Beban Keuangan Jadi Alasan, Kades Usul Pilkades Ditunda ke DPR

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 09 September 2026 | 14:37 WIB
Beban Keuangan Jadi Alasan, Kades Usul Pilkades Ditunda ke DPR
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat konferensi pers bersama Koordinator Nasional Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (Kades AMJ) di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
baca 10 detik
  • Koordinator Nasional Kades AMJ mengusulkan penundaan Pilkades kepada DPR RI.
  • Usulan penundaan tersebut bertujuan menghindari beban keuangan negara akibat kondisi ekonomi dan dampak global.
  • Kades AMJ juga meminta posisi Penjabat Kepala Desa diisi mantan atau petahana, bukan PNS.

Suara.com - Sejumlah kepala desa yang tergabung dalam Koordinator Nasional Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (Kades AMJ) mengusulkan agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) ditunda. Mereka menilai kondisi ekonomi saat ini belum ideal untuk menggelar Pilkades karena berpotensi menambah beban keuangan negara.

Usulan tersebut disampaikan saat Kades AMJ menemui pimpinan DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membenarkan adanya usulan tersebut.

Menurutnya, para kepala desa yang masa jabatannya akan berakhir pada 2027 mempertimbangkan kondisi ekonomi dan dampak global yang turut memengaruhi situasi di pedesaan.

"Terkait dengan kondisi saat ini, di mana ada urgensi, kemudian dampak global yang berpengaruh juga akhirnya pada pelaksanaan tahapan Pilkades yang dirasakan mungkin akan membebani situasi keuangan pada saat ini dan juga dinamika yang terjadi di pedesaan-pedesaan," kata Dasco usai menerima audiensi Kades AMJ di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dasco mengatakan DPR akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait di pemerintahan.

DPR, kata dia, berharap pemerintah dapat menentukan waktu yang tepat untuk menyesuaikan tahapan Pilkades. Perhitungan terkait waktu pelaksanaan akan dikaji lebih lanjut.

Kades Tolak Pj Diisi PNS

Selain meminta penundaan Pilkades, Kades AMJ juga mengusulkan perubahan mekanisme pengisian jabatan kepala desa apabila masa jabatan petahana berakhir.

baca juga

Kepala Desa Kasegeran, Kabupaten Banyumas, Saifuddin, meminta posisi Penjabat (Pj) Kepala Desa tidak diisi oleh PNS.

Ketua MPO Kades AMJ itu menyebut keterbatasan jumlah PNS sebagai salah satu alasannya. Ia mengusulkan agar jabatan Pj Kades dapat kembali diisi oleh mantan kepala desa atau kepala desa yang masih menjabat.

"Ini karena keterbatasan PNS maka untuk bisa dikembalikan ke undang-undang lama, bahwa jabatan, pejabat kepala desa ini bisa dijabat oleh mantan kepala desa atau kepala desa yang saat ini sedang menjabat," kata Saifuddin.

Usulan penundaan Pilkades dan mekanisme pengisian Pj Kades tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan DPR dengan pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Pilkades Bebani Keuangan Negara, Para Kades Minta Masa Jabatan Diperpanjang

Alasan Pilkades Bebani Keuangan Negara, Para Kades Minta Masa Jabatan Diperpanjang

News | Rabu, 09 September 2026 | 13:51 WIB

Anggota DPR Kritik Kinerja BMKG: Belum Maksimal, Info Bencana Masih Umum dan Pakai 'Bahasa Komputer'

Anggota DPR Kritik Kinerja BMKG: Belum Maksimal, Info Bencana Masih Umum dan Pakai 'Bahasa Komputer'

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:03 WIB

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

Punya Harta Rp3,5 Miliar Masuk Desil 4, Mensos Akui Ada Kesalahan Data

News | Selasa, 08 September 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×