LPDB Ungkap Strategi Pendampingan Agar Koperasi Tidak Sekadar Pinjam Uang

Achmad Fauzi

Selasa, 06 Mei 2025 | 08:06 WIB
LPDB Ungkap Strategi Pendampingan Agar Koperasi Tidak Sekadar Pinjam Uang
Ilustrasi Koperasi Tabur Benih/ist

Suara.com - Akses permodalan masih menjadi persoalan utama bagi banyak koperasi di Indonesia. Namun, Koperasi Produsen Tabur Benih Melati di Subang, Jawa Barat, menunjukkan bahwa dukungan pembiayaan yang tepat bisa membawa dampak signifikan.

Sejak menerima dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) pada 2021, koperasi ini berhasil meningkatkan produksi benih padi dari sekitar 1.000 ton menjadi lebih dari 3.000 ton per tahun.

Ketua Pengurus Koperasi Tabur Benih Melati, Khairul Anam Syah, mengatakan bahwa koperasi yang berdiri sejak 2016 itu awalnya dibentuk sebagai upaya untuk mengorganisir petani dan buruh tani agar memiliki kepastian usaha dan penghasilan.

"Sebelumnya produksi kami terbatas, tapi setelah ada bantuan modal dari LPDB, kapasitas dan jangkauan distribusi meningkat," ujarnya seprti dikutip, Selasa (6/5/2025).

Koperasi ini kini memproduksi 14 varietas benih padi dan mendistribusikannya ke berbagai wilayah di Indonesia. Khairul menyebut bahwa kepastian dalam pembelian hasil panen, harga, dan pembayaran kepada petani menjadi salah satu efek positif dari akses modal tersebut.

Saat ini koperasi memiliki lebih dari 30 anggota dan mempekerjakan sekitar 80 pegawai.

Meski demikian, kisah Koperasi Tabur Benih Melati juga menggarisbawahi tantangan struktural yang dihadapi banyak koperasi di sektor pertanian: sulitnya mengakses pembiayaan yang terjangkau dan sesuai kebutuhan.

Laporan LPDB menyebutkan bahwa koperasi produktif di sektor riil masih menghadapi hambatan dalam hal perizinan, kelayakan usaha, dan kesiapan administrasi.

Direktur Utama LPDB, Supomo, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menjembatani kesenjangan akses modal koperasi melalui penyaluran dana bergulir yang disertai dengan pendampingan.

baca juga

"Kisah koperasi ini menunjukkan bahwa jika akses modal tersedia dan dikelola dengan baik, koperasi bisa berkembang," imbuh dia.

LPDB mencatat bahwa selain pembiayaan, pendampingan tata kelola dan pelatihan menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat koperasi.

Supomo juga menekankan pentingnya membangun ekosistem koperasi agar tidak hanya bergantung pada pinjaman, tapi bisa berkembang secara mandiri dan profesional.

Saat ini, LPDB menyasar koperasi di sektor-sektor strategis seperti pangan dan pertanian untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Namun, tantangan klasik seperti minimnya literasi keuangan, lemahnya kelembagaan koperasi, dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Supomo menambahkan, LPDB terus berupaya memperluas akses pembiayaan kepada koperasi di berbagai sektor strategis melalui pendekatan inklusif, akuntabel, dan pendampingan berkelanjutan.

"Kami ingin koperasi menjadi aktor utama dalam transformasi ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan," imbuh dia.

Beri Pembiayaan Syariah

LPDB mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan umat melalui penguatan ekosistem koperasi syariah di Indonesia. Salah satu fokus utama LPDB adalah memberikan dukungan pembiayaan dana bergulir kepada koperasi, khususnya yang berbasis syariah dan berorientasi pada pengembangan pondok pesantren.

Koperasi terbukti menjadi wadah yang efektif dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memberdayakan umat. Dengan prinsip gotong royong dan kebersamaan, koperasi mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta masyarakat luas.

Dalam konteks ekonomi syariah, koperasi memiliki peran strategis dalam mengembangkan model bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, termasuk dalam pengelolaan dana dan kegiatan usaha.

Supomo mengungkapkan melalui penyaluran dana bergulir, LPDB berupaya mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren dan koperasi terutama koperasi pondok pesantren yang memang memiliki karakteristik kekuatan dari sisi emosional dan spiritual yang dibangun oleh pendiri atau pengasuhnya.

Dukungan pembiayaan ini memungkinkan pondok pesantren untuk mengembangkan unit usaha yang sehat dan berkelanjutan, seperti unit usaha perdagangan, pertanian, peternakan, jasa, dan lainnya.

Hal ini tidak hanya memberikan sumber pendapatan bagi pondok pesantren, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi santri dan masyarakat sekitar.

"LPDB sangat antusias dalam memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi syariah melalui pembiayaan syariah kepada koperasi di seluruh Indonesia. Kami melihat potensi besar dalam koperasi sebagai pilar penting dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan dan mensejahterakan umat. Dukungan kami ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi syariah nasional," ujar Supomo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Jaminan: Solusi untuk Pebisnis Pemula

Cara Mendapatkan Modal Usaha Tanpa Jaminan: Solusi untuk Pebisnis Pemula

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:46 WIB

Modal Asing Indonesia Sudah Kabur Rp 49,56 Triliun Selama 4 Bulan

Modal Asing Indonesia Sudah Kabur Rp 49,56 Triliun Selama 4 Bulan

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 06:57 WIB

Dua Koperasi di Kalteng Bakal Jadi Proyek Percontohan Kopdes Merah Putih

Dua Koperasi di Kalteng Bakal Jadi Proyek Percontohan Kopdes Merah Putih

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 08:22 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×