Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Siapa Pembuat QRIS yang Hebohkan Dunia Keuangan Global

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Mei 2025 | 13:48 WIB
Siapa Pembuat QRIS yang Hebohkan Dunia Keuangan Global
Pembeli memindai Kode Respons Cepat Standar (QRIS) di Sarinah, Jakarta, Selasa (13/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di balik kemudahan transaksi digital yang kini merajalela di Indonesia, tersembunyi sebuah inovasi lokal bernama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mempermudah hidup masyarakat, bahkan kehadiran inovasi ini membuat dua raksasa pembayaran global, Visa dan Mastercard, harus berpikir ulang soal dominasinya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun mempersoalkan penggunaan QRIS.

Mereka menilai adaposi teknologi keuangan ini menghambat perdagangan digital dan membatasi akses perusahaan AS ke pasar Indonesia, terutama karena tidak kompatibel dengan sistem pembayaran internasional. 

Lantas siapa pembuat QRIS? Di era serba digital ini, transaksi pembayaran menjadi semakin ringkas berkat kehadiran QRIS.

Namun, tahukah Anda bagaimana perjalanan inovasi ini hingga menjadi standar tunggal pembayaran berkode QR di Indonesia? Mari kita menelusuri sejarah menarik di balik layar QRIS.

Sebelum QRIS hadir bak "malaikat penolong", lanskap pembayaran digital di Indonesia diwarnai oleh fragmentasi yang cukup signifikan.

Berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) memiliki kode QR mereka masing-masing, menciptakan ketidakpraktisan dan inefisiensi bagi konsumen maupun pedagang.

Bayangkan saja, seorang pedagang harus memiliki berbagai macam stiker kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran, sementara konsumen pun dipaksa memiliki banyak aplikasi hanya untuk bertransaksi di tempat yang berbeda.

Melihat kerumitan ini, Bank Indonesia (BI) bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) mengambil inisiatif untuk menyatukan berbagai format QR tersebut menjadi satu standar nasional.

baca juga

Langkah visioner ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang lebih efisien, mudah, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Setelah melalui serangkaian uji coba yang intensif, QRIS akhirnya resmi diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

Tanggal bersejarah ini menjadi penanda babak baru dalam sistem pembayaran di Tanah Air.

Siapa Dalang di Balik Layar QRIS?

Meskipun QRIS merupakan inisiatif kolektif dari Bank Indonesia dan ASPI, penting untuk mengapresiasi para ahli dan tim di balik kedua lembaga tersebut yang telah bekerja keras mewujudkan standarisasi ini.

Gubernur Bank Indonesia pada periode peluncuran QRIS, Perry Warjiyo, juga memiliki peran sentral dalam mendorong inovasi ini sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem pembayaran nasional.

Selain itu, jauh sebelum QRIS menjadi standar di Indonesia, Masahiro Hara, seorang insinyur asal Jepang dari perusahaan Denso Wave (anak perusahaan Toyota), adalah pencetus teknologi QR Code pada tahun 1994.

Awalnya, QR Code diciptakan untuk mempermudah pelacakan komponen otomotif secara cepat dan akurat. Namun, seiring berjalannya waktu, potensi QR Code meluas hingga ke berbagai sektor, termasuk keuangan digital.

Indonesia, melalui Bank Indonesia dan ASPI, mengadopsi standar global EMVCo (Europay, Mastercard, dan Visa) dalam mengembangkan QRIS. Hal ini memastikan interoperabilitas dan keamanan transaksi.

Evolusi QRIS dan Dampaknya

Sejak diluncurkan, QRIS terus berkembang dan beradaptasi. Bank Indonesia secara bertahap mewajibkan seluruh PJSP untuk mengadopsi QRIS, dengan batas waktu migrasi hingga 31 Desember 2019.

Langkah ini berhasil menghapus keragaman kode QR dan menciptakan kemudahan bertransaksi di berbagai merchant hanya dengan satu kode QR dan satu aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Kini, QRIS tidak hanya mempermudah pembayaran di toko fisik, tetapi juga merambah ke berbagai use case lain, seperti pembayaran online, donasi, hingga integrasi dengan layanan keuangan lainnya.

Bahkan, Bank Indonesia tengah mengembangkan QRIS antarnegara (cross-border payment) untuk semakin memperluas manfaatnya, terutama dalam mendukung pariwisata dan UMKM yang bertransaksi internasional.

Kisah di balik QRIS adalah cerminan dari inovasi yang didorong oleh kebutuhan untuk mengatasi masalah dan menciptakan kemudahan.

Bank Indonesia dan ASPI berhasil menghadirkan sebuah solusi yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikmati Kemudahan Transaksi Tanpa Biaya Admin di Aplikasi Pegadaian Digital

Nikmati Kemudahan Transaksi Tanpa Biaya Admin di Aplikasi Pegadaian Digital

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:50 WIB

Gibran Bangga dengan QRIS

Gibran Bangga dengan QRIS

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 17:19 WIB

Inovasi Cetak Stiker Label Online: Menjawab Kebutuhan Pelaku UMKM di Era Digital

Inovasi Cetak Stiker Label Online: Menjawab Kebutuhan Pelaku UMKM di Era Digital

Lifestyle | Jum'at, 16 Mei 2025 | 16:52 WIB

Terkini

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:22 WIB

×