Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Sabtu, 24 Mei 2025 | 21:11 WIB
Waspada! Harga Emas Bisa Terjun Bebas ke USD 3.150, Ini Pemicunya
Ilustrasi emas. Harga emas dunia berpotensi berada di level terendah karena terkoreksi. (Freepik)

Suara.com - Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi meramal harga emas dunia berpotensi berada di level terendah. 

Hal ini setelah harga emas dunia Jumat 23 Mei 2025 sore kemarin mengalami koreksi signifikan dan telah menyentuh level support pertama di USD 3.245 per troy ounce. 

Dia menilai bahwa penurunan tersebut belum berakhir, dengan potensi besar harga emas akan menembus level USD 3.185. Bila hal itu terjadi, maka harga terendah diprediksi di angka USD 3.150.

"Ada kemungkinan besar akan tembus di level 3.185. Kalau seandainya tembus di level 3.185, ada kemungkinan besar support terakhir itu adalah di 3.150. Itu level terendah kalau kita lihat secara teknikal," ujar Ibrahim kepada media yang dikutip, Sabtu 24 Mei 2025.

Ibrahim menjelaskan, ada sejumlah faktor global yang menyebabkan turunnya harga emas dunia.

Salah satunya adalah pernyataan pejabat Bank Sentral Amerika Serikat pada pekan lalu yang menyiratkan bahwa pemangkasan suku bunga masih akan tertunda dalam waktu yang lama.

"Pada saat pertemuan Bank Sentral Amerika dan pernyataan-pernyataan dari pejabat Bank Sentral Amerika di hari Jumat, mereka mengatakan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan besar masih cukup jauh," kata Ibrahim.

Selain itu, kondisi perang dagang yang belum sepenuhnya reda menjadi alasan kuat bagi The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi.

Meskipun berbagai pihak, termasuk mantan Presiden Donald Trump, mengkritik sikap tersebut, Bank Sentral tetap bergeming.

baca juga

Sementara itu, ketegangan geopolitik yang mereda di beberapa kawasan juga turut memberi tekanan pada harga emas.

Ibrahim menyoroti gencatan senjata antara Pakistan dan India setelah tiga hari bentrokan yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan PBB, serta kesepakatan dagang antara Amerika dan Tiongkok yang terjadi di Swiss.

"Amerika yang awalnya menerapkan biaya impor sebesar 145 persen berubah menjadi 30 persen, kemudian Tiongkok yang menerapkan biaya impor 125 persen hanya dikenakan 10 persen."

"Ini yang sebenarnya membuat Bank Sentral Amerika kemungkinan besar masih akan tetap mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan di tahun 2025 kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga," ujarnya.

Ibrahim menyebut bahwa kesepakatan penurunan tarif impor tersebut justru berdampak negatif bagi harga emas, karena memicu aksi ambil untung atau taking profit oleh para pelaku pasar besar.

Namun, menurutnya aksi ambil untung atau profit taking ini bersifat sementara, karena investor besar masih menunggu gejolak geopolitik global kembali memanas terutama di Eropa dan Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Melorot Jelang Akhir Pekan, Jadi Rp 1.910.000/Gram

Harga Emas Antam Melorot Jelang Akhir Pekan, Jadi Rp 1.910.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Kembali Melesat, Kembali ke Rp 1,9 Juta/Gram

Harga Emas Antam Kembali Melesat, Kembali ke Rp 1,9 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 09:55 WIB

Harga Emas di Pegadaian Tiba-tiba Menguat Hari Ini, Cek Daftarnya

Harga Emas di Pegadaian Tiba-tiba Menguat Hari Ini, Cek Daftarnya

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:57 WIB

Terkini

Imparsial soal Kasus Andrie Yunus: Ini Bukti Nyata Cacatnya Sistem Peradilan Militer di Indonesia

Imparsial soal Kasus Andrie Yunus: Ini Bukti Nyata Cacatnya Sistem Peradilan Militer di Indonesia

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:42 WIB

5 Rekomendasi HP RAM 8 GB Rp1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Harganya

5 Rekomendasi HP RAM 8 GB Rp1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 14:41 WIB

Apa Perbedaan Fitur Stylus Pen Aktif dan Pasif pada Tablet Android? Ini Penjelasannya

Apa Perbedaan Fitur Stylus Pen Aktif dan Pasif pada Tablet Android? Ini Penjelasannya

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 14:41 WIB

Fenomena Gen Z Jompo: Ketika Hidup Terlalu Padat untuk Istirahat

Fenomena Gen Z Jompo: Ketika Hidup Terlalu Padat untuk Istirahat

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 14:40 WIB

Ada Apa di BPN Kabupaten Bogor? Tim Ditreskrimum dan Brimob Bersenjata Tampak Siaga di Lokasi

Ada Apa di BPN Kabupaten Bogor? Tim Ditreskrimum dan Brimob Bersenjata Tampak Siaga di Lokasi

Bogor | Rabu, 09 September 2026 | 14:38 WIB

Beban Keuangan Jadi Alasan, Kades Usul Pilkades Ditunda ke DPR

Beban Keuangan Jadi Alasan, Kades Usul Pilkades Ditunda ke DPR

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:37 WIB

Erupsi Anak Krakatau Belum Ganggu Harga Pangan, Tapi Risiko Pasokan Mengintai

Erupsi Anak Krakatau Belum Ganggu Harga Pangan, Tapi Risiko Pasokan Mengintai

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 14:36 WIB

Sinergi Komunitas dan Perusahaan Pembiayaan Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Sinergi Komunitas dan Perusahaan Pembiayaan Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 14:36 WIB

Sempat Dicoret, Kajian Ikan Sapu-Sapu Kembali Dianggarkan Rp250 Juta

Sempat Dicoret, Kajian Ikan Sapu-Sapu Kembali Dianggarkan Rp250 Juta

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:35 WIB

Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Medan Tak Diketahui Keberadaannya Sejak 2010

Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Medan Tak Diketahui Keberadaannya Sejak 2010

Sumut | Rabu, 09 September 2026 | 14:31 WIB

×