Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB
Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan
Ilustrasi produsen apparel Nike (Shutterstock)
  • Nike PHK 1.400 karyawan global demi efisiensi operasional dan perampingan sektor teknologi.
  • Saham Nike anjlok 50% dalam 3 tahun akibat persaingan ketat dari brand On, Hoka, dan Anta.
  • Penjualan di China diprediksi anjlok 20%, memaksa Nike fokus pada inovasi dan integrasi pasokan.

Suara.com - Raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.400 karyawan secara global. Ini adalah gelombang PHK lanjutan yang telah dilakukan perusahaan.

Dalam memo internal yang bocor, Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy, mengungkapkan bahwa langkah pahit ini diambil untuk merampingkan operasional perusahaan. Fokus pemangkasan menyasar sektor teknologi yang tersebar di wilayah Amerika Utara, Asia, dan Eropa.

Langkah ini seolah menjadi jilid lanjutan dari upaya bersih-bersih perusahaan. Sebelumnya pada Januari lalu, Nike telah merumahkan sekitar 775 posisi demi mempercepat proses otomatisasi di internal mereka.

Menariknya, meski dihantam kabar PHK, saham Nike justru terpantau naik tipis sekitar 0.5% dalam perdagangan after-hours. Namun, jika ditarik garis lebih jauh, kondisi keuangan Nike sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. Dalam tiga tahun terakhir, nilai saham perusahaan telah tergerus lebih dari 50%.

CEO Nike yang baru menjabat pada 2024, Elliott Hill, kini memikul beban berat. Ia berupaya mengembalikan "DNA" Nike ke akar olahraga inti seperti lari dan sepak bola. Meski sepatu Nike Vomero 18 sukses mencetak penjualan US$100 juta (sekitar Rp1,7 triliun) dalam tiga bulan, namun inovasi produk secara keseluruhan belum mampu menarik minat pasar secara konsisten.

Nike juga masih terjebak dalam perang diskon besar-besaran demi menghabiskan stok lama, yang berujung pada tertekannya margin keuntungan.

Masa depan jangka pendek Nike masih diselimuti awan mendung. Perusahaan memproyeksikan penjualan bakal turun 2% hingga 4% pada kuartal berjalan. Bahkan, pasar China yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan, diperkirakan bakal anjlok drastis hingga 20%.

Analis Morningstar, David Swartz, menilai kondisi ini menunjukkan masalah sistemik yang lebih dalam. "Nike seharusnya sudah lebih jauh dalam pemulihannya sekarang," kritiknya. Ia menduga perusahaan mengalami surplus tenaga kerja akibat strategi manajemen masa lalu yang kurang efisien.

Senada dengan itu, analis M Science, Drake MacFarlane, menyebut kabar PHK ini bukan hal yang mengejutkan bagi industri. "Ini berita besar, tetapi tidak mengejutkan," ujarnya singkat.

Ke depan, Nike berencana menyatukan rantai pasok material dan memusatkan operasi teknologi di dua hub utama: Beaverton (Oregon) dan India. Publik kini menanti, apakah perampingan ini mampu membawa sang raksasa kembali berlari kencang, atau justru semakin tertinggal oleh para pesaingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nike Vomero Serinya Apa Saja? Ini 5 Pilihan Sepatu All Rounder Terbaik untuk Lari

Nike Vomero Serinya Apa Saja? Ini 5 Pilihan Sepatu All Rounder Terbaik untuk Lari

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 08:14 WIB

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?

Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:34 WIB

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Ditanya soal Jakarta Mati Listrik Massal, Wamen ESDM Yuliot Tanjung: Saya Juga Kena Dampak!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Emiten Bank BTPN Tetapkan Dividen Rp 101,11 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:15 WIB

Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%

Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 13:58 WIB

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 13:18 WIB

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:57 WIB

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 11:31 WIB