Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Toko Ritel Banyak Berguguran, Kemendag Mau Ubah Aturan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 07 Mei 2025 | 15:57 WIB
Toko Ritel Banyak Berguguran, Kemendag Mau Ubah Aturan
Warga memilih produk saat belanja di salah satu ritel di Jakarta, Rabu (9/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Gelombang penutupan gerai ritel besar yang melanda Indonesia memaksa Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah taktis.

Menyikapi fenomena mengkhawatirkan ini, Kemendag berencana melakukan evaluasi dan harmonisasi regulasi yang mengatur distribusi barang secara konvensional dan perdagangan melalui sistem elektronik (PSME). Langkah ini dipandang sebagai upaya krusial untuk memitigasi kerugian lebih lanjut yang dialami para pelaku usaha ritel di Tanah Air.

Direktur Bina Usaha Perdagangan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Septo Soepriyatno seperti menukil Antara di Jakarta, Rabu (7/5/2025), mengungkapkan keseriusan pihaknya dalam merespons dinamika pasar ritel yang berubah dengan cepat. "Dalam waktu dekat ini, kami tengah berupaya untuk melakukan beberapa langkah strategis, yakni evaluasi dan harmonisasi regulasi terkait distribusi barang secara konvensional dan perdagangan melalui sistem elektronik," tegas Septo.

Langkah harmonisasi ini menjadi krusial mengingat pergeseran perilaku konsumen yang semakin signifikan ke platform digital. Regulasi yang tidak sinkron antara toko fisik dan e-commerce dinilai menjadi salah satu faktor yang memperlebar jurang persaingan dan menyulitkan peritel konvensional untuk bertahan.

Selain penataan regulasi, Kemendag juga akan memperkuat kolaborasi erat antara pemerintah dan asosiasi peritel nasional. Septo menjelaskan bahwa dialog rutin akan terus digalakkan untuk membahas secara mendalam peluang dan tantangan bisnis ritel di era digital ini. Sinergi antara regulator dan pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kemendag tidak hanya fokus pada penataan regulasi. Pihaknya juga berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberikan pendampingan berbasis data kepada para pelaku usaha ritel. Tujuannya jelas, agar para peritel, terutama yang berskala kecil dan menengah, lebih siap beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berkembang pesat. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu mereka mengoptimalkan platform online, memahami perilaku konsumen digital, dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang efektif di era serba digital.

Sebagai upaya mitigasi tambahan, Kemendag juga akan terus menggalakkan promosi belanja lokal dan gerakan nasional untuk berbelanja di dalam negeri secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan loyalitas konsumen terhadap produk lokal, sekaligus memberikan dukungan bagi keberlangsungan usaha ritel di berbagai skala.

Septo kemudian memaparkan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab utama tumbangnya gerai-gerai besar modern di Indonesia. Faktor pertama dan paling signifikan adalah perubahan preferensi konsumen dalam berbelanja. Era belanja bulanan dalam jumlah besar di hipermarket kini mulai ditinggalkan.

"Menurut dia, konsumen sudah tidak lagi melakukan belanja bulanan dalam jumlah besar, seperti yang dahulu dilakukan pengunjung saat ke gerai besar modern. Saat ini, konsumen lebih memilih untuk belanja rutin harian di minimarket atau warung kelontong tradisional terdekat," jelas Septo. Faktor kemudahan akses dan kedekatan menjadi pertimbangan utama konsumen saat ini.

Selain itu, konsumen juga menjadi lebih selektif dan berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Prioritas kini bergeser pada pembelian barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar keinginan sesaat. Hal ini tentu berdampak pada omzet gerai besar yang mengandalkan volume penjualan produk yang beragam.

Faktor krusial lainnya adalah perilaku belanja generasi muda, terutama Generasi Z dan Milenial, yang lebih terhubung secara digital. Mereka cenderung memilih berbelanja kebutuhan rumah tangga secara daring karena dinilai lebih praktis, mudah, dan seringkali menawarkan harga yang lebih murah. Kemudahan berbelanja dari mana saja dan kapan saja menjadi daya tarik utama e-commerce bagi generasi digital native ini.

"Kondisi tersebut mengakibatkan toko swalayan dengan luas lantai penjualan yang besar seperti Hypermarket tidak dapat bersaing karena omzet menurun, yang pada akhirnya tidak dapat menutup biaya operasional," pungkas Septo. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tersangka Buat Perusahaan Fiktif untuk Sulap Uang Panas Judol, Polisi Sita Rp530 M dan Mercy

Dua Tersangka Buat Perusahaan Fiktif untuk Sulap Uang Panas Judol, Polisi Sita Rp530 M dan Mercy

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:14 WIB

Tangkap Dua Tersangka TPPU Judi Online, Bareskrim Sita Duit Setengah Triliun Lebih!

Tangkap Dua Tersangka TPPU Judi Online, Bareskrim Sita Duit Setengah Triliun Lebih!

News | Rabu, 07 Mei 2025 | 14:08 WIB

10 Pinjol Paling Banyak Dipakai Masyarakat Indonesia, Pinjaman Tunai Tanpa Agunan

10 Pinjol Paling Banyak Dipakai Masyarakat Indonesia, Pinjaman Tunai Tanpa Agunan

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 07:50 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB