatan Kepala Desa, Benarkah?

CEK FAKTA: Prabowo Bakal Hapus Jabatan Kepala Desa, Benarkah?

News | Selasa, 22 April 2025 | 12:15 WIB

Marak PHK dan Daya Beli Lebaran Anjlok, Ekonomi Kuartal I Diramal 5,03 Persen

Marak PHK dan Daya Beli Lebaran Anjlok, Ekonomi Kuartal I Diramal 5,03 Persen

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 11:45 WIB

Terkini

Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?

Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:45 WIB

Samin Tan Didakwa Cuci Uang Rp18,1 Triliun dari Penjualan Batu Bara, Dibeliin Ratusan Properti

Samin Tan Didakwa Cuci Uang Rp18,1 Triliun dari Penjualan Batu Bara, Dibeliin Ratusan Properti

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:41 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri

Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 15:40 WIB

Cara Bikin KTP Digital di HP Lewat Aplikasi Pemerintah, KTP Fisik Rusak Tak Panik Lagi!

Cara Bikin KTP Digital di HP Lewat Aplikasi Pemerintah, KTP Fisik Rusak Tak Panik Lagi!

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 15:39 WIB

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali dalam Tiga Jam, Awan Panas Meluncur hingga 4,5 Kilometer

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 15:34 WIB

Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan

Hampir 9 Tahun Jadi Agen BRILink, Anik Selamatkan Nasabah dari Penipuan

Jawa Tengah | Kamis, 05 November 2026 | 15:32 WIB

Sinar Mas Land, Sumitomo Forestry, dan Kipin Kids Indonesia Hadirkan Pendidikan Anak di Cibubur

Sinar Mas Land, Sumitomo Forestry, dan Kipin Kids Indonesia Hadirkan Pendidikan Anak di Cibubur

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:32 WIB

Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu

Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu

News | Kamis, 05 November 2026 | 15:30 WIB

RI Mau Setop Impor Solar, Tapi Masih Butuh Jutaan Ton Metanol

RI Mau Setop Impor Solar, Tapi Masih Butuh Jutaan Ton Metanol

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:30 WIB

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Mengulik Makna Kedukaan: Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 15:30 WIB

×