Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Muhammadiyah dan BSI Rujuk?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Mei 2025 | 14:59 WIB
Muhammadiyah dan BSI Rujuk?
Setelah sempat diterpa badai ketegangan setahun silam, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kini menunjukkan sinyal rujuk dan kembali harmonis. (Twitter)

Suara.com - Setelah sempat diterpa badai ketegangan setahun silam, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kini menunjukkan sinyal rujuk dan kembali harmonis. Titik balik penting dalam hubungan kedua entitas besar ini disinyalir kuat dipicu oleh penunjukan Muhadjir Effendy, seorang kader Muhammadiyah senior, sebagai Komisaris Utama BSI.

Penunjukan Muhadjir Effendy sebagai pucuk pimpinan dewan komisaris bank syariah terbesar di Indonesia tersebut terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang digelar pada Jumat (16/5/2025).

Muhadjir sendiri saat ini merupakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri periode 2022-2027, selain itu dirinya juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto Bidang Haji.

“Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid, meraih kinerja yang berkelanjutan untuk menjadikan BSI bisa bersaing di kancah global,” kata Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta dalam keterangan resminya dikutip Senin (19/5/2025).

BSI bagikan dividen
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta Kedua dari Kiri

Langkah strategis ini terjadi setelah Muhammadiyah membuat keputusan mengejutkan setahun sebelumnya, tepatnya pada 30 Mei 2024, untuk menarik seluruh dana unit bisnis dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari BSI. Surat keputusan yang diteken oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah saat itu, Agung Danarto, bocor ke publik pada Rabu, 5 Juni 2024, dan sempat menimbulkan gejolak di kalangan umat Islam dan pelaku ekonomi syariah.

Keputusan Muhammadiyah setahun lalu dilatarbelakangi oleh berbagai pertimbangan strategis organisasi, termasuk keinginan untuk memaksimalkan potensi dana AUM di bank-bank syariah lain yang dinilai memiliki visi dan misi yang lebih sejalan dengan kepentingan Muhammadiyah. Langkah ini sempat dipandang sebagai "ujian" bagi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

Kini, dengan ditunjuknya Muhadjir Effendy, sosok yang memiliki akar kuat di Muhammadiyah dan juga memiliki posisi strategis di pemerintahan banyak pihak melihat ini sebagai upaya strategis untuk merajut kembali hubungan baik antara BSI dan Muhammadiyah.

Bank Syariah Indonesia (BSI) [ANTARA]
Bank Syariah Indonesia (BSI) [ANTARA]

Kehadiran Muhadjir di pucuk kepemimpinan komisaris diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak. Sebagai kader Muhammadiyah, Muhadjir diyakini memiliki pemahaman mendalam mengenai aspirasi dan kepentingan organisasi berlambang matahari tersebut. Di sisi lain, posisinya di BSI memberikan platform untuk mengakomodasi harapan-harapan Muhammadiyah dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Kini, dengan ditunjuknya Muhadjir Effendy, seorang figur senior dan memiliki pengaruh kuat di Muhammadiyah, sebagai pucuk pimpinan dewan komisaris BSI, banyak pihak melihat ini sebagai sinyal kuat rekonsiliasi. Kehadiran Muhadjir di posisi strategis ini diyakini dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara BSI dan Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang bagi kembalinya dana-dana AUM Muhammadiyah ke pangkuan BSI.

baca juga

Selain faktor kedekatan ideologis dan potensi sinergi strategis, posisi Komisaris Utama BSI juga menawarkan insentif finansial yang signifikan. Merujuk pada data remunerasi Dewan Komisaris BSI tahun 2024, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 25,49 miliar untuk 10 orang. Jika diasumsikan pembagian yang merata, seorang Komisaris Utama berpotensi menerima:

Honorarium: Sekitar Rp 1,5 miliar per tahun atau Rp 125,8 juta per bulan.
Tunjangan transportasi: Sekitar Rp 284,9 juta per tahun atau Rp 23,7 juta per bulan.
THR: Sekitar Rp 117,6 juta.
Asuransi purnajabatan: Sekitar Rp 891 juta per tahun atau Rp 74,2 juta per bulan (untuk tujuh orang yang memenuhi syarat).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lowongan Kerja Tanpa Ijazah Gaji Besar, Kejar Peluang Karier Meski Tanpa Gelar

Lowongan Kerja Tanpa Ijazah Gaji Besar, Kejar Peluang Karier Meski Tanpa Gelar

Lifestyle | Senin, 19 Mei 2025 | 14:23 WIB

Berapa Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS Tahun 2025? Begini Cara Ceknya, Segera Cair!

Berapa Besaran Gaji ke-13 Pensiunan PNS Tahun 2025? Begini Cara Ceknya, Segera Cair!

News | Senin, 19 Mei 2025 | 13:26 WIB

Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar

Daftar 10 Negara yang Punya Gaji Rendah, Ternyata Banyak Cetak Orang Pintar

Bisnis | Senin, 19 Mei 2025 | 12:52 WIB

Terkini

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:14 WIB

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:05 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:59 WIB

×