Mahasiswa Resah Lihat Situasi Ekonomi era Prabowo, Sindir dengan Bagi-bagi Beras ke Rakyat

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 25 April 2025 | 16:38 WIB
Mahasiswa Resah Lihat Situasi Ekonomi era Prabowo, Sindir dengan Bagi-bagi Beras ke Rakyat
Sindir situasi ekonomi era Prabowo, UKI Bagi-bagi beras ke masyarakat miskin. (Foto Ist).

Suara.com - Di tengah himpitan ekonomi yang kian terasa, potret kepedulian muncul dari kalangan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Ratusan warga sekitar kampus terlihat memadati area pembagian beras murah yang diinisiasi oleh para mahasiswa sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Aksi nyata ini kontras dengan isu merosotnya nilai rupiah dan ancaman inflasi yang belakangan menghantui perekonomian nasional.

Hendri Jayadi Pandiangan, Dekan Fakultas Hukum UKI, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif murni mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk Teknik dan Hukum, dengan Yukenriusman Hulu dari Prodi Teknik sebagai koordinator utama.

"Ini murni kegiatan Universitas Kristen Indonesia, jadi tidak membawa prodi. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, agar eksistensi UKI bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar," ujar Hendri di Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Keputusan untuk membagikan beras bukannya tanpa alasan. Hendri mengungkapkan bahwa beras merupakan kebutuhan pokok utama yang paling mendesak bagi masyarakat saat ini. "Kebetulan yang kami kumpulkan ya beras, itu menjadi kebutuhan pokok, sehingga itu yang menjadi orientasi kami," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan UKI, dengan pernah membagikan takjil saat Ramadan dan sembako oleh ikatan alumni sebelumnya.

Menanggapi kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin menurun, Hendri memilih untuk fokus pada dampak nyata dari aksi mereka. "Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan komentar yang banyak soal itu, tetapi minimal apa yang kami lakukan ini memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Buktinya boleh kita lihat bahwa masyarakat sangat antusias untuk memperoleh itu," tuturnya, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian tulus tanpa bermaksud "menjual kemiskinan".

Yukenriusman Hulu, Ketua Panitia kegiatan dari kalangan mahasiswa, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara meskipun sempat ada sedikit kendala koordinasi dengan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa 500 paket beras seberat 4 kilogram per paket disiapkan untuk 500 kepala keluarga.

"Yang datang hari ini sudah 500 orang, sudah memenuhi pembagian yang di-stock yang kita adakan dan hari ini kita senang bahwasanya masyarakat antusias terhadap kegiatan mahasiswa ini," ungkap Yukenriusman.

Lebih lanjut, Yukenriusman menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum, namun dengan prioritas utama bagi warga di lingkungan sekitar kampus. Hal ini sejalan dengan motto UKI untuk "melayani, bukan dilayani".

baca juga

Alasan utama mahasiswa memilih pembagian beras sebagai wujud tridharma perguruan tinggi ternyata berakar pada kegelisahan mereka melihat kondisi ekonomi terkini. Yukenriusman dengan lantang menyampaikan keprihatinannya terhadap merosotnya nilai rupiah yang menembus Rp 17.000 per dolar AS dan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat.

"Sebenarnya gini, kenapa kita fokus pada beras? Karena ini adalah kebutuhan utama. Tapi berbicara tadi tentang melihat situasi hari ini, kami mahasiswa merasa gelisah ya melihat situasi hari ini baik dari sistem politik kita yang kurang baik, maka dalam hal ini, ketika kami lihat di beberapa media berita yang kita dapat bahwasanya kita ini kan sudah mulai inflasi, di mana nilai rupiah ini kan sudah enggak ada harganya lagi," tegas Yukenriusman.

Dengan nada prihatin, ia menambahkan, "Maka dalam hal ini mahasiswa antusias. Ini gerakan murni mahasiswa dan kampus untuk menjadi benteng terdepan karena kampus akan menjadi benteng terakhir ketika saat ini enggak ada apa namanya pembela mereka (masyarakat) saat ini, ketika kita melihat di sistem parlemen, undang-undang dibuat secara cuma-cuma, jadi ya mahasiswa dan kampus menjadi benteng terakhir seperti itu." katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fedi Nuril dan Istri Dapat Ancaman Imbas Kritik Prabowo: Saya Merasa Harus Bersuara

Fedi Nuril dan Istri Dapat Ancaman Imbas Kritik Prabowo: Saya Merasa Harus Bersuara

Entertainment | Jum'at, 25 April 2025 | 16:23 WIB

Masih Fokus Konsolidasi Muktamar, PPP No Comment soal Dukungan PAN untuk Prabowo Nyapres 2029

Masih Fokus Konsolidasi Muktamar, PPP No Comment soal Dukungan PAN untuk Prabowo Nyapres 2029

News | Jum'at, 25 April 2025 | 15:30 WIB

Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 15:05 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×