Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

Tanam Perdana Cetak Sawah di Kapuas: Strategi Wujudkan Swasembada Pangan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 24 April 2025 | 15:59 WIB
Tanam Perdana Cetak Sawah di Kapuas: Strategi Wujudkan Swasembada Pangan
Petani menanam padi. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) secara resmi memulai kegiatan tanam perdana di lahan cetak sawah yang berlokasi di Desa Karya Bersama, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis nasional dalam rangka mendukung upaya swasembada pangan.

Tanam perdana dilakukan di lahan cetak sawah tahun 2025 yang dikelola oleh Kelompok Tani Bakti Persada dan Brigade Pangan Sumber Rejeki 1 dan 2. Program ini merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya di Kalimantan Tengah.

Direktur Jenderal PSP, Andi Nur Alam Syah menyampaikan, Kalimantan Tengah ditargetkan memiliki cetak sawah seluas 85.000 hektare. Hingga kini, sekitar 66.800 hektare telah dikontrakkan dan dalam proses pengerjaan.

Petani menanam padi. (Dok: Kementan)
Petani menanam padi. (Dok: Kementan)

“Hari ini kita melakukan penanaman perdana di lokasi cetak sawah di Desa Karya, Kecamatan Kapuas Murung, ada sekitar 215 ha yang akan dilaksanakan cetak sawah disini. Cetak sawah terus berjalan bertahap dan kami langsung lanjutkan dengan penanaman. Kami optimis target cetak sawah di Kalimantan Tengah ini bisa berhasil,” kata Andi saat menghadiri tanam perdana di Desa Karya Bersama, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (24/4/2025).

Untuk memastikan program berjalan lancar, Ditjen PSP bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan Satgas Swasembada Pangan, guna memastikan proses sesuai aturan dan mengatasi kendala di lapangan.

“Minggu ini tim Ditjen PSP lakukan monitoring dan evaluasi seluruh lokasi dari 66.000 hektare yang sedang dikerjakan. Siang ini juga kami bersama Satgas dan Kejaksaan Tinggi Kalteng akan mitigasi persoalan yang timbul. Kami optimis dan mohon doa agar program ini berhasil,” tambahnya.

Petani menanam padi. (Dok: Kementan)
Petani menanam padi. (Dok: Kementan)

Proses cetak sawah dilakukan bertahap dan langsung dilanjutkan dengan pengolahan tanah serta penanaman saat konstruksi lahan dinyatakan siap. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu dan memastikan lahan cepat produktif.

“Begitu konstruksi lahan mencapai progres yang tepat, langsung kita lanjutkan dengan pengolahan tanah dan tanam. Prinsipnya adalah optimalisasi waktu dan efektivitas lahan. Jangan tunggu semua selesai seratus persen, tapi tanam secepat mungkin di lahan yang sudah siap,” imbuhnya.

Langkah ini merupakan bentuk sinergi antara perencanaan teknis dan pemberdayaan petani setempat. Selain itu, program ini tidak hanya memperluas lahan sawah dan areal tanam, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan petani lokal, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemerintah berharap cetak sawah ini menjadi langkah nyata menuju swasembada pangan. ***

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Dampingi Presiden di Sumsel: Sistem Irigasi Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Pertanian

Mentan Dampingi Presiden di Sumsel: Sistem Irigasi Jadi Kunci Peningkatan Produktivitas Pertanian

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 11:35 WIB

Prabowo Targetkan RI Jadi Lumbung Pangan Dunia: Selama Pangan Aman, Nggak Usah Takut Saham Turun

Prabowo Targetkan RI Jadi Lumbung Pangan Dunia: Selama Pangan Aman, Nggak Usah Takut Saham Turun

News | Rabu, 23 April 2025 | 17:09 WIB

Prabowo Ungkap Strategi Swasembada Pangan, Salah Satunya Mau Bikin Kebun Bertingkat di Perkotaan

Prabowo Ungkap Strategi Swasembada Pangan, Salah Satunya Mau Bikin Kebun Bertingkat di Perkotaan

News | Rabu, 23 April 2025 | 16:42 WIB

Wamentan Sudaryono: Presiden Prabowo Ingin Kopdes Jadi Solusi Ekonomi Rakyat

Wamentan Sudaryono: Presiden Prabowo Ingin Kopdes Jadi Solusi Ekonomi Rakyat

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 16:15 WIB

Pesan Mahfud MD untuk Mentan Amran: Jangan Takut Berantas Mafia Pangan

Pesan Mahfud MD untuk Mentan Amran: Jangan Takut Berantas Mafia Pangan

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 20:22 WIB

Proyek Pengolahan Gabah Modern Senilai Rp 230,98 Miliar Garapan Waskita Sudah Beroperasi

Proyek Pengolahan Gabah Modern Senilai Rp 230,98 Miliar Garapan Waskita Sudah Beroperasi

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 13:05 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×