Gaji Dosen di Indonesia vs Malaysia vs Singapura, Negeri Ini Paling Miris!

M Nurhadi

Jum'at, 23 Mei 2025 | 13:19 WIB
Gaji Dosen di Indonesia vs Malaysia vs Singapura, Negeri Ini Paling Miris!
Aksi solidaritas Puluhan dosen di Politeknik Negeri Semarang (Polines) menuntut tunjangan kinerja (tukin) di depan Gedung Direktorat Polines, Senin (3/2/2025). (suara.com/Sigit AF)

Suara.com - Kesejahteraan dosen di Indonesia tampaknya masih jauh panggang dari api. Salah satu contohnya adalah ketidakjelasan realisasi pencairan tunjangan kinerja atau tukin kendati petunjuk pencairannya telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Perbandingan gaji dosen di Indonesia dengan negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia dan Singapura pun masih jauh.

Di Indonesia, dosen dengan status pegawai negeri sipil (PNS) akan digaji seperti PNS lain di golongan III dan IV. Gaji dosen PNS atau gaji dosen negeri yang berkarya 0-1 tahun ada di level golongan III berkisar antara Rp2.688.500 hingga Rp4.797.000 per bulan. Sementara itu gaji dosen golongan IV dengan masa kerja sekitar lima tahun, berkisar antara Rp3.044.300 hingga Rp5.901.200. Seorang dosen yang baru saja diterima sebagai PNS maka secara otomatis akan masuk dalam golongan gaji IIIb. 

Sementara itu, meskipun memiliki pertimbangan masa kerja layaknya di Indonesia, gaji dosen di Malaysia nominalnya jauh lebih tinggi. Sejumlah sumber menyebut dosen di Negeri Jiran bisa digaji setidaknya RM 3.500 atau sekitar Rp12 juta. Di Singapura, negara paling maju kawasan Asia Tenggara, gaji dosen bisa menyentuh 7.000 dolar atau sekitar Rp72 juta.

Dibanding kedua negara tetangganya, gaji dosen di Indonesia termasuk rendah. Apalagi jika dibandingkan dengan beban kerja dan setumpuk urusan administratif yang dimiliki. Belum lama ini, media sosial Twitter atau X juga sempat ramai dengan tagar #JanganJadiDosen yang menunjukkan bahwa untuk memilih profesi ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Belum lama ini, Aliansi Dosen Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) menggelar aksi simbolik dengan mengirimkan karangan bunga ke Kantor Kemendiktisaintek. Aksi ini merupakan ungkapan kekecewaan atas ketidakjelasan realisasi tunjangan kinerja atau tukin dosen ASN yang telah direalisasikan sejak tahun 2020, tetapi hingga kini tak kunjung dipenuhi.

Para dosen menuntut agar segera ada kejelasan soal tunjangan kinerja. Mereka berharap kementerian menyusun aturan baru terkait dengan tunjangan kinerja.

Guru Besar bidang Manajemen Kebijakan Publik dari Fisipol UGM Wahyudi Kumorotomo menilai adanya keprihatinan yang ditunjukkan oleh ADAKSI sebenarnya mewakili keprihatinan bukan hanya para dosen dan guru, tetapi juga keprihatinan terhadap para perumus kebijakan pendidikan.

Padahal dalam rentang lima tahun ke depan, Indonesia tengah menuju Indonesia Emas dan periode jangka menengah kedua untuk memanfaatkan Bonus Demografi yang menghendaki komitmen lebih kuat pada basis pendidikan pengembngan SDM.

“Kita menyayangkan perhatian pemerintah dan perumus kebijakan justru semakin luntur. Pendidikan yang menentukan daya-saing bangsa semakin tidak diperhatikan,” kata Wahyudi seperti dilansir dari laman resmi UGM.

baca juga
Pintu depan UGM. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]
Pintu depan UGM. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

Wahyudi juga menilai langkah Kemendiktisaintek saat ini juga sangat membingungkan. Pasalnya, dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 447/P/2024 sudah dijelaskan tentang rencana untuk memberikan Tukin, dan mestinya sudah masuk ke mata anggaran pemerintah.

Menurutnya, persoalan tukin dosen ASN bermula pada perubahan Undang-Undang Pegawai Negeri Sipil (UU PNS) menjadi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) pada 2015. Perubahan tersebut turut menyinggung postur anggaran, baik untuk yang berstatus PNS maupun PPPK.

Selain itu, adanya  Undang-Undang Guru dan Dosen diterbitkan pada 2005, proses sertifikasi dosen (serdos) belum selesai sepenuhnya, terutama bagi dosen muda yang belum memenuhi syarat sertifikasi. “Nah, mereka itu tidak mendapatkan tunjangan. Yang sudah punya sertifikasi dosen, mereka dapat. Yang belum serdos ini yang punya masalah, mereka menuntut,” jelasnya.

Para dosen yang belum memiliki serdos itu pun telah mengajukan tuntutan agar mereka mendapatkan tukin sebagai pengganti tunjangan profesi. Namun, pengesahan tukin tersebut ternyata membutuhkan waktu cukup lama. Hal itu kian rumit dengan adanya perubahan struktur nomenklatur kementerian, dari Kemenristekdikti ke Kemendikbudristek hingga kini menjadi Kemendiktsaintek.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Menabung Rp100 Juta dalam Setahun dengan Gaji Pas-pasan

Rahasia Menabung Rp100 Juta dalam Setahun dengan Gaji Pas-pasan

Lifestyle | Kamis, 22 Mei 2025 | 19:39 WIB

Karyawati di Cilandak Bobol Kantor Gegara Bos Nunggak Gaji, Terungkap Gegara Ibu Kos Endus Bau Busuk

Karyawati di Cilandak Bobol Kantor Gegara Bos Nunggak Gaji, Terungkap Gegara Ibu Kos Endus Bau Busuk

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:13 WIB

Perkiraan Gaji Simon Tahamata sebagai Head of Scouting di Timnas Indonesia

Perkiraan Gaji Simon Tahamata sebagai Head of Scouting di Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 22 Mei 2025 | 10:13 WIB

Buku Mahal, Gaji Kecil: Apakah Membaca Hanya untuk yang Punya Uang?

Buku Mahal, Gaji Kecil: Apakah Membaca Hanya untuk yang Punya Uang?

Your Say | Kamis, 22 Mei 2025 | 09:33 WIB

Gaji Letjen Djaka Budi Utama Sebagai Dirjen Bea Cukai & Anggota TNI

Gaji Letjen Djaka Budi Utama Sebagai Dirjen Bea Cukai & Anggota TNI

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:54 WIB

Profil Irjen Pol Muhamad Iqbal: Kekayaan, Karier, dan Gaji

Profil Irjen Pol Muhamad Iqbal: Kekayaan, Karier, dan Gaji

Bisnis | Selasa, 20 Mei 2025 | 19:04 WIB

Terkini

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Mahasiswa hingga Ibu Rumah Tangga Rebutan Jadi Relawan MotoGP Mandalika, Apa Menariknya?

Bali | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

Kata-kata Pertama Raja Haakon VIII, Raja Norwegia Baru

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Tiga Tahun Kembangkan Rokok HS, Ini Kiat Sukses Owner M. Suryo: Inovasi dan Semangat Berbagi

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?

Pengalaman yang Tak Masuk CV: Mengapa Kerja Domestik Dianggap Tak Bernilai?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali

Warga Diterkam Buaya di Sungai Sendewo Meranti, Camat: Bukan Pertama Kali

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

Muktamar NU di Tambakberas Ricuh, Massa Caketum Bentrok dengan Tim Keamanan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:12 WIB

HS Slim Double jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

HS Slim Double jadi Rokok Paling Laris, Muhammad Suryo Minta Maaf Belum Bisa Penuhi Permintaan Pasar

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:11 WIB

Mau Beli Barang dari China? Pahami Alurnya Sebelum Transfer

Mau Beli Barang dari China? Pahami Alurnya Sebelum Transfer

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:05 WIB

×