Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.107

Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 30 April 2025 | 16:33 WIB
Rupiah Terbang Tinggi, Dolar AS Bertekuk Lutut Akibat Ulah Trump?
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa cemerlang di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan sore hari ini, rupiah ditutup menguat tajam sebesar 158 poin ke level Rp16.603 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.758.

Penguatan ini bahkan sempat menyentuh 165 poin di sesi perdagangan sebelumnya.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa penguatan rupiah kali ini tidak lepas dari melemahnya posisi dolar AS di pasar global.

Menurutnya, ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memicu kekhawatiran para pelaku pasar dan investor atas prospek pertumbuhan ekonomi global, sehingga banyak investor menarik banyak dananya di negara berkembang. 

"Kebijakan tarif Presiden Trump yang berubah-ubah menciptakan ketidakpastian. Pasar menjadi ragu-ragu, dan ini berdampak pada melemahnya dolar AS. Rupiah memanfaatkan momentum ini," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Rabu (30/4/2025).

Ibrahim menyoroti bahwa sejumlah data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan Tiongkok semakin menambah tekanan terhadap greenback. Data keyakinan konsumen AS, misalnya, turun ke level terendah dalam hampir lima tahun pada April, di tengah kekhawatiran terhadap kebijakan tarif.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Ini sinyal bahwa konsumen mulai pesimis, dan pasar langsung merespons dengan melepas dolar. Apalagi dengan rencana Trump yang ingin melunakkan tarif otomotif, tapi justru membuat arah kebijakan makin tidak jelas,” kata Ibrahim.

Sementara itu, dari China, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi menunjukkan aktivitas manufaktur menyusut lebih dari perkiraan. Eskalasi perang dagang dengan tarif 145 persen dari AS membuat ekspor Tiongkok terpukul, memicu perlambatan di awal kuartal kedua 2025.

"Kondisi ini mencerminkan tekanan global yang tidak bisa dihindari. Tapi Indonesia cukup beruntung karena punya pondasi ekonomi yang relatif kuat," imbuh Ibrahim.

Di sisi domestik, pemerintah Indonesia merespons proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen dari IMF dan Bank Dunia dengan nada optimis. Pemerintah bahkan tetap menargetkan pertumbuhan mencapai 5,2 persen melalui kerja sama lintas sektor dan upaya memperkuat investasi.

Ibrahim menilai optimisme pemerintah ini menjadi bahan bakar tambahan bagi rupiah untuk tetap tangguh di tengah kondisi yang tidak pasti akibat perang dagang hingga geopolitik.

"Pasar melihat ada sinyal positif dari dalam negeri. Inflasi terkendali, konsumsi tetap kuat, dan pemerintah aktif meninjau regulasi untuk memperlancar investasi. Ini semua menjadi alasan kuat bagi investor asing untuk tetap memegang rupiah," beber dia.

Ia juga mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar, sembari terus berkoordinasi dengan sektor swasta dan lembaga lainnya.

Untuk awal pekan depan, Ibrahim memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, namun tetap berpeluang melanjutkan penguatan. Rentang perdagangan diperkirakan berada di kisaran Rp16.540 hingga Rp16.610 per dolar AS.

"Sentimen global akan tetap menjadi penggerak utama. Tapi kalau tren penguatan ini bisa dijaga, ada kemungkinan rupiah menembus support penting di bawah Rp16.600," kata dia.

Meski begitu, Ibrahim tetap mengingatkan agar pelaku pasar waspada terhadap dinamika global yang sangat cepat berubah. Ketegangan geopolitik, data ekonomi baru dari AS, serta arah kebijakan moneter The Fed bisa dengan cepat mengubah arah pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

4 Jenis Uang Rupiah Ini Sudah Tidak Bisa Digunakan

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 15:07 WIB

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Pi Network dan Pi Coin Mencuri Perhatian Lagi, Intip Fakta-Fakta Uniknya

Bisnis | Minggu, 27 April 2025 | 14:27 WIB

Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 17:08 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB