Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Soroti Daya Tarik Investasi ASEAN di Tengah Pergeseran Global

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:45 WIB
Indonesia Soroti Daya Tarik Investasi ASEAN di Tengah Pergeseran Global
Ilustrasi investasi. (Pexels.com/our-team)

Suara.com - Global Business Policy Council dari Kearney merilis Foreign Direct Investment (FDI) Confidence Index 2025, sebuah survei yang menggambarkan sentimen investor terhadap arus Foreign Direct Investment (FDI) dalam tiga tahun ke depan.

Laporan ini menyoroti daya tarik kawasan Asia Tenggara yang terus berlanjut, dengan keberhasilan Indonesia dalam menempati posisi ke-12 dalam 15 besar Emerging Market Index.

Para investor menyebutkan bahwa talenta dan keterampilan tenaga kerja (32%) serta sumber daya alam (27%) – sebagai produsen nikel terbesar di dunia dan penghasil utama tembaga, emas, bauksit, serta industri logam – adalah alasan utama untuk berinvestasi di negara-negara ini.

Pada tahun 2024, minat investor utamanya didorong oleh kapabilitas teknologi dan inovasi Indonesia, yang mencakup 17%. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 21% pada tahun 2025.

Didorong oleh faktor-faktor utama tersebut, Indonesia berhasil menarik investasi sebesar USD 13,6 miliar pada tahun 2024.

Tak heran jika negara ini terus memposisikan diri sebagai pasar yang menjanjikan bagi investor yang ingin memperluas jejak bisnisnya.

Survei di Kawasan Asia Pacific (APAC)

Dengan 30 persen responden berbasis di Asia Pasifik, hasil survei menunjukkan prospek yang beragam untuk pasar-pasar di kawasan ini.

Delapan pasar dari kawasan Asia Pasifik masuk dalam 25 besar tahun ini, representasi yang sama seperti tahun lalu.

Negara-negara tersebut antara lain adalah Jepang (peringkat ke-4), Tiongkok (termasuk Hong Kong) (ke-6), Australia (ke-10), Korea Selatan (ke-14), Singapura (ke-15), Selandia Baru (ke-16), Taiwan (ke-23), dan India (ke-24).

Para investor sangat menghargai kinerja teknologi dan ekonomi dari beberapa pasar di kawasan Asia Pasifik, sementara tantangan yang ditimbulkan dari lingkungan geopolitik global yang kompleks telah berdampak negatif pada pandangan investor terhadap pasar lainnya.

Meskipun telah terjadi berbagai perkembangan signifikan sejak survei dilakukan pada bulan Januari — termasuk pengumuman tarif baru dari Amerika Serikat pada bulan April — temuan utama tetap memberikan wawasan yang berharga, khususnya mengenai nilai tinggi yang diberikan investor terhadap efisiensi proses hukum dan regulasi, kinerja ekonomi domestik, serta kemampuan teknologi dan inovasi.

Kekuatan Teknologi dan Ekonomi Dorong Pasar Asia Pasifik

Kepercayaan investor terhadap kawasan Asia Pasifik tetap kuat berkat kemajuan teknologi yang signifikan dan fundamental ekonomi yang solid.

Kenaikan peringkat Jepang dari posisi ke-7 ke posisi ke-4 menjadi contoh utama, di mana para pelaku pasar menyoroti inovasi teknologinya yang unggul dan kinerja ekonominya yang kuat, didukung oleh pasar tenaga kerja yang ketat dan pertumbuhan upah yang mencapai rekor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Aplikasi Saham untuk Pemula, Investasi Jadi Mudah!

7 Rekomendasi Aplikasi Saham untuk Pemula, Investasi Jadi Mudah!

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:13 WIB

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:50 WIB

KSPSI Desak Pemerintah Efisiensi Izin Investasi

KSPSI Desak Pemerintah Efisiensi Izin Investasi

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB