Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

IHSG Nyaman di Zona Hijau Hingga Akhir Perdagangan Rabu

Achmad Fauzi

Rabu, 23 April 2025 | 16:23 WIB
IHSG Nyaman di Zona Hijau Hingga Akhir Perdagangan Rabu
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah merangkak naik pada perdagangan Rabu (22/4/2025).

Mengutip data RTI Business, IHSG ditutup terapresiasi dengan naik 96,11 poin atau naik 1,47 persen menuju ke level 6.634.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 21,87 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp13,58 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,28 juta kali.

Dalam perdagangan hari, sebanyak 412 saham bergerak naik, sedangkan 193 saham mengalami penurunan, dan 201 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, NETV, DGNS, INET, PANI, DOOH, CBDK, NASI, ELIT, BKSL, INDY.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, GEMA, CITY, HRUM, PSAB, ARCI, MDKA, HRTA, ANTM, IOTF.

Melanjutkan Penguatan Sesi I

IHSG dibuka menguat signifikan pada sesi pertama perdagangan hari Rabu (23/4), dengan kenaikan sebesar 78 poin atau 1,20 persen ke level 6.616.

Mengutip riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini terjadi seiring dengan sentimen positif dari pasar global, khususnya pasca pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menenangkan gejolak kekhawatiran pelaku pasar.

Presiden Trump menyatakan bahwa tidak berencana untuk mencopot Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell, pernyataan yang secara luas dianggap sebagai sinyal penghormatan terhadap independensi bank sentral.

Selain itu, Trump juga menegaskan bahwa tarif akhir untuk impor dari Tiongkok tidak akan mencapai 145 persen, sebagaimana sempat dikhawatirkan sebelumnya. Hal ini turut menurunkan tensi kekhawatiran akan eskalasi perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Dukungan terhadap pasar juga datang dari Menteri Keuangan AS, Bessent, yang mengungkapkan optimisme akan meredanya ketegangan perdagangan dengan Tiongkok. Namun, ia tetap menekankan bahwa proses negosiasi akan berlangsung panjang dan penuh tantangan.

Dari kawasan Asia, sentimen turut dipengaruhi langkah strategis bank sentral Tiongkok yang mendorong penggunaan yuan untuk transaksi internasional oleh BUMN Tiongkok. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari dorongan untuk menginternasionalisasikan mata uang yuan, sekaligus merespons dinamika perdagangan global yang terus berkembang.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar saat ini menantikan keputusan penting dari Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan yang akan diumumkan siang ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen, namun sebagian pelaku pasar masih menyisakan harapan akan adanya penurunan suku bunga sebagai langkah stimulus ekonomi.

Harapan tersebut didukung oleh inflasi yang tetap rendah dan tingginya cadangan devisa, dua faktor penting yang memungkinkan BI untuk melakukan intervensi terhadap nilai tukar rupiah jika diperlukan, tanpa mengorbankan stabilitas moneter. Di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif resiprokal AS terhadap mitra dagang utamanya, pelaku pasar berharap keputusan BI hari ini dapat menjadi landasan kestabilan di tengah tekanan eksternal, serta menjadi pemicu arah positif bagi pasar saham ke depannya.

Sebelumnya, Analis dari Phintraco Sekuritas Valdy mengatakan, banyak faktor yang membuat IHSG kembali terapresiasi. Misalnya, kondisi ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan negara lain, khususnya China.

Namun, Indeks-indeks Wall Street catatkan rebound lebih dari 2,5 persen di Selasa (22/4), menutup pelemahan pada Senin (21/4). Technical rebound tersebut didorong oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent bahwa de-eskalasi perang tarif (perang dagang) antara AS dengan Tiongkok akan terjadi dalam waktu dekat. Tarif impor luar biasa tinggi yang diterapkan oleh masing-masing negara diperkirakan tidak akan bertahan lama. Pasar menilai bahwa melalui pernyataan tersebut AS dinilai mendorong negosiasi antara AS dengan Tiongkok.

Pernyataan Bessent tersebut memicu pullback harga emas sebesar 0.17 persen ke USD3,419/troy ounce di Selasa (22/4). Sementara obligasi 10 tahun masih tertahan di kisaran 4,5 persen menantikan perkembangan isu perang dagang dan politik dalam negeri AS.

"Isu politik dimaksud adalah peningkatan ketegangan hubungan Presiden AS, Donald Trump dengan Kepala the Fed, Jerome Powell dalam sepekan terakhir. Ketegangan ini membangun rumor pemecatan Powell sebagai Kepala the Fed, hingga petinggi-petinggi the Fed lainnya. Hal ini dikhawatirkan mengganggu independensi the Fed dalam menetapkan kebijakan moneter," kata Valdy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Kabar Baik dari BRI Hari Ini, Singgung Rp31,40 Triliun

Ada Kabar Baik dari BRI Hari Ini, Singgung Rp31,40 Triliun

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 10:06 WIB

IHSG Terus Menguat di Pembukaan Rabu Pagi, Saham-saham Ini Jadi Pendorongnya

IHSG Terus Menguat di Pembukaan Rabu Pagi, Saham-saham Ini Jadi Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 09:18 WIB

IHSG Berpeluang Terus Bertahan di Zona Hijau, Ini Saham-saham yang Bisa Dicermati

IHSG Berpeluang Terus Bertahan di Zona Hijau, Ini Saham-saham yang Bisa Dicermati

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:22 WIB

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:17 WIB

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:15 WIB

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:11 WIB

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:26 WIB