Harga Emas Melambung, Karena Ekonomi RI Goyang? Istana: Jangan Lebay!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 30 April 2025 | 11:12 WIB
Harga Emas Melambung, Karena Ekonomi RI Goyang? Istana: Jangan Lebay!
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (tangkap layar)

Suara.com - Kenaikan harga emas yang mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir memicu beragam spekulasi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa menghubungkan lonjakan harga emas dengan sinyal ketidakstabilan ekonomi Indonesia adalah interpretasi yang terlalu berlebihan alias lebay.

"Bahwa ada beberapa yang beranggapan kenaikan-kenaikan ini apakah sebuah sinyal kekhawatiran tentang kondisi ekonomi, saya kira itu terlalu berlebihan," ujar Prasetyo dalam keterangannya dikutip Rabu (30/4/2025).

Prasetyo pun berusaha meredam kekhawatiran yang mungkin timbul akibat fluktuasi harga emas.

Ia menekankan pentingnya menyampaikan masukan dan pandangan yang konstruktif serta membangun optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional.  

Meskipun demikian, Istana tidak mengabaikan berbagai pandangan yang berkembang. Prasetyo mengapresiasi setiap masukan dan menekankan pentingnya kewaspadaan dalam mengelola perekonomian serta merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat.

"Mari kita jadikan sebagai peringatan untuk kita terus waspada di dalam mengelola perekonomian kita dan di dalam merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi bangsa kita," kata dia.  

Prasetyo menjelaskan bahwa kenaikan harga emas di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kenaikan harga emas dunia, yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang kompleks.

Konflik dan ketegangan internasional, serta ketidakpastian ekonomi global, telah meningkatkan permintaan emas secara signifikan.  

baca juga

"Faktor-faktor tersebut menyebabkan mekanisme pasar bekerja, sehingga harga-harga emas dan komoditas-komoditas utama dunia ikut naik, termasuk di dalam negeri," jelas Prasetyo.  

Selain faktor global, Prasetyo juga menyoroti faktor lokal yang turut mempengaruhi harga emas di Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia masih menganggap emas sebagai instrumen investasi yang aman dan stabil.

Kecenderungan kenaikan harga emas, menurutnya, justru mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk emas, sehingga meningkatkan permintaan dan pada akhirnya mempengaruhi harga.

Lebih lanjut, Prasetyo menyinggung kehadiran bank emas atau bullion bank yang baru-baru ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai bahwa bullion bank memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi emas dengan lebih baik dan aman.

Keberadaan institusi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas dan memperkuat pasar emas domestik.  

"Ini beberapa faktor yang menyebabkan kecenderungan harga emas kita naik," pungkas Prasetyo, merangkum berbagai faktor yang mempengaruhi dinamika harga emas di Indonesia.

Pernyataan Mensesneg Prasetyo Hadi ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas psikologis pasar dan meredam spekulasi yang tidak perlu.

Pemerintah mengakui adanya tantangan ekonomi global dan domestik, namun menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih stabil dan terkendali.

Meskipun demikian, pemerintah tetap menekankan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam mengelola perekonomian.

Pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik, serta merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kepentingan masyarakat.  

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tetap rasional dalam menghadapi fluktuasi harga emas.

Menurut dia investasi emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik, namun masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan melakukan investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing dari produk investasi.

Pernyataan ini diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa pemerintah terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk berinvestasi emas melalui instrumen yang aman dan terpercaya, seperti bullion bank, sebagai bagian dari strategi diversifikasi investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keppres Pembentukan Satgas Negosiasi Tarif AS Belum Terbit, Pemerintah Lagi Koordinasi

Keppres Pembentukan Satgas Negosiasi Tarif AS Belum Terbit, Pemerintah Lagi Koordinasi

News | Rabu, 30 April 2025 | 10:38 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Cuma Turun Rp1.000

Harga Emas Antam Hari Ini Cuma Turun Rp1.000

News | Rabu, 30 April 2025 | 09:52 WIB

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp1.965.000/Gram

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp1.965.000/Gram

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×