Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

SRC Dorong Transformasi UMKM Toko Kelontong Lewat Empat Strategi

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 21 Mei 2025 | 11:11 WIB
SRC Dorong Transformasi UMKM Toko Kelontong Lewat Empat Strategi
SRC Ungkap Strategi Kembakang UMKM.

Suara.com - Sampoerna Retail Community (SRC) terus fokus untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya toko kelonting di Indonesia. SRC mengungkapkan, terdapat empat strategi untuk bisa membawa UMKM maju hingga naik kelas.

SRC juga memperkuat kolaborasi antara pelaku UMKM, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menjadikan keluarga besar SRC Indonesia semakin kuat, cepat, dan adaptif dalam menghadapi tantangan.

Direktur PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto, menegaskan bahwa perjalanan panjang SRC selama lebih dari satu setengah dekade telah membentuk ekosistem UMKM yang tangguh.

Ia melanjutkan, perjalanan SRC sebagai bukti nyata peran strategis toko kelontong dalam mendukung perekonomian nasional. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk membangun UMKM yang berdaya saing.

"Dampak dari perjalanan panjang SRC tidak hanya tercermin dalam cerita sukses para pemilik toko kelontong, tetapi juga terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, dan berputarnya roda perekonomian lokal. Lebih dari sekadar jaringan usaha, ekosistem SRC telah menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang memperkuat daya saing melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Romulus di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Kekinian, SRC mengelola lebih dari 250.000 toko kelontong yang tersebar di seluruh pelosok negeri, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga, masyarakat luas, hingga perekonomian Indonesia.

Romulus menuturkan, empat strategi yang dijalankan perseroan selama ini yaitu, Pertama SRC membangun pondasi komunitas dengan pelatihan dan pendampingan yang memperkuat pengetahuan bisnis pemilik toko.

Kemudian kedua, SRC menghadirkan identitas visual yang seragam dan profesional, menciptakan citra baru toko kelontong yang lebih modern.

"Ketiga, sistem distribusi diperkuat melalui kemitraan dengan Mitra SRC yang menjamin pasokan barang secara efisien. Keempat, teknologi diperkenalkan melalui aplikasi AYO by SRC yang menjadi jembatan digital antara pemilik toko, pemasok, dan konsumen," jelas Romulus.

Seluruh langkah ini membentuk ekosistem yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga berakar kuat pada semangat gotong royong. Peran ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya membangun ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Dalam perjalanannya, ada peran penting pendampingan dari SRC yang menjadi simbol dari perubahan yang lebih besar, yakni mendorong modernisasi toko kelontong agar tetap relevan, efisien, dan berdaya saing di era digital.

Melalui ekosistem yang terintegrasi, SRC didukung oleh aplikasi AYO by SRC sebagai aplikasi digital yang membantu pengembangan bisnis bagi pemilik toko.

Bukan sekadar aplikasi, AYO by SRC menjadi pusat kendali usaha, mulai dari pemesanan barang, pencatatan penjualan, hingga pengelolaan stok yang dulunya dilakukan secara manual, kini bisa diakses dalam genggaman.

Tidak hanya itu, terdapat tiga fitur andalan di antaranya POJOK BAYAR, POJOK UNTUNG, dan PEMBIAYAAN, yang menjadi pintu masuk bagi toko kelontong untuk naik kelas.

Fitur POJOK BAYAR menyediakan berbagai layanan pembayaran digital, mulai dari pembelian token listrik, pulsa, hingga pembayaran tagihan air, listrik, dan BPJS, serta mendukung transaksi non-tunai. Fitur POJOK UNTUNG memberikan peluang bagi pemilik toko untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen atau mitra dari berbagai partner bisnis.

Sementara itu, fitur PEMBIAYAAN memberikan akses permodalan yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik toko untuk memperluas usahanya.

"Ekosistem SRC hadir bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi sebagai kekuatan yang mendorong transformasi ekonomi dari akar rumput. Melalui program Pojok Lokal, SRC membuka akses pasar bagi produk UMKM dan memperkuat perputaran roda ekonomi di tingkat komunitas. Lebih dari itu, SRC menjadi motor penggerak yang menjaga keberlangsungan usaha kecil, menciptakan peluang kerja, serta mendorong inklusi ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Romulus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkom Dorong UMKM Berkelanjutan di Kaltara lewat GoZero% Goes to Borneo

Telkom Dorong UMKM Berkelanjutan di Kaltara lewat GoZero% Goes to Borneo

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 09:57 WIB

PLN Mobile Color Run 2025 Dorong Industri Kreatif dan UMKM Palembang

PLN Mobile Color Run 2025 Dorong Industri Kreatif dan UMKM Palembang

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:28 WIB

Menteri Maman Sebut SPPG dalam MBG sebagai Ekosistem untuk UMKM

Menteri Maman Sebut SPPG dalam MBG sebagai Ekosistem untuk UMKM

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 16:16 WIB

Terkini

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:54 WIB

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:50 WIB

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:45 WIB