Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

7 Perusahaan Startup Asal India PHK 1.602 Karyawan

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 08 Mei 2025 | 16:17 WIB
7 Perusahaan Startup Asal India PHK 1.602 Karyawan
Ilustrasi karyawan di-PHK (pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menghantui beberapa negara. Salah satunya adalah  Menurut data dari layoffs.fyi—platform global yang melacak ada tujuh perusahan yang memangkas karyawannya.

Sebanyak  tujuh startup India yang telah memberhentikan 1.602 karyawan pada tahun 2025 sejauh ini. Ini menandai penurunan tajam dari periode yang sama tahun lalu ketika 20 perusahaan memberhentikan 3.355 pekerja.

Penurunan signifikan dalam jumlah perusahaan yang menerapkan PHK dan jumlah total staf yang terdampak menandakan titik balik potensial bagi ekosistem startup India.

Meskipun sektor ini masih jauh dari pertumbuhan pesat dan hiruk pikuk perekrutan tahun 2021, era pemutusan hubungan kerja besar-besaran tampaknya masih terjadi.

Adapun, para pendiri mengalihkan fokus dari strategi bertahan hidup ke pertumbuhan berkelanjutan. Pada tahun 2024, sektor startup India masih tertekan, dengan lebih dari 9.000 karyawan diberhentikan di 44 perusahaan.

Pemangkasan biaya yang meluas, restrukturisasi, dan iklim pendanaan yang lesu memaksa para pemain besar seperti Byju’s, Paytm, Flipkart, Swiggy, dan Ola Electric—untuk melakukan PHK skala besar. Pemutusan hubungan kerja ini tidak hanya terbatas pada peran non-inti tetapi meluas hingga ke tim teknik dan operasi.

Di antara PHK paling signifikan pada tahun 2025 adalah Ola Electric Mobility, yang dilaporkan memberhentikan sekitar 1.000 karyawan dan pekerja kontrak selama periode dua bulan.

Perusahaan tersebut belum secara resmi mengonfirmasi angka tersebut tetapi diyakini sedang merampingkan operasinya menjelang IPO yang sangat dinanti-nantikan.

Sementara itu, platform pesan percakapan Gupshup memberhentikan sekitar 200 staf, dan pasar mobil bekas Cars24 juga mengurangi tenaga kerjanya sekitar 200 karyawan.

baca juga

Perusahaan rintisan hiburan audio Pocket FM memangkas 75 pekerjaan pada bulan Januari, mengaitkan keputusan tersebut dengan langkah strategis yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan mempercepat profitabilitas. Platform media sosial ShareChat memberhentikan 27 karyawan kurang dari 5% dari tenaga kerjanya sebagai bagian dari siklus tinjauan kinerja tahunannya.

Menurut data dari Tracxn, perusahaan rintisan teknologi India mengumpulkan 2,5 miliar dollar AS pada kuartal pertama tahun ini. Ini merupakan peningkatan sebesar 13% dari kuartal sebelumnya dan kenaikan sebesar 8,7% dari tahun ke tahun.

India sekarang berada di peringkat ketiga tujuan pendanaan perusahaan rintisan terbesar secara global, hanya di belakang Amerika Serikat dan Inggris Raya. Kembalinya minat investor, meskipun sederhana, membantu perusahaan rintisan tahap awal dan tahap pertumbuhan merasa lebih percaya diri dalam mempertahankan jumlah tenaga kerja.

Momentum pendanaan ini, dikombinasikan dengan pelajaran yang dipetik selama masa penurunan ekonomi, mendorong para pendiri perusahaan untuk mengambil pendekatan yang lebih terukur terhadap pertumbuhan—yang berfokus pada ekonomi unit, tim yang ramping, dan kelangsungan hidup jangka panjang daripada skala yang cepat.

Secara global, industri teknologi juga mengalami perlambatan dalam pemutusan hubungan kerja. Sejauh ini pada tahun 2025, sekitar 112 perusahaan di seluruh dunia telah memberhentikan lebih dari 51.000 karyawan, menurut layoffs.fyi. Ini merupakan penurunan yang signifikan dari hampir 79.700 kehilangan pekerjaan yang dilaporkan selama jangka waktu yang sama tahun lalu.

Saat ini  laju PHK menunjukkan bahwa perusahaan—terutama di sektor teknologi dan perusahaan rintisan—mungkin bergerak melampaui mode krisis. Setelah dua tahun restrukturisasi agresif sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga, pembekuan pendanaan, dan penurunan permintaan konsumen, bisnis kini beralih ke stabilitas.

Meskipun angka-angka untuk tahun 2025 sejauh ini menggembirakan, pemulihan masih dalam tahap awal, dan ketidakpastian ekonomi makro masih ada. Konflik global, tekanan inflasi, dan sentimen investor yang berfluktuasi terus menimbulkan risiko bagi bisnis yang sedang berkembang.

Namun, fakta bahwa semakin sedikit perusahaan yang memberhentikan lebih sedikit orang merupakan tanda yang menjanjikan. Jika lingkungan pendanaan terus membaik dan perusahaan rintisan berpegang pada strategi keuangan yang lebih disiplin, ekosistem perusahaan rintisan India dapat memasuki fase yang lebih matang dan tangguh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang

Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang

Foto | Senin, 22 Juni 2026 | 06:00 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan

Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:30 WIB

Terkini

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:20 WIB

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB