Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Achmad Fauzi

Jum'at, 25 April 2025 | 17:08 WIB
Rupiah Berotot Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pemicunya
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif namun berakhir menguat tipis pada perdagangan Jumat sore. Banyak faktor yang membuat rupiah berotot terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, misalnya masalah perang dagang hingga kondisi geopolitik.

Rupiah ditutup di level Rp16.829,5 per dolar AS, menguat 43 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.872,5, meski sempat menyentuh penguatan hingga 75 poin di awal sesi.

Penguatan ini terjadi di tengah sentimen eksternal dan internal yang masih dinamis. Dari sisi global, indeks dolar AS justru mengalami pelemahan akibat ketidakpastian arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) serta memanasnya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Pasar keuangan global mencermati pernyataan yang saling bertolak belakang dari Washington dan Beijing mengenai negosiasi perdagangan. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya sedang berdialog dengan Tiongkok. Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Beijing, yang menyebut belum ada perundingan perdagangan yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, pernyataan dovish dari sejumlah pejabat The Fed memperkuat spekulasi pasar bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan Juni. Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga bisa dilakukan secepatnya jika data ekonomi, khususnya terkait risiko resesi, mendukung langkah tersebut. Nada serupa disampaikan Gubernur Fed, Christopher Waller, yang menekankan kemungkinan pemangkasan jika pelemahan pasar tenaga kerja berlanjut.

"Prospek pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh The Fed sangat terbuka. Pasar bahkan memperkirakan ada kemungkinan tiga kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun ini," ujar Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi seperti dikutip dalam keterangannya, Jumat (25/4/2025).

Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ibrahim mengatakan, situasi global semakin tidak menentu setelah Rusia melancarkan serangan rudal dan drone terbesar ke Kyiv dalam kurun hampir satu tahun terakhir. Serangan tersebut menandai eskalasi signifikan dalam konflik Rusia-Ukraina, memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump yang mengecam langsung Presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump mendesak agar agresi segera dihentikan dan memperingatkan bahwa langkah Rusia itu mengancam proses negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung. Ketegangan geopolitik ini menambah tekanan bagi aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga acuan dari level saat ini sebesar 5,75 persen. Langkah ini dirancang dengan pertimbangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

baca juga

BI juga terus melakukan intervensi ganda, baik di pasar spot maupun non-deliverable forward (NDF), baik domestik maupun off-shore, guna meredam gejolak rupiah di tengah tekanan eksternal.

“Respons kebijakan BI sejauh ini memberikan hasil positif, yang tercermin dari perkembangan nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan bahkan cenderung menguat dalam beberapa hari terakhir,” tambah Ibrahim.

Ia menilai bahwa ketahanan eksternal ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi guncangan global, berkat tiga indikator utama:

  1. Defisit transaksi berjalan yang rendah, diperkirakan hanya 0,5–1,3 persen dari PDB
  2. Kuatnya arus masuk modal dan investasi asing yang menutup defisit transaksi berjalan
  3. Cadangan devisa yang tinggi, sebesar USD157,1 miliar hingga akhir Maret 2025, cukup untuk membiayai 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Rupiah Kena Imbas Melaju Lemah Hari Ini

Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Rupiah Kena Imbas Melaju Lemah Hari Ini

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 17:12 WIB

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Sri Mulyani Sebut Rupiah Tahan Banting

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 15:06 WIB

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Analis Core Indonesia: Proteksionisme AS Ancam Penerimaan Pajak dan Bebani Utang Negara

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 12:33 WIB

Terkini

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Gubsu Bobby Nasution: Pemprov Sumut Bantu Beasiswa 20 Dokter di Kepulauan Nias

Gubsu Bobby Nasution: Pemprov Sumut Bantu Beasiswa 20 Dokter di Kepulauan Nias

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Hadiri Indonesia-China Bridge Forum, Ketua DPD RI Ajak Investor Asing Kembangkan Properti Perumahan

Hadiri Indonesia-China Bridge Forum, Ketua DPD RI Ajak Investor Asing Kembangkan Properti Perumahan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:52 WIB

×