Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Anggaran MBG Terlalu Besar, Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang?

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Rabu, 28 Mei 2025 | 16:49 WIB
Anggaran MBG Terlalu Besar, Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang?
Program makan Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut gagal. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyoroti mengenai program makan bergizi gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Adapun, selama lima bulan berlangsung program ini dinilai gagal.

Kepala Pusat Ekonomi Digital dan UKM INDEF, Izzudin Al Farras Adha, membeberkan alasan bahwa program MBG ini dinilai gagal dikarenakan banyaknya kasus keracunan makanan pada pelajar Indonesia. Tentunya ini harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

"Yang mana ternyata sudah terjadi, soal keterbatasan anggaran, di mana Indonesia sedang menjajaki kerjasama dengan China misalnya, dan juga beberapa negara lainnya, bahkan keracunan makanan sudah terjadi kepada sejumlah anak-anak di berbagai daerah, di Tarakan, di Serabia, dan lain-lain. Jadi ini sebenarnya sudah patut dibilang gagal," kata Izzudin dalam diskusi virtual tahunan Indef, Rabu (28/5/2025).

Kata dia, dalam 5 bulan terakhir berjalannya MBG banyak yang berubah dari perencanaan.

Salah satunya mengenai perubahan target jumlah penerima hingga total anggaran yang terus bertambah. Hal ini tentunya bisa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Apalagi, dalam APBN 2025 tertulis dengan jelas bahwa target penerima manfaat itu adalah sebesar 19 juta penerima manfaat dengan total anggaran Rp 71 triliun.

Ternyata per minggu ke-2 Januari atas permintaan Presiden Prabowo, diperluas penerima manfaatnya yang kemudian berimplikasi kepada kebutuhan anggarannya.

"Jadi baru 2 minggu berjalan, kalau nggak salah tanggal 12 Januari itu sudah ada perubahan. Jadi artinya ini perencanaan sangat tidak matang," bebernya.

Dia pun merinci rencana awal 2025 itu ditargetkan kepada 19,40 juta penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp 7,1 triliun dari APBN seluruhnya.

Namun, diperluas kepada seluruh penerima manfaat per akhir tahun 2025, yang mana tentu sudah dijelaskan juga sejak awal bahwa kalau penerima manfaat ini seluruh peserta didik begitu ditargetkan sebesar 82 juta penerima manfaat itu akan memakan anggaran sebesar Rp 400 triliun.

Anggaran ini tentunya bisa membebani APBN bahkan bisa terancam gagal bayar utang.

"Jadi hanya untuk satu program sudah memakan hampir 10 persen APBN kita, yang mana ini tentu sangat membahayakan kesinambungan fiskal kita, dimana kita masih banyak butuh membayar utang, tidak hanya pokoknya tapi juga bunganya yang jumlahnya sangat tinggi dalam tahun ini dan juga tahun depan, belum lagi program-program pemerintah lainnya," kata dia.

Sejumlah penggerak SPPG bertugas membuat Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tridadi, Sleman, Kamis (8/5/2025). [Hiskia/Suarajogja]
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut membebani APBN. [Hiskia/Suarajogja]

"Sehingga perluasan penerima manfaat kepada seluruh penerima manfaat di tahun 2025 ini berimplikasi sangat berbahaya terhadap keseimbangan," Izzudin menambahkan.

Sementara itu, Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF Salsabila Azkia Farhani menyampaikan, bila melihat angka kemiskinan dalam satu dekade, angka kemiskinan Indonesia mudah mengalami peningkatan saat terjadi pandemi Covid-19.

“Pada 2020 kemarin, ternyata persentase jumlah kemiskinan meningkat signifikan. Artinya Indonesia gampang terguncang ketika ada guncangan eksternal,” tutur Salsabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Ungkap Peran Budi Gunawan, Bukan Kader Tapi Jadi Jembatan PDIP dengan Pemerintah

Analis Ungkap Peran Budi Gunawan, Bukan Kader Tapi Jadi Jembatan PDIP dengan Pemerintah

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:45 WIB

Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Sebagai Negara dan Buka Hubungan Diplomatik, Asal...

Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Sebagai Negara dan Buka Hubungan Diplomatik, Asal...

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:41 WIB

Hasan Nasbi Klaim Presiden Prabowo Telah Laksanakan Janji Kampanye: Kami Sudah Kerja Keras

Hasan Nasbi Klaim Presiden Prabowo Telah Laksanakan Janji Kampanye: Kami Sudah Kerja Keras

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:33 WIB

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

Besok, Prabowo Ajak Presiden Macron ke Akmil Magelang: Pamer Prajurit Mahir Bahasa Prancis!

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 12:27 WIB

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

Lukisan Soekarno di Istana Bikin Salfok! Presiden Macron ke Prabowo: This Is Your?

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 11:14 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB