Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Mahasiswa Resah Lihat Situasi Ekonomi era Prabowo, Sindir dengan Bagi-bagi Beras ke Rakyat

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 25 April 2025 | 16:38 WIB
Mahasiswa Resah Lihat Situasi Ekonomi era Prabowo, Sindir dengan Bagi-bagi Beras ke Rakyat
Sindir situasi ekonomi era Prabowo, UKI Bagi-bagi beras ke masyarakat miskin. (Foto Ist).

Suara.com - Di tengah himpitan ekonomi yang kian terasa, potret kepedulian muncul dari kalangan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Ratusan warga sekitar kampus terlihat memadati area pembagian beras murah yang diinisiasi oleh para mahasiswa sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Aksi nyata ini kontras dengan isu merosotnya nilai rupiah dan ancaman inflasi yang belakangan menghantui perekonomian nasional.

Hendri Jayadi Pandiangan, Dekan Fakultas Hukum UKI, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Teknik dan Hukum, dengan Yukenriusman Hulu dari Prodi Teknik sebagai koordinator utama.

"Ini murni kegiatan Universitas Kristen Indonesia, jadi tidak membawa prodi. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, agar eksistensi UKI bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," ujar Hendri di Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Keputusan untuk membagikan beras bukannya tanpa alasan. Hendri mengungkapkan bahwa beras merupakan kebutuhan pokok utama yang paling mendesak bagi masyarakat saat ini. "Kebetulan yang kami kumpulkan ya beras, itu menjadi kebutuhan pokok, sehingga itu yang menjadi orientasi kami," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan UKI, dengan pernah membagikan takjil saat Ramadan dan sembako oleh ikatan alumni sebelumnya.

Menanggapi kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin menurun, Hendri memilih untuk fokus pada dampak nyata dari aksi mereka. "Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan komentar yang banyak soal itu, tetapi minimal apa yang kami lakukan ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Buktinya boleh kita lihat bahwa masyarakat sangat antusias untuk memperoleh itu," tuturnya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian tulus tanpa bermaksud "menjual kemiskinan".

Yukenriusman Hulu, Ketua Panitia kegiatan dari kalangan mahasiswa, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara meskipun sempat ada sedikit kendala koordinasi dengan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa 500 paket beras seberat 4 kilogram per paket disiapkan untuk 500 kepala keluarga.

"Yang datang hari ini sudah 500 orang, sudah memenuhi pembagian yang di-stock yang kita adakan dan hari ini kita senang bahwasanya masyarakat antusias terhadap kegiatan mahasiswa ini," ungkap Yukenriusman.

Lebih lanjut, Yukenriusman menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum, namun dengan prioritas utama bagi warga di lingkungan sekitar kampus. Hal ini sejalan dengan motto UKI untuk "melayani, bukan dilayani".

baca juga

Alasan utama mahasiswa memilih pembagian beras sebagai wujud tridharma perguruan tinggi ternyata berakar pada kegelisahan mereka melihat kondisi ekonomi terkini. Yukenriusman dengan lantang menyampaikan keprihatinannya terhadap merosotnya nilai rupiah yang menembus Rp 17.000 per dolar AS dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

"Sebenarnya gini, kenapa kita fokus pada beras? Karena ini adalah kebutuhan utama. Tapi berbicara tadi tentang melihat situasi hari ini, kami mahasiswa merasa gelisah ya melihat situasi hari ini baik dari sistem politik kita yang kurang baik, maka dalam hal ini, ketika kami lihat di beberapa media berita yang kita dapat bahwasanya kita ini kan sudah mulai inflasi, di mana nilai rupiah ini kan sudah enggak ada harganya lagi," tegas Yukenriusman.

Dengan nada prihatin, ia menambahkan, "Maka dalam hal ini mahasiswa antusias. Ini gerakan murni mahasiswa dan kampus untuk menjadi benteng terdepan karena kampus akan menjadi benteng terakhir ketika saat ini enggak ada apa namanya pembela mereka (masyarakat) saat ini, ketika kita melihat di sistem parlemen, undang-undang dibuat secara cuma-cuma, jadi ya mahasiswa dan kampus menjadi benteng terakhir seperti itu." katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fedi Nuril dan Istri Dapat Ancaman Imbas Kritik Prabowo: Saya Merasa Harus Bersuara

Fedi Nuril dan Istri Dapat Ancaman Imbas Kritik Prabowo: Saya Merasa Harus Bersuara

Entertainment | Jum'at, 25 April 2025 | 16:23 WIB

Masih Fokus Konsolidasi Muktamar, PPP No Comment soal Dukungan PAN untuk Prabowo Nyapres 2029

Masih Fokus Konsolidasi Muktamar, PPP No Comment soal Dukungan PAN untuk Prabowo Nyapres 2029

News | Jum'at, 25 April 2025 | 15:30 WIB

Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB