Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Lowongan Kerja Sedikit, Banyak Pria Korea Selatan Jadi Pengangguran

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 22 April 2025 | 15:29 WIB
Lowongan Kerja Sedikit, Banyak Pria Korea Selatan Jadi Pengangguran
Banyak Pria Korea Selatan jadi Pengangguran

Suara.com - Korea Selatan (Korsel) mengalami tekanan ekonomi imbas dari tarif perang dagang Amerika Serikat hingga pergantian Yoon Seok-yeol yang membuat kualitas pekerjaan berkurang. Adapun lebih dari tiga dari empat pemuda Korea Selatan yang menganggur meyakini bahwa terdapat kurangnya kesempatan kerja yang bermutu di negara tersebut.

Dilansir Korea Herald, berdasarkan jajak pendapat oleh Federasi Industri Korea, 76,4 persen responden mengatakan bahwa kesempatan kerja yang bermutu kurang tersedia di negara tersebut. Secara spesifik, 42,6 persen mengatakan posisi yang bermutu agak kurang tersedia dan 33,8 persen mengatakan bahwa posisi tersebut sangat kurang tersedia.

Lalu, hanya 1,2 persen yang menjawab bahwa kesempatan tersebut sebagian besar cukup atau cukup lengkap. Survei tersebut dilakukan dari tanggal 7-10 April terhadap 500 orang pengangguran berusia 19 hingga 34 tahun. Ketika ditanya tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap posisi kerja yang bermutu, 31,8 persen menyebutkan tingkat gaji, diikuti oleh keamanan kerja dan keseimbangan kehidupan kerja, masing-masing sebesar 17,9 persen dan 17,4 persen.

Rata-rata, responden mengatakan mereka berharap memperoleh penghasilan setidaknya 34,68 juta won atau sekitar 24.397 ribu dollar AS per tahun sebelum pajak. Di antara pemuda pengangguran yang tidak secara aktif mencari pekerjaan, 19,6 persen mengatakan mereka saat ini sedang mempersiapkan sertifikasi atau ujian.

Sedangkan 17,3 persen menyebutkan kurangnya kesempatan kerja yang sesuai, dengan 16,5 persen mengatakan mereka hanya mengambil cuti. Selain Korea Selatan, beberapa negara juga mengalami peningkatakn pengangguran. Salah satunya di Amerika Serikat yang mengalami lonjakan masyarakat banyak tidak bekerja.

Adapun, tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Adapun tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, lebih tinggi dari perkiraan 4,1%. Hal ini dikarenakan tingkat partisipasi angkatan kerja juga meningkat. Dalam hal ini tingkat pengangguran mengalahkan estimasi yang diperkirakan.

Lalu, indikator pengangguran yang lebih luas yang mencakup mereka yang tidak mencari pekerjaan serta pekerja yang memegang pekerjaan paruh waktu karena alasan ekonomi setengah menganggur turun tipis menjadi 7,9%. Survei rumah tangga, yang digunakan untuk menentukan tingkat pengangguran, sejalan dengan penghitungan gaji perusahaan, karena menunjukkan kenaikan sebanyak 201.000 pekerja.

Selain itu, pekerja penuh waktu meningkat sebanyak 459.000, sementara pekerja paruh waktu turun sebanyak 44.000. Lalu,pertumbuhan lapangan kerja lebih kuat dari yang diharapkan pada bulan Maret, memberikan setidaknya kepastian.  Sedangkan bahwa pasar tenaga kerja stabil, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat.

Namun, angka bulan Maret menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih kuat, meskipun hitungan bulan Januari dan Februari mengalami revisi penurunan yang substansial. Selain pemangkasan 34.000 dari hitungan awal Februari, pertumbuhan Januari kini hanya 111.000, turun 14.000 dari estimasi sebelumnya.

Rata-rata pendapatan per jam meningkat 0,3% pada bulan tersebut, sesuai dengan perkiraan, sementara tingkat tahunan 3,8% berada 0,1 poin persentase di bawah estimasi dan merupakan level terendah sejak Juli 2024. Rata-rata minggu kerja tidak berubah pada 34,2 jam.

Untuk Maret, perawatan kesehatan merupakan area pertumbuhan terdepan, konsisten dengan bulan-bulan sebelumnya. Industri tersebut menambah 54.000 pekerjaan, hampir persis sejalan dengan rata-rata 12 bulannya. Area pertumbuhan lainnya termasuk bantuan sosial dan ritel, yang keduanya menambah 24.000, sementara transportasi dan pergudangan menunjukkan peningkatan 23.000.

Selain itu, pemangkasan pengeluaran "kemungkinan akan meluas ke sektor swasta, memukul kontraktor dan nirlaba, dan kita masih memiliki perang dagang yang meningkat," kata DPR. "Ada banyak pertempuran yang harus dihadapi pasar tenaga kerja, banyak guncangan yang harus diatasi dalam beberapa bulan mendatang."

Pemulihan ekonomi yang tak terduga kuat dari resesi pandemi tahun 2020 memicu lonjakan inflasi yang mencapai puncaknya pada Juni 2022, ketika harga naik 9,1% dari tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ironi Lulusan Sekolah Kejuruan: Mengapa Penyumbang Pengangguran Terbesar Masih dari SMK?

Ironi Lulusan Sekolah Kejuruan: Mengapa Penyumbang Pengangguran Terbesar Masih dari SMK?

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:26 WIB

Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Beban Berat Son Heung-Min hingga Krisis Striker Tajam

Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Beban Berat Son Heung-Min hingga Krisis Striker Tajam

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:57 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Son Heung-min Pamit di Piala Dunia 2026, Beban Berat Cetak Sejarah Buat Korea Selatan

Son Heung-min Pamit di Piala Dunia 2026, Beban Berat Cetak Sejarah Buat Korea Selatan

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:19 WIB

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:24 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

Review Film Method Acting: Menyingkap Tragedi di Balik Tawa dan Topeng Dunia Hiburan

Review Film Method Acting: Menyingkap Tragedi di Balik Tawa dan Topeng Dunia Hiburan

Your Say | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:15 WIB

Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu

Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:00 WIB

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Terkini

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB