Harga Pi Network Meluncur Turun yang Kini di Bawah USD 1

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 16 Mei 2025 | 14:26 WIB
Harga Pi Network Meluncur Turun yang Kini di Bawah USD 1
Ilustrasi Pi Network/(X).

Suara.com - Harga aset kripto Pi Network (PI) terus menunjukkan tren penurunan tajam, memperpanjang tekanan jual yang telah berlangsung sejak awal tahun.

Seperti dinukil dari Cryptonews, Jumat, 16 Mei 2025, kekinian, harga Pi tercatat telah merosot lebih dari 40 persen dari puncak mingguan di USD1,57, dan anjlok lebih dari 71 persem dari titik tertinggi sepanjang masa di USD2,99 yang dicapai pada akhir Februari 2025.

Ironisnya, penurunan ini terjadi di tengah pengumuman besar dari Pi Foundation yang semestinya membawa sentimen positif. Pada 14 Mei lalu, Pi Foundation mengumumkan peluncuran dana ventura senilai USD100 juta untuk mendukung pengembangan perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan (AI), game, fintech, dan e-commerce.

Namun, alih-alih meroket, harga PI justru merosot, memicu spekulasi bahwa pasar sedang bereaksi dalam pola klasik 'sell the news' atau menjual setelah berita positif keluar. Ketidakjelasan terkait pencatatan resmi di bursa utama, yang selama ini sangat dinantikan oleh komunitas, disebut sebagai penyebab utama sentimen negatif pasar.

Dari sisi teknikal, kondisi PI saat ini juga kurang meyakinkan. Harga telah menembus level support penting di USD0,89, membuka peluang pelemahan lebih lanjut. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di angka sekitar 54, menunjukkan momentum netral dan tidak memberikan sinyal pembalikan tren dalam waktu dekat.

Meskipun moving average jangka pendek masih lemah, terdapat sedikit harapan dari indikator jangka menengah seperti MA-20 dan MA-50 yang menunjukkan sedikit kekuatan mendasar dan potensi konvergensi bullish.

Namun, secara keseluruhan, tren PI masih belum jelas, dengan arah pasar sangat bergantung pada sentimen dan berita mendatang.

Ilustrasi logo aset kripto Pi Network/(Instagram).
Ilustrasi logo aset kripto Pi Network/(Instagram).

Sejumlah pengamat menyebut acara Consensus 2025 yang akan datang sebagai momen krusial. Pendiri proyek, Dr. Nicolas Kokkalis, dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum blockchain bergengsi tersebut. Banyak yang berharap Pi Network akan mengungkap rencana desentralisasi jaringan dan potensi pengumuman besar lainnya di acara itu.

Selain itu, aktivitas dompet yang dikaitkan dengan Binance juga memicu spekulasi bahwa pencatatan di platform utama bisa semakin dekat. Jika benar terealisasi, langkah ini bisa meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor secara signifikan.

Namun, belum ada kepastian. Dan sementara spekulasi terus berkembang, pasar juga dibayangi oleh isu tekanan pasokan token. Diperkirakan dalam 12 bulan ke depan, sebanyak 1,47 miliar token PI akan mulai beredar, yang dapat menciptakan tekanan jual besar jika tidak diimbangi oleh permintaan baru yang kuat.

Komunitas Pi Network kini mulai menyerukan pembakaran token sebagai salah satu solusi untuk mengurangi pasokan dan menstabilkan harga. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengembang terkait langkah tersebut.

Apabila Pi Network benar-benar memberikan pembaruan besar di ajang Consensus 2025, termasuk roadmap menuju desentralisasi atau konfirmasi pencatatan resmi, harga PI berpotensi pulih kembali ke atas USD1. Namun, jika ekspektasi pasar kembali tidak terpenuhi, tekanan jual bisa semakin besar dan mendorong harga turun kembali ke kisaran USD0,75 atau bahkan lebih rendah.

Bagi investor dan pengikut setia Pi Network, masa depan PI kini bergantung pada aksi nyata pengembang dan kejelasan arah proyek di tengah meningkatnya keraguan pasar.

Bentuk Modal Ventura

Pi Network mulai menggebrak ekosistem aset kripto di dunia dengan meluncurkan Pi Network Ventures. Bermodal USD100 juta atau setara Rp1,65 triliun, Pi Network Ventures akan mendanai startup dan bisnis potensial di berbagai sektor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Besar Pi Network, Luncurkan Dana Ventura Guyur Startup Hingga Rp1,6 Triliun

Langkah Besar Pi Network, Luncurkan Dana Ventura Guyur Startup Hingga Rp1,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 12:44 WIB

Siap-siap, Pi Network Bakal Umumkan Langkah Besar dalam Sejarah Aset Kripto

Siap-siap, Pi Network Bakal Umumkan Langkah Besar dalam Sejarah Aset Kripto

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 15:35 WIB

Harga Pi Network Terus Merangkak Naik, Kini Telah Sentuh Level USD 1

Harga Pi Network Terus Merangkak Naik, Kini Telah Sentuh Level USD 1

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 14:28 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB