Siapa Pembuat QRIS yang Hebohkan Dunia Keuangan Global

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Mei 2025 | 13:48 WIB
Siapa Pembuat QRIS yang Hebohkan Dunia Keuangan Global
Pembeli memindai Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Sarinah, Jakarta, Selasa (13/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di balik kemudahan transaksi digital yang kini merajalela di Indonesia, tersembunyi sebuah inovasi lokal bernama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mempermudah hidup masyarakat, bahkan kehadiran inovasi ini membuat dua raksasa pembayaran global, Visa dan Mastercard, harus berpikir ulang soal dominasinya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun mempersoalkan penggunaan QRIS.

Mereka menilai adaposi teknologi keuangan ini menghambat perdagangan digital dan membatasi akses perusahaan AS ke pasar Indonesia, terutama karena tidak kompatibel dengan sistem pembayaran internasional. 

Lantas siapa pembuat QRIS? Di era serba digital ini, transaksi pembayaran menjadi semakin ringkas berkat kehadiran QRIS.

Namun, tahukah Anda bagaimana perjalanan inovasi ini hingga menjadi standar tunggal pembayaran berkode QR di Indonesia? Mari kita menelusuri sejarah menarik di balik layar QRIS.

Sebelum QRIS hadir bak "malaikat penolong", lanskap pembayaran digital di Indonesia diwarnai oleh fragmentasi yang cukup signifikan.

Berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) memiliki kode QR mereka masing-masing, menciptakan ketidakpraktisan dan inefisiensi bagi konsumen maupun pedagang.

Bayangkan saja, seorang pedagang harus memiliki berbagai macam stiker kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran, sementara konsumen pun dipaksa memiliki banyak aplikasi hanya untuk bertransaksi di tempat yang berbeda.

Melihat kerumitan ini, Bank Indonesia (BI) bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengambil inisiatif untuk menyatukan berbagai format QR tersebut menjadi satu standar nasional.

baca juga

Langkah visioner ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang lebih efisien, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Setelah melalui serangkaian uji coba yang intensif, QRIS akhirnya resmi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

Tanggal bersejarah ini menjadi penanda babak baru dalam sistem pembayaran di Tanah Air.

Siapa Dalang di Balik Layar QRIS?

Meskipun QRIS merupakan inisiatif kolektif dari Bank Indonesia dan ASPI, penting untuk mengapresiasi para ahli dan tim di balik kedua lembaga tersebut yang telah bekerja keras mewujudkan standarisasi ini.

Gubernur Bank Indonesia pada periode peluncuran QRIS, Perry Warjiyo, juga memiliki peran sentral dalam mendorong inovasi ini sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem pembayaran nasional.

Selain itu, jauh sebelum QRIS menjadi standar di Indonesia, Masahiro Hara, seorang insinyur asal Jepang dari perusahaan Denso Wave (anak perusahaan Toyota), adalah pencetus teknologi QR Code pada tahun 1994.

Awalnya, QR Code diciptakan untuk mempermudah pelacakan komponen otomotif secara cepat dan akurat. Namun, seiring berjalannya waktu, potensi QR Code meluas hingga ke berbagai sektor, termasuk keuangan digital.

Indonesia, melalui Bank Indonesia dan ASPI, mengadopsi standar global EMVCo (Europay, Mastercard, dan Visa) dalam mengembangkan QRIS. Hal ini memastikan interoperabilitas dan keamanan transaksi.

Evolusi QRIS dan Dampaknya

Sejak diluncurkan, QRIS terus berkembang dan beradaptasi. Bank Indonesia secara bertahap mewajibkan seluruh PJSP untuk mengadopsi QRIS, dengan batas waktu migrasi hingga 31 Desember 2019.

Langkah ini berhasil menghapus keragaman kode QR dan menciptakan kemudahan bertransaksi di berbagai merchant hanya dengan satu kode QR dan satu aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Kini, QRIS tidak hanya mempermudah pembayaran di toko fisik, tetapi juga merambah ke berbagai use case lain, seperti pembayaran online, donasi, hingga integrasi dengan layanan keuangan lainnya.

Bahkan, Bank Indonesia tengah mengembangkan QRIS antarnegara (cross-border payment) untuk semakin memperluas manfaatnya, terutama dalam mendukung pariwisata dan UMKM yang bertransaksi internasional.

Kisah di balik QRIS adalah cerminan dari inovasi yang didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi masalah dan menciptakan kemudahan.

Bank Indonesia dan ASPI berhasil menghadirkan sebuah solusi yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikmati Kemudahan Transaksi Tanpa Biaya Admin di Aplikasi Pegadaian Digital

Nikmati Kemudahan Transaksi Tanpa Biaya Admin di Aplikasi Pegadaian Digital

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:50 WIB

Gibran Bangga dengan QRIS

Gibran Bangga dengan QRIS

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 17:19 WIB

Inovasi Cetak Stiker Label Online: Menjawab Kebutuhan Pelaku UMKM di Era Digital

Inovasi Cetak Stiker Label Online: Menjawab Kebutuhan Pelaku UMKM di Era Digital

Lifestyle | Jum'at, 16 Mei 2025 | 16:52 WIB

Terkini

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Jadi Menkeu, Suahasil Nazara Masih Rangkap Jabatan Wakomut PLN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:53 WIB

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Dedikasi 14 Tahun Mantri BRI Dewi Natalia, Bantu Pedagang Beralih dari Rentenir

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:50 WIB

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 16:48 WIB

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

8 Rekomendasi Hotel di PIK: Dari Nuansa Oriental, Hotel Murah, hingga Mewah Bintang Lima

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut

Banten | Senin, 14 September 2026 | 16:47 WIB

×