Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 20 Mei 2025 | 13:31 WIB
BI Sebut Ekonomi Indonesia Enggak Jelek Banget, Ini Buktinya
BI sebut ekonomi Indonesia enggak jelek banget, ini buktinya

Suara.com - Bank Indonesia (BI) ekonomi Indonesia tidak terlalu jelek. Hal ini dikarenakan pertumbuhan Indonesia di kuartal pertama hanya tumbuh 4,87 persen.

Deputi Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan ekonomi Indonesia masih ditopang dari domestik. Serta masih tumbuhnya permintaan konsumzi rumah tangga. Serta nilai tukar Rupiah yang cenderung membaik.

"Ekonomi kita enggak jelek-jelem banget dan pertumbuhan ekonomi kita masih tinggi. Dari satu sisi punya ekonomi domestik ekonomi kuat bank indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," katanya di Gedung Bank Mega, Selasa (20/5/2025).

Dia merinci pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh hampir 5% yakni 4,89%. Hal inilah yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi sehingga mempunyai daya tahan yang tinggi.

"Dan kemudian kalau kita lihat kenapa kita punya daya tahan yang cukup tinggi, even diperkirakan oleh IMF sampai di akhir tahun 2025, karena ekonomi kita ini basisnya itu sebenarnya adalah ekonomi domestic demand driven. Jadi konsumsi masyarakat, investasi dan juga pengeluaran government itu 90% lebih kontribusinya terhadap ekonomi kita,"katanya.

Menurut, dia pertumbuhan ekspor Indonesia masih cukup tinggi. Apalagi, generasi muda yang cukup tinggi bisa membantu ketahanan perekonomian Indonesia.

" Ekspor kota cukup supaya likuidtas perbankan juga cukup, terus kita harus confindence berusaha konsumsi apalagi penduduk kita usia muda produktif dan spending ini jadi kunci pertumbuhan ekonomi kita confindence kita punya daya tahan cukup baik jangan pernah give up," jelasnya.

Tidak hanya itu, perekonomian hampir seluruh negara di dunia tengah mengalami kesulitan. Bahkan, dua negara yang stabil, Amerika Serikat (AS) dan China, juga tengah goyah. Faktor ini sempat membuat rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS. 

"Kalau kita lihat Indonesia, pangan kita stabil jadi keberhasilan pemerintah dalam mengakumulasi stok pangan hasilnya positif dan akhirnya memberikan kontribusi stabilitas inflasi terjaga, growth kita stabil," bebernya.

baca juga

Kata dia, dolar sekarang juga melemah karena baru di downgrade kemarin sama Moody's dan rating agency lain lagi dan mereka mengalami twin deficit, di budget dan neraca dagang,

Adapun, downgrade dari rating agency, yakni Moody's, terhadap utang AS ini dipicu oleh kebijakan tarif respirokal Presiden AS Donald Trump. Kebijakan ini memicu ketidakpastian di AS. Hingga, aliran modal dari AS kembali masuk ke emerging market dan instrumen emas.

"Ini tercermin di Indonesia ada inflow ke SBN, saham dan beberapa masuk ke SRBI," imbuhnya.

Bahkan, dia mengklaim volatilitas nilai tukar telah semakin mereda, jika dibandingkan negara lain. "Ini mencerminkan kestabilan rupiah yang relatif membuat adanya confidence dan jadi dasar kuat Bapak dan Ibu kalau mau bisnis tentu dibutuhkan stabilitas," ujarnya.

Dia pun juga membeberkan, rupiah yang tadinya tertekan, kembali menguat belakangan ini meski sempat kembali turun tajam saat cuti bersama pekan lalu.

Namun, BI terus melakukan terobosan-terobosan, bekerja sama dengan bank sebtral negara lain, Malaysia, Singapura, dan Australia, terkait Kerjasama kebutuhan local currency. 

"Bagaimana kami melihat terobosan bank sentral negara lain ini adalah transaksi dengan mata uang lokal dan perkembangannya sangat pesat."bebernya.

BI juga memiliki kesepakatan dengan Malaysia, China, Thailand, Singapura, China dan negara lain, sehingga BI bisa lebih menjaga cadangan devisa dari guncangan luar biasa.

"Kami akan menggunakan bauran kebijakan moneter terkait nilai tukar, suku bunga acuan. Kami akan terus ekspansi kebijakan, memberikan kebijakan likuditas makro, keringanan untuk bank-bank yang memberikan kredit kepada sektor-sektor prioritas dan kebijakan lainnya," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:32 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Alasan BI Diproyeksi Pertahankan BI Rate 5,75 Persen di Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:14 WIB

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

RAPBN 2027: Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp 632 Triliun, Tertinggi Sejak 2022

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:12 WIB

RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas

RAPBN 2027: Daftar 10 Kementerian Lembaga dengan Anggaran Tertinggi, BGN Pertama Tapi Dipangkas

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×