Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Mendag Beberkan 2 Alasan Ritel Supermarket Banyak yang Gulung Tikar

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:21 WIB
Mendag Beberkan 2 Alasan Ritel Supermarket Banyak yang Gulung Tikar
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Suara.com/Ari Welianto)

Suara.com - Gerai ritel supermarket satu persatu gulung tikar di saat perekonomian tengah mengalami gonjang-ganjing. Terbaru, ada supermarket asal Korea Selatan yaitu, GS Supermarket yang dikabarkan akan menutup seluruh ritelnya.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Susanto mengungkapkan, banyak alasan yang menjadi biang kerok penurunan performa ritel skala besar seperti supermarket.

Salah staunya, perubahan gaya hidup dan pola belanja masyarakat menjadi faktor utama di balik penurunan performa ritel skala besar.

"Konsep retail besar itu. tidak hanya tempat untuk belanja. Kalau hanya tempat untuk belanja, dia nggak akan laku. Karena pasti dia akan kalah dengan online," ujar Mendag di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (8/6/2025).

Menurut Budi, konsumen kini lebih memilih belanja secara praktis, bahkan harian, sehingga toko-toko kecil atau minimarket yang berada dekat dengan permukiman lebih diminati.

"Kalau dulu orang suka belanja untuk kebutuhan seminggu, dua minggu. Sekarang belanja itu hanya kebutuhan sehari saat itu. Akhirnya apa? Akhirnya dia belanja di toko terdekat," imbuh dia.

Ia juga menyebut bahwa keberlangsungan pusat perbelanjaan dan departemen store kini sangat bergantung pada kemampuan mereka menciptakan pengalaman menyenangkan bagi konsumen.

"Yang penting apabila dia ada experience dan journey-nya. Jadi, orang belanja itu kan sambil ingin jalan-jalan, ingin makan, ingin ya... ingin ingat sama keluarga, sama teman-temannya," jelasnya.

Untuk diketahui, GS Supermarket diketahui akan menutup gerainya yang beroperasi di Indonesia. Informasi ini setelah, GS Supermarket meminta pelanggannya untuk menghabiskan seluruh poin untuk potongan belanja sebelum tanggal 31 Mei 2025.

Informasi itu diumumkan oleh GS Supermarket lewat instagram resminya @gssupermarketid.

Panggilan khusus untuk para member nih, jangan lupa gunakan poin membership kamu saat belanja di GS The Fresh ya! karena masa berlaku poin sebentar lagi akan hangus pada 31 Mei 2025," tulis GS The Fresh Supermarket.

Sayangnya, GS Supermarket tidak memberi informasi secara gamblang kabar penutupan seluruh gerai.

Untuk diketagui, GS Supermarket merupakan bagian dari GS Retail, perusahaan ritel terkemuka di Korea Selatan yang mengelola lebih dari 280 supermarket, sekitar 9.300 toko serba ada, serta 120 gerai di bidang kesehatan dan kecantikan di negara asalnya. GS Retail mulai beroperasi pada tahun 1974 dan berada di bawah naungan GS Group.

Di Indonesia, GS Supermarket membuka gerai pertamanya pada 7 Oktober 2016 di Legenda Wisata, Cibubur, dan berkembang hingga memiliki sembilan gerai yang semuanya berlokasi di Jabodetabek.

Lulu Supermarket Ikut Tutup Gerai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toko Ritel Banyak Berguguran, Kemendag Mau Ubah Aturan

Toko Ritel Banyak Berguguran, Kemendag Mau Ubah Aturan

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:57 WIB

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Pengusaha Ritel Menjerit, Minta Prabowo Cabut Inpres Efisiensi Anggaran

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 15:44 WIB

Lulu Hypermarket BSD Tutup 30 April 2025, Sisa Barang Diskon 90 Persen

Lulu Hypermarket BSD Tutup 30 April 2025, Sisa Barang Diskon 90 Persen

Bisnis | Senin, 28 April 2025 | 10:55 WIB

Terkini

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 14:59 WIB

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:51 WIB

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB