Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?

Achmad Fauzi

Rabu, 30 April 2025 | 16:33 WIB
Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa cemerlang di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan sore hari ini, rupiah ditutup menguat tajam sebesar 158 poin ke level Rp16.603 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.758.

Penguatan ini bahkan sempat menyentuh 165 poin di sesi perdagangan sebelumnya.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa penguatan rupiah kali ini tidak lepas dari melemahnya posisi dolar AS di pasar global.

Menurutnya, ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran para pelaku pasar dan investor atas prospek pertumbuhan ekonomi global, sehingga banyak investor menarik banyak dananya di negara berkembang. 

"Kebijakan tarif Presiden Trump yang berubah-ubah menciptakan ketidakpastian. Pasar menjadi ragu-ragu, dan ini berdampak pada melemahnya dolar AS. Rupiah memanfaatkan momentum ini," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (30/4/2025).

Ibrahim menyoroti bahwa sejumlah data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan Tiongkok semakin menambah tekanan terhadap greenback. Data keyakinan konsumen AS, misalnya, turun ke level terendah dalam hampir lima tahun pada April, di tengah kekhawatiran terhadap kebijakan tarif.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Ini sinyal bahwa konsumen mulai pesimis, dan pasar langsung merespons dengan melepas dolar. Apalagi dengan rencana Trump yang ingin melunakkan tarif otomotif, tapi justru membuat arah kebijakan makin tidak jelas,” kata Ibrahim.

Sementara itu, dari China, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi menunjukkan aktivitas manufaktur menyusut lebih dari perkiraan. Eskalasi perang dagang dengan tarif 145 persen dari AS membuat ekspor Tiongkok terpukul, memicu perlambatan di awal kuartal kedua 2025.

"Kondisi ini mencerminkan tekanan global yang tidak bisa dihindari. Tapi Indonesia cukup beruntung karena punya pondasi ekonomi yang relatif kuat," imbuh Ibrahim.

Di sisi domestik, pemerintah Indonesia merespons proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen dari IMF dan Bank Dunia dengan nada optimis. Pemerintah bahkan tetap menargetkan pertumbuhan mencapai 5,2 persen melalui kerja sama lintas sektor dan upaya memperkuat investasi.

baca juga

Ibrahim menilai optimisme pemerintah ini menjadi bahan bakar tambahan bagi rupiah untuk tetap tangguh di tengah kondisi yang tidak pasti akibat perang dagang hingga geopolitik.

"Pasar melihat ada sinyal positif dari dalam negeri. Inflasi terkendali, konsumsi tetap kuat, dan pemerintah aktif meninjau regulasi untuk memperlancar investasi. Ini semua menjadi alasan kuat bagi investor asing untuk tetap memegang rupiah," beber dia.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar, sembari terus berkoordinasi dengan sektor swasta dan lembaga lainnya.

Untuk awal pekan depan, Ibrahim memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, namun tetap berpeluang melanjutkan penguatan. Rentang perdagangan diperkirakan berada di kisaran Rp16.540 hingga Rp16.610 per dolar AS.

"Sentimen global akan tetap menjadi penggerak utama. Tapi kalau tren penguatan ini bisa dijaga, ada kemungkinan rupiah menembus support penting di bawah Rp16.600," kata dia.

Meski begitu, Ibrahim tetap mengingatkan agar pelaku pasar waspada terhadap dinamika global yang sangat cepat berubah. Ketegangan geopolitik, data ekonomi baru dari AS, serta arah kebijakan moneter The Fed bisa dengan cepat mengubah arah pasar.

"Pasar saat ini sangat sensitif. Kabar baik bisa bikin euforia, tapi kabar buruk sedikit saja bisa langsung bikin dolar rebound. Jadi tetap hati-hati," kata Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 15:07 WIB

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 14:27 WIB

Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 17:08 WIB

Terkini

BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini

BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:50 WIB

Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan

Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:50 WIB

Sepatu On Cloud Ori Apakah Dijual di Shopee? Begini Cara Membeli Produk Asli yang Aman

Sepatu On Cloud Ori Apakah Dijual di Shopee? Begini Cara Membeli Produk Asli yang Aman

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:47 WIB

IU Tunda Konser dan Perilisan Album Baru, Imbas Kondisi Kesehatan Memburuk

IU Tunda Konser dan Perilisan Album Baru, Imbas Kondisi Kesehatan Memburuk

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:40 WIB

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

Tiga Titik Putaran Balik di Cakung-Cilincing Bakal Ditutup Setiap Sore Sampai Arus Lalin Lancar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

MultiRealm Games Bidik Amerika Latin hingga Eropa di Tengah Ledakan Industri Game

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:35 WIB

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:34 WIB

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak, Solusi atau Masalah?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

5 Cara Merawat Kuku agar Tidak Mudah Patah, Lindungi dengan Langkah Sederhana Ini

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:30 WIB

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Apa Tema Hari Anak Nasional Tahun 2026? Ini Maknanya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:25 WIB

×