Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 19 Mei 2025 | 14:59 WIB
Muhammadiyah dan BSI Rujuk?
Setelah sempat diterpa badai ketegangan setahun silam, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kini menunjukkan sinyal rujuk dan kembali harmonis. (Twitter)

Suara.com - Setelah sempat diterpa badai ketegangan setahun silam, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kini menunjukkan sinyal rujuk dan kembali harmonis. Titik balik penting dalam hubungan kedua entitas besar ini disinyalir kuat dipicu oleh penunjukan Muhadjir Effendy, seorang kader Muhammadiyah senior, sebagai Komisaris Utama BSI.

Penunjukan Muhadjir Effendy sebagai pucuk pimpinan dewan komisaris bank syariah terbesar di Indonesia tersebut terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang digelar pada Jumat (16/5/2025).

Muhadjir sendiri saat ini merupakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri periode 2022-2027, selain itu dirinya juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto Bidang Haji.

“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid, meraih kinerja yang berkelanjutan untuk menjadikan BSI bisa bersaing di kancah global,” kata Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta dalam keterangan resminya dikutip Senin (19/5/2025).

BSI bagikan dividen
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta Kedua dari Kiri

Langkah strategis ini terjadi setelah Muhammadiyah membuat keputusan mengejutkan setahun sebelumnya, tepatnya pada 30 Mei 2024, untuk menarik seluruh dana unit bisnis dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari BSI. Surat keputusan yang diteken oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah saat itu, Agung Danarto, bocor ke publik pada Rabu, 5 Juni 2024, dan sempat menimbulkan gejolak di kalangan umat Islam dan pelaku ekonomi syariah.

Keputusan Muhammadiyah setahun lalu dilatarbelakangi oleh berbagai pertimbangan strategis organisasi, termasuk keinginan untuk memaksimalkan potensi dana AUM di bank-bank syariah lain yang dinilai memiliki visi dan misi yang lebih sejalan dengan kepentingan Muhammadiyah. Langkah ini sempat dipandang sebagai "ujian" bagi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

Kini, dengan ditunjuknya Muhadjir Effendy, sosok yang memiliki akar kuat di Muhammadiyah dan juga memiliki posisi strategis di pemerintahan banyak pihak melihat ini sebagai upaya strategis untuk merajut kembali hubungan baik antara BSI dan Muhammadiyah.

Bank Syariah Indonesia (BSI) [ANTARA]
Bank Syariah Indonesia (BSI) [ANTARA]

Kehadiran Muhadjir di pucuk kepemimpinan komisaris diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak. Sebagai kader Muhammadiyah, Muhadjir diyakini memiliki pemahaman mendalam mengenai aspirasi dan kepentingan organisasi berlambang matahari tersebut. Di sisi lain, posisinya di BSI memberikan platform untuk mengakomodasi harapan-harapan Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Kini, dengan ditunjuknya Muhadjir Effendy, seorang figur senior dan memiliki pengaruh kuat di Muhammadiyah, sebagai pucuk pimpinan dewan komisaris BSI, banyak pihak melihat ini sebagai sinyal kuat rekonsiliasi. Kehadiran Muhadjir di posisi strategis ini diyakini dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BSI dan Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang bagi kembalinya dana-dana AUM Muhammadiyah ke pangkuan BSI.

Selain faktor kedekatan ideologis dan potensi sinergi strategis, posisi Komisaris Utama BSI juga menawarkan insentif finansial yang signifikan. Merujuk pada data remunerasi Dewan Komisaris BSI tahun 2024, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 25,49 miliar untuk 10 orang. Jika diasumsikan pembagian yang merata, seorang Komisaris Utama berpotensi menerima:

Honorarium: Sekitar Rp 1,5 miliar per tahun atau Rp 125,8 juta per bulan.
Tunjangan transportasi: Sekitar Rp 284,9 juta per tahun atau Rp 23,7 juta per bulan.
THR: Sekitar Rp 117,6 juta.
Asuransi purnajabatan: Sekitar Rp 891 juta per tahun atau Rp 74,2 juta per bulan (untuk tujuh orang yang memenuhi syarat).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lowongan Kerja Tanpa Ijazah Gaji Besar, Kejar Peluang Karier Meski Tanpa Gelar

Lowongan Kerja Tanpa Ijazah Gaji Besar, Kejar Peluang Karier Meski Tanpa Gelar

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 14:23 WIB

Berapa Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS Tahun 2025? Begini Cara Ceknya, Segera Cair!

Berapa Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS Tahun 2025? Begini Cara Ceknya, Segera Cair!

News | Senin, 19 Mei 2025 | 13:26 WIB

Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar

Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:52 WIB

Terkini

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB