Menaker Ingatkan Perusahaan Karyawan Salah Satu Aset Besar

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:16 WIB
Menaker Ingatkan Perusahaan Karyawan Salah Satu Aset Besar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli mengunjungi perusahaan Sritex Grup PT Primayudha Mandiri Jaya di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (18/3/2025). [ANTARA/Aris Wasita]

Suara.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Yassierli menegaskan, Aset besar perusahaan adalah karyawan. Menurutnya, karena karyawan adalah aset besar, maka keselamatan dan kesehatannya dalam melakukan pekerjaan, harus jadi perhatian.

Budaya Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3), harus dibangun dengan baik oleh perusahaan.

Dalam sambutannya di ajang World Safety Organization Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2025, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Mei 2025, Menaker mengingatkan agar rasa sayang dan peduli peduli terhadap karyawan yang merupakan aset perusahaan, harus dijaga.

"Kita sayang dengan aset besar kita itu adalah, tenaga kerja. Karena itulah kita care (peduli). Bukan karena kalau saya tidak peduli, nanti kecelakaan kerja nanti kemudian saya diomelin atau dipecat sama komisaris. Bukan karena itu esensinya," kata Yassierli.

Yassierli juga menyampaikan soal pentingnya hubungan industrial yang harmonis, sebagai kunci dalam membangun budaya K3 yang kuat di Indonesia, serta transformasi budaya K3 yang menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

WISCA merupakan acara tahunan yang merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan untuk praktik terbaik dalam penerapan aspek K3, dan menjadikan K3 sebagai budaya di Perusahaan. Tahun ini, tema yang diusung adalah ‘Dampak Teknologi terhadap Keselamatan.'

Dalam kesempatan yang sama, Chairman World Safety Organization (WSO) Indonesia, Soehatman Ramli menambahkan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memperkuat penerapan K3 di perusahaan.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan yang memperoleh penghargaan dalam WISCA 2025 bisa menjadi role model bagi perusahaan lain yang belum menerapkan Budaya K3," imbuh dia.

PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, meraih penghargaan Level 4 Gold dalam WISCA 2025. Penghargaan diberikan langsung oleh Board of Advisor WSO Indonesia, Triyono Rakhmadi, kepada Health, Safety and Environment Division Head Kideco, Ayub Zalman.

Ayub Zalman, pada kesempatan yang sama, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menerapkan budaya keselamatan kerja, yang unggul dan berkelanjutan

"Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Kideco dalam menerapkan budaya keselamatan kerja yang unggul dan berkelanjutan. Ini merupakan wujud nyata dari dedikasi seluruh tim, yang akan terus menjadi motivasi kami, untuk meningkatkan standar keselamatan pada setiap aspek pekerjaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan optimal," imbuh dia.

Sebelumnya, Menaker menyerukan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penguatan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja/buruh.

"Kunci budaya K3 yang kuat adalah hubungan industrial yang harmonis. Pengusaha harus peduli pada pekerjanya, dan pekerja juga memikirkan keberlanjutan perusahaannya," tegas dia.

Yassierli mengatakan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, angka kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 298.137 kasus kecelakaan kerja, kemudian melonjak menjadi 370.747 kasus pada tahun 2023. Hingga Oktober 2024 saja, jumlah kecelakaan yang tercatat sudah mencapai 356.383 kasus.

Ia pun menyebut bahwa angka ini belum mencakup sektor informal dan perusahaan yang belum terdaftar, yang mana saat ini diperkirakan baru sekitar 30 persen dari total perusahaan di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Minta Maaf BHR Ojol "Cuma Recehan", Janji Evaluasi Total

Menaker Minta Maaf BHR Ojol "Cuma Recehan", Janji Evaluasi Total

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 13:16 WIB

Perusahaan Migas Terbesar di Inggris Pilih PHK 250 Karyawan

Perusahaan Migas Terbesar di Inggris Pilih PHK 250 Karyawan

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 07:17 WIB

Gelombang PHK Bakal Incar Perusahaan E-Commerce, Ini Bocorannya

Gelombang PHK Bakal Incar Perusahaan E-Commerce, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:11 WIB

Terkini

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:58 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:47 WIB

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Malaysia Jadi Negara Pertama Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:20 WIB

Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan

Menteri Airlanga: Defisit APBN 3 Persen Harga Mati, Tapi Perppu Masih Mungkin Dikeluarkan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:18 WIB

IHSG Hijau di Sesi I ke 7.102, Ini Proyeksi Pergerakan Sesi II

IHSG Hijau di Sesi I ke 7.102, Ini Proyeksi Pergerakan Sesi II

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:55 WIB

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Konflik AS-Iran Belum Mereda, Harga Bertahan di atas 100 Dolar AS

Konflik AS-Iran Belum Mereda, Harga Bertahan di atas 100 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB