Prabowo Deal! Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal Masuk ke RI

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:23 WIB
Prabowo Deal! Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal Masuk ke RI
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pelonggaran aturan halal bagi produk-produk Negeri Paman Sam yang masuk ke pasar domestik. Foto ist.
baca 10 detik
  • Produk manufaktur, kosmetik, dan alat medis AS kini bebas wajib halal di RI.
  • BPJPH wajib akui sertifikat halal lembaga AS tanpa syarat tambahan yang rumit.
  • RI terima standar potong hewan AS dan bebaskan label halal untuk pakan ternak.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi menyepakati kerja sama ekonomi monumental dengan Amerika Serikat (AS). Lewat dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) bertajuk 'Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance', Presiden Prabowo Subianto menyetujui pelonggaran aturan halal bagi produk-produk Negeri Paman Sam yang masuk ke pasar domestik.

Langkah ini menandai babak baru hubungan dagang kedua negara, di mana Indonesia sepakat untuk tidak lagi mewajibkan sertifikasi halal pada sejumlah komoditas manufaktur hingga produk pangan tertentu asal AS.

Mengutip dokumen US-Indonesia ART Full Agreement, Sabtu (21/2/2026), Article 2.9 yang bertajuk "Halal for Manufactured Goods" menyebutkan bahwa pelonggaran ini bertujuan mempercepat arus ekspor kosmetik, perangkat medis, hingga barang manufaktur lainnya dari AS ke Indonesia.

"Indonesia akan membebaskan produk AS dari setiap sertifikasi halal dan persyaratan pelabelan halal," bunyi poin dalam dokumen tersebut.

Pelonggaran ini tidak main-main. Indonesia juga membebaskan persyaratan label halal untuk wadah serta bahan pengangkut produk manufaktur. Namun, pengecualian tetap berlaku untuk wadah yang digunakan mengangkut makanan, minuman, dan farmasi.

Menariknya, Indonesia kini wajib mengakui sertifikasi halal yang diterbitkan oleh lembaga otoritas di AS tanpa syarat tambahan. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) diminta untuk merampingkan proses pengakuan tersebut agar produk AS bisa langsung 'tancap gas' di pasar lokal.

Di sektor pangan, kesepakatan ini memberikan karpet merah bagi produk hewani AS. Indonesia menyatakan bakal menerima praktik penyembelihan hewan di AS selama sesuai hukum Islam atau standar anggota Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC).

Lebih jauh, produk non-hewan dan pakan ternak baik yang direkayasa genetika maupun tidak kini bebas dari kewajiban label halal. Bahkan, perusahaan penyimpanan dan pergudangan di rantai pasok ekspor AS tidak perlu lagi melakukan pengujian kompetensi halal bagi karyawannya.

"Indonesia tidak akan mengadopsi ukuran apa pun yang mengharuskan perusahaan AS menunjuk ahli materi pokok halal untuk mengawasi operasi perusahaan," tulis dokumen tersebut.

baca juga

Kesepakatan ini diharapkan mampu menggenjot nilai perdagangan bilateral, meski diprediksi akan memicu diskusi hangat di dalam negeri terkait implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang selama ini berlaku ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?

Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:06 WIB

Soal Wacana Dukung Prabowo Dua Periode, Surya Paloh: Nanti Kita Sedang Pikirkan

Soal Wacana Dukung Prabowo Dua Periode, Surya Paloh: Nanti Kita Sedang Pikirkan

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:50 WIB

Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?

Mahkamah Agung AS Putuskan Tarif Trump Ilegal, Bagaimana Nasib Perjanjian Prabowo - Trump?

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:28 WIB

Terkini

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Captain Tsubasa: Rising Sun FINALS Kembali, Menuju Klimaks Madrid Olympics

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

Kortastipidkor Ralat: Orang Kepercayaan Bupati Gowa Ternyata Belum Jadi Tersangka

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:29 WIB

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

FIFA ASEAN Cup Bakal Dihapus Jika Eks Bek Tottenham Ini Kalahkan Infantino di Pilpres FIFA 2027

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Usai Dilantik, Bupati Sleman Minta 5 Lurah PAW Diminta Fokus pada Program dan Pelayanan Publik

Jogja | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Tancap Gas Awal 2027! Proyek PLTP Rajabasa Bakal Serap 2.000 Pekerja, Kuota Lokal 80 Persen

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Kereta Terakhir Pukul Sembilan Malam

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:24 WIB

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Wacana Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Dampak MotoGP Mandalika 2026, InJourney Dorong Ekonomi hingga Rp5 T

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:22 WIB

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Miris Lihat Jemaah Gagal Berangkat, Ivan Gunawan Terjun ke Bisnis Umrah: Igun Jamin Pasti Berangkat

Miris Lihat Jemaah Gagal Berangkat, Ivan Gunawan Terjun ke Bisnis Umrah: Igun Jamin Pasti Berangkat

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:19 WIB

×