Sri Mulyani Kaji Kombinasi Pendanaan Kopdes Merah Putih: APBN, Dana Desa, hingga Himbara Jadi Opsi

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 24 April 2025 | 15:02 WIB
Sri Mulyani Kaji Kombinasi Pendanaan Kopdes Merah Putih: APBN, Dana Desa, hingga Himbara Jadi Opsi
Menteri Sri Mulyani yang diisukan mundur dari kabinet Prabowo Subianto [instagram]

Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah serius mempersiapkan landasan finansial bagi program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, inisiatif unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi pedesaan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji berbagai skema kombinasi pendanaan untuk mewujudkan program ambisius ini.

Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar secara daring pada Kamis (19/4/2025), Sri Mulyani menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan telah mendapatkan mandat melalui Instruksi Presiden (Inpres) untuk menyediakan anggaran melalui beragam sumber, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hingga Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Saat ini, sedang dilakukan koordinasi untuk mengidentifikasi anggaran, apakah langsung dari pendanaan publik atau dari aktivitas kegiatan ekonomi di tingkat desa yang kemudian bisa dikembangkan," ungkap Sri Mulyani dikutip Antara, Kamis (24/4/2025).

Sri Mulyani memaparkan bahwa anggaran APBN dapat disalurkan kepada daerah melalui mekanisme Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), yang mencakup komponen Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, Dana otonomi khusus untuk daerah-daerah tertentu, dan Dana Desa. Selain itu, APBD provinsi maupun kabupaten/kota juga berpotensi menjadi sumber pendanaan, mengingat adanya transfer dana dari pusat untuk menjalankan anggaran dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami akan melihat berbagai kemungkinan eksisting transfer maupun apa yang bisa kami optimalkan. Jadi, semua kemungkinan kombinasi itu akan kami kaji bersama," tegas Sri Mulyani, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengeksplorasi seluruh potensi pendanaan yang tersedia.

Lebih lanjut, skema pendanaan yang diterapkan dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan. Dalam skema ini, modal awal bersumber dari Dana Desa, yang kemudian dikembangkan melalui kegiatan ekonomi produktif sehingga mampu menghasilkan pengembalian modal.

Sebelumnya, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai solusi ekonomi pedesaan yang mandiri dan tidak akan membebani APBN secara berlebihan. Ferry menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di pedesaan yang saling menguntungkan, sekaligus memutus jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol) yang merugikan masyarakat desa.

Melalui Inpres 2025, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi di desa dan kelurahan seluruh Indonesia hingga Juli 2025, dengan operasional dimulai pada September 2025. Anggaran operasional, yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar per koperasi, direncanakan bersumber dari gabungan APBN, APBD, dana desa, dan perbankan.

baca juga

Sri Mulyani menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan transparan dalam mengelola pendanaan Kopdes Merah Putih. Koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait, serta pelibatan pemerintah daerah dan sektor perbankan, menjadi kunci keberhasilan program ini.

Pemerintah menyadari bahwa pendanaan yang berkelanjutan dan efektif merupakan faktor krusial dalam mewujudkan tujuan Kopdes Merah Putih, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Oleh karena itu, kajian mendalam terhadap berbagai skema pendanaan terus dilakukan untuk memastikan alokasi anggaran yang optimal dan akuntabel.

Dengan pendekatan yang komprehensif dan terukur, pemerintah optimis bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan yang mampu memberikan dampak positif bagi jutaan masyarakat Indonesia. Skema pendanaan yang tepat dan berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan program ini dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juni 'Mengerikan' Menanti Prabowo: Beban Utang Jatuh Tempo Capai Rp 178 Triliun, Warisan Pandemi

Juni 'Mengerikan' Menanti Prabowo: Beban Utang Jatuh Tempo Capai Rp 178 Triliun, Warisan Pandemi

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 13:00 WIB

Sri Mulyani Jalin Komunikasi Intens dengan Dubes AS Soal Tarif Resiprokal

Sri Mulyani Jalin Komunikasi Intens dengan Dubes AS Soal Tarif Resiprokal

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 16:34 WIB

Ada Wacana Pemerintah Mau Alihkan Dana Desa untuk Bentuk KopDes Merah Putih

Ada Wacana Pemerintah Mau Alihkan Dana Desa untuk Bentuk KopDes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 15:32 WIB

Terkini

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Oversupply Nikel Makin Parah, Pemerintah Siapkan Moratorium Industri Setengah Jadi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

Bamsoet Tegaskan Hasil Pilpres 2024 Tetap Sah Usai Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:07 WIB

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan Kanan Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:03 WIB

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

MK Tak Temukan Bukti Pendidikan yang Memadai, Mengapa KPU Bisa Meloloskan Gibran?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Dari Gang Sempit di Duren Sawit, Warga Malaka Jaya Bangun Sistem Lingkungan Mandiri

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Kabar Baik Buat Peternak, Ada Wacana Pemberian Subsidi Pakan Ternak

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:00 WIB

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

BBM Pertalite Sempat Langka di Bali, Gimana Nasibnya Sekarang?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:50 WIB

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:42 WIB

×