Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Indonesia Soroti Daya Tarik Investasi ASEAN di Tengah Pergeseran Global

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 09 Mei 2025 | 13:45 WIB
Indonesia Soroti Daya Tarik Investasi ASEAN di Tengah Pergeseran Global
Ilustrasi investasi. (Pexels.com/our-team)

Demikian pula, Korea Selatan mencatat pencapaian terbaiknya dengan lonjakan dari posisi ke-20 ke posisi ke-14.

Sebanyak 41 persen investor menyebut sektor teknologinya yang dinamis sebagai pendorong utama meningkatnya kepercayaan.

Investasi besar dari pemerintah di sektor semikonduktor yang juga menjadi faktor potensial di balik perubahan ini.

Sebanyak 82 persen investor yang berbasis di Asia Pasifik berencana untuk meningkatkan investasi FDI dalam tiga tahun ke depan.

Selain itu, 50 persen merasa lebih optimistis dibandingkan tahun lalu terhadap kondisi ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

“Perkembangan pesat dalam bidang teknologi dan kinerja ekonomi di kawasan Asia Pasifik tengah membentuk ulang lanskap investasi kami. Lompatan Jepang dan pencapaian bersejarah Korea Selatan menunjukkan kekuatan inovasi serta fundamental pasar yang solid, bahkan di tengah langkah tarif baru dari Amerika Serikat yang menambah kompleksitas dalam dinamika perdagangan global,” ujar Shigeru Sekinada, Regional Chair, Asia Pasifik, Kearney.

“Tren-tren ini semakin menegaskan bahwa investasi di bidang inovasi yang strategis dan visioner akan menjadi penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan dan regeneratif di kawasan kita, di tengah dinamika global yang terus berkembang. Meski demikian, pelaku bisnis juga perlu melakukan perencanaan skenario saat menghadapi tarif dan bersiap terhadap risiko-risiko yang muncul. Sektor-sektor seperti otomotif dan manufaktur diperkirakan akan terdampak cukup berat, di samping tantangan biaya dan regulasi yang sudah ada,” ujar Shigeru Sekinada.

Hambatan Regional Membatasi Optimisme

Sentimen investor juga dipengaruhi oleh ketidakpastian yang meningkat. Sekitar 43 persen investor di Asia Pasifik yang disurvei memandang kenaikan harga komoditas sebagai perkembangan paling mungkin terjadi dalam satu tahun ke depan, naik tajam 14 persen dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan ini kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap meningkatnya konflik global dan gangguan rantai pasok yang berpotensi mendorong lonjakan harga komoditas.

Tiongkok turun dari posisi ke-3 ke posisi ke-6, mencerminkan tantangan ekonomi yang sedang berlangsung, termasuk krisis properti yang berkepanjangan dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.

Meskipun demikian, inovasi teknologi di negara tersebut masih menjadi daya tarik, seperti yang tercermin dari peluncuran DeepSeek AI baru-baru ini.

Lebih lanjut, penurunan peringkat Singapura dari posisi ke-12 ke posisi ke-15 dan India dari posisi ke-18 ke posisi ke-24 menyoroti adanya peningkatan kekhawatiran terkait risiko perdagangan dan kompleksitas regulasi.

Shigeru Sekinada menambahkan: “Meskipun kawasan ini terus menunjukkan kekuatan yang signifikan, kami juga menyadari bahwa terdapat tantangan yang juga muncul di tengah lanskap global yang terus berubah. Sebagai contoh, tarif baru dari Amerika Serikat telah berdampak pada negara-negara Asia Tenggara serta penerima manfaat utama dari strategi China +1.

Terlepas dari tantangan tersebut, pasar Asia Pasifik tetaplah menarik berkat fundamentalnya yang kuat—seperti inovasi berbasis teknologi, talenta yang unggul, dan lingkungan bisnis yang mendukung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Aplikasi Saham untuk Pemula, Investasi Jadi Mudah!

7 Rekomendasi Aplikasi Saham untuk Pemula, Investasi Jadi Mudah!

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:13 WIB

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Danantara Larang BUMN Non Tbk Gelar RUPS dan Lakukan Aksi Korporasi

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:50 WIB

KSPSI Desak Pemerintah Efisiensi Izin Investasi

KSPSI Desak Pemerintah Efisiensi Izin Investasi

Bisnis | Rabu, 07 Mei 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB