Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia Bisa Tiru Malaysia Izinkan Kasino, Lawan Judi Online Lewat Legalisasi

M Nurhadi

Minggu, 18 Mei 2025 | 10:24 WIB
Indonesia Bisa Tiru Malaysia Izinkan Kasino, Lawan Judi Online Lewat Legalisasi
Seorang pria di Kota Makassar sedang mengamati situs judi online di handphone [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Suara.com - Wacana mengenai legalisasi kasino di Indonesia kembali mencuat ke permukaan. Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Hikmahanto Juwana, mendorong pemerintah untuk melakukan kajian mendalam terkait potensi legalisasi kasino di tanah air. 

Ia menyarankan agar pemerintah belajar dari kebijakan yang telah diterapkan di negara-negara mayoritas penduduk Muslim lainnya, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Malaysia, dengan tujuan utama untuk meningkatkan pendapatan negara melalui devisa.

"Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, memiliki kesamaan dengan UEA yang saat ini tengah mengembangkan kasino besar di negaranya, serta Malaysia yang secara resmi telah melegalkan kasino sejak tahun 1969," ujar Hikmahanto, dikutip dari Antara.

Hikmahanto mendesak pemerintah Indonesia untuk membuka mata terhadap realitas ini dan melakukan asesmen atau penilaian yang objektif terhadap tiga aspek krusial sebelum mengambil keputusan. Aspek pertama yang perlu dikaji adalah perputaran uang yang terkait dengan aktivitas perjudian.

Merujuk pada temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran uang dalam praktik judi daring yang beroperasi di negara tetangga seperti Kamboja dan Myanmar sangatlah masif.

"Yang kedua adalah apakah benar bahwa masyarakat kita, yang mayoritas beragama Islam dan dikenal sangat religius, mampu sepenuhnya terlepas dari praktik perjudian? Faktanya, hal tersebut tampaknya tidak terjadi," lanjut Hikmahanto.

Poin ketiga yang dianggap tidak kalah penting oleh Hikmahanto adalah perlunya asesmen mendalam terkait dengan masalah penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, negara ini memiliki tantangan dalam hal penegakan hukum.

Meskipun pemerintah telah beberapa kali menyatakan niat untuk memberantas korporasi judi daring, kendala utama adalah keberadaan korporasi tersebut di negara-negara yang melegalkan kasino seperti Kamboja dan Myanmar. Hal ini menyulitkan upaya penindakan lintas negara.

"Nah, apabila setelah melakukan asesmen terhadap tiga hal ini dan kita menyimpulkan bahwa masalah-masalah tersebut sulit untuk diselesaikan, bukan tidak mungkin pemerintah akan memutuskan untuk melegalkan kasino, namun dengan batasan wilayah tertentu saja. Contohnya, di kawasan ekonomi khusus seperti Genting di Malaysia atau di Singapura juga ada. Namun, bagi warga Singapura sendiri, terdapat persyaratan ketat jika mereka ingin berjudi di sana," jelas pakar Geopolitik dan Ekonomi Internasional UI tersebut.

Hikmahanto juga menyinggung sejarah legalisasi perjudian di Indonesia pada era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Pada masa itu, berbagai bentuk perjudian seperti Porkas dan SDSB pernah dilegalkan dengan tujuan untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan.

"Waktu itu kan juga ada Porkas, ada SDSB, itu sebenarnya juga bentuk-bentuk seperti itu. Nah, tapi sekarang kita bisa saja melokalisirnya dan penggunaan dananya nanti, misalnya dari pajak yang dihasilkan dan lain sebagainya," ucapnya.

"Namun, tentu saja dana tersebut harus dialokasikan untuk kepentingan yang tidak bersinggungan dengan hal-hal yang sensitif, katakanlah yang terkait dengan agama dan nilai-nilai luhur lainnya," imbuhnya.

Hikmahanto mencontohkan kebijakan yang diterapkan di Uni Emirat Arab (UEA). Meskipun secara hukum Islam melarang perjudian, UEA mengambil langkah strategis dengan membangun kawasan ekonomi khusus yang di dalamnya terdapat fasilitas kasino. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan negara tanpa menggeneralisasi praktik perjudian di seluruh wilayah.

Apabila pada akhirnya pemerintah Indonesia memilih untuk berkompromi dengan membuka kasino di kawasan ekonomi khusus tertentu, Hikmahanto menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut. Namun, kebijakan ini harus berjalan beriringan dengan upaya pemberantasan judi daring yang selama ini terbukti merugikan masyarakat kecil.

"Selama ini yang kita dengar sangat menyakitkan dan miris. Mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan judi online disiksa di Kamboja dan lain sebagainya, dan kita tidak memiliki kendali atas hal tersebut. Mereka keluar masuk negara secara ilegal, ditambah melakukan perbuatan yang tidak baik bagi warga negara kita. Dan ironisnya, ketika mereka disiksa, kita justru harus membantu mereka dengan mengeluarkan uang. Tentu saja hal seperti itu tidak benar," tegasnya.

Wacana legalisasi kasino di Indonesia merupakan isu yang kompleks dan memerlukan pertimbangan matang dari berbagai aspek. Belajar dari pengalaman negara lain seperti UEA dan Malaysia dapat memberikan perspektif yang berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat.

Kajian mendalam mengenai potensi peningkatan devisa negara, dampak sosial dan agama, serta efektivitas penegakan hukum menjadi krusial sebelum keputusan final diambil. Pemerintah perlu menimbang secara cermat antara potensi keuntungan ekonomi dengan risiko sosial yang mungkin timbul, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan agama mayoritas penduduk Indonesia.

Fokus pada pemberantasan judi daring yang merugikan masyarakat luas juga harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari keputusan terkait legalisasi kasino di wilayah terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebanjiran Stok, Negara Tetangga Siap-siap Icip Beras dari Indonesia

Kebanjiran Stok, Negara Tetangga Siap-siap Icip Beras dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 18:21 WIB

Bakal Berduel Lawan Cape Verde, Timnas Malaysia Belum Mampu Samai Level Uji Coba Indonesia

Bakal Berduel Lawan Cape Verde, Timnas Malaysia Belum Mampu Samai Level Uji Coba Indonesia

Your Say | Jum'at, 16 Mei 2025 | 16:50 WIB

Bergabung dengan Timnas Malaysia, Apa yang Menjadi Kelebihan Gabriel Palmero?

Bergabung dengan Timnas Malaysia, Apa yang Menjadi Kelebihan Gabriel Palmero?

Your Say | Jum'at, 16 Mei 2025 | 06:15 WIB

Blokir Situs Tak Cukup! Ini 7 Fakta Kenapa Judi Online Tetap Merajalela

Blokir Situs Tak Cukup! Ini 7 Fakta Kenapa Judi Online Tetap Merajalela

News | Kamis, 15 Mei 2025 | 22:41 WIB

Kerugian Judi Online di Indonesia Bisa Tembus Rp 1.000 Triliun hingga Akhir 2025

Kerugian Judi Online di Indonesia Bisa Tembus Rp 1.000 Triliun hingga Akhir 2025

Tekno | Kamis, 15 Mei 2025 | 21:07 WIB

Siapa Jose Baxter? Mantan Pemain Everton yang Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Malaysia

Siapa Jose Baxter? Mantan Pemain Everton yang Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Malaysia

Bola | Kamis, 15 Mei 2025 | 19:00 WIB

Terkini

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB