OJK Kantongi 5 Nama Perbankan yang Jadi Pesaing BSI, Ini Bocorannya

Dwi Bowo Raharjo, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Juni 2025 | 11:59 WIB
OJK Kantongi 5 Nama Perbankan yang Jadi Pesaing BSI, Ini Bocorannya
Bank Syariah Indonesia (BSI) akan memiliki pesaing. (Antara/ ist)

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengantongi nama yang menjadi pesaing dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Bahkan, dalam jangka panjang diperkirakan akan ada 5 bank syariah yang skalanya setara dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan belum mengungumkannya terlebih dahulu. Lantaran masih menunggu persiapan dari perbankan tersebut sudah dipenuhi.

"Nah, soal pesaing BSI. Sudah saya sampaikan tadi, kita tidak akan umumkan dulu. Tapi kandidatnya sudah ada. Teman-teman bisa tebak sendiri kalau lihat berita terakhir, terutama soal spin off dan konsolidasi," kata Dian di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Lanjutnya, calon pesaing BSI yakni berasal dari merger bank. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Aturan ini berisi kewajiban spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) bank digantikan dengan ketentuan agar OJK mendorong konsolidasi.

"Dalam ketentuan P2SK, kewajiban spin off sekarang diganti dengan ketentuan bahwa OJK dapat mendorong konsolidasi. Artinya, kalau spin off-nya tidak cukup “nendang”, kita akan dorong merger dengan pihak lain," kata dia.

Dia menyebutkan ada lima bank akan menjadi pesaing untuk BSI. Tentunya dengan kehadiran perbankan syariah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tujuannya jelas dalam jangka menengah, kita ingin punya 2–3 bank syariah besar. Dalam jangka panjang, minimal 5 bank yang skalanya setara dengan BSI. Dan sekarang, kesadaran dari pelaku industri untuk mewujudkan hal ini sudah mulai terbentuk" tegasnya.

Sementara itu, OJK senantiasa mendukung dan mendorong konsolidasi perbankan termasuk konsolidasi di industri perbankan syariah yang dilakukan antara lain melalui spin off UUS dan dimungkinkan pula dapat diikuti oleh penggabungan usaha dengan bank syariah lain agar menghasilkan BUS yang sehat dengan skala usaha lebih besar.

"Sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah, UUS yang memenuhi persyaratan untuk melakukan spin off yaitu UUS yang telah mencapai 50 persen dari total aset BUK induknya dan/atau jumlah aset UUS paling sedikit Rp50 triliun," katanya.

baca juga

Pada prinsipnya spin off UUS bertujuan untuk mendorong UUS melakukan berbagai pengembangan dan penyesuaian proses bisnis, termasuk penguatan aspek kelembagaan, dalam rangka menciptakan industri perbankan syariahnasional yang stabil dan berdaya saing, sehingga mampu merespon tantangan dalam industri perbankan yang semakin dinamis dan kompleks.

Ilustrasi perbankan dan nasabah
Ilustrasi perbankan dan nasabah. (ist)

Saat ini, kinerja UUS (seluruh Indonesia) pada tahun 2024 cukup baik, dengan pertumbuhan DPK dan Pembiayaan secara YoY masing-masing 10,85 persen dan 5,62 persen.

Pertumbuhan Pembiayaan pada tahun 2024 antara lain merupakan dampak dari persiapan yang dilakukan UUS dalam rangka penyesuaian model bisnis pasca spin off dan lebih bersifat sementara. Selama triwulan I-2025, UUS (seluruh Indonesia) masih melanjutkan pertumbuhan positif dan diharapkan dapat terus berlangsung s.d. akhir tahun 2025.

Sebelumnya Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan dua bank syariah baru ini akan memiliki aset yang cukup besar, meskipun belum menyamai PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang asetnya tembus Rp 401 triliun pada Maret 2025.

"Kalau kami lihat ini belum sebesar BSI, tapi kami harapkan dalam jangka menengahnya bisa menuju ke sana dalam waktu dekat ini ada dua bank," imbuhnya.

Adapun, beberapa kandidat yang bakal menjadi pesaing BSI. Apalagi, OJK telah memberikan persetujuan akuisisi PT Bank Victoria Syariah oleh PT Bank BTN (Persero) Tbk dalam rangka memisahkan UUS BTN menjadi Bank Umum Syariah baru.

Hal ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah (RP3SI) 2023-2027, yakni untuk mendorong penguatan struktur dan ketahanan daya saing perbankan syariah, salah satunya melalui konsolidasi perbankan syariah agar dapat dihasilkan struktur industri perbankan syariah yang lebih ideal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang dan Singapura Tertarik Caplok Perbankan Indonesia

Jepang dan Singapura Tertarik Caplok Perbankan Indonesia

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:43 WIB

Pertumbuhan Lesu, Bank Indonesia Turunkan Proyeksi Pembiayaan Syariah Tahun Ini

Pertumbuhan Lesu, Bank Indonesia Turunkan Proyeksi Pembiayaan Syariah Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 08:06 WIB

Perbandingan KUR BCA vs KUR BSI 2025: Tenor, Cicilan, dan Bunga Terbaru

Perbandingan KUR BCA vs KUR BSI 2025: Tenor, Cicilan, dan Bunga Terbaru

Bisnis | Minggu, 01 Juni 2025 | 13:04 WIB

Menyasar Ibu-ibu dan Anak Muda, OJK Bongkar Modus Baru Penipuan di Sektor Perbankan

Menyasar Ibu-ibu dan Anak Muda, OJK Bongkar Modus Baru Penipuan di Sektor Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 14:27 WIB

Terkini

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Bocoran iPhone Air 2 Terbaru: Layar 120Hz, Kamera Ganda 48MP, dan Chipset 2nm

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa WNTS-Pemping

Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa WNTS-Pemping

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Apa Manfaat Lip Mask Madame Gie? Ini 5 Fungsi dan Kandungannya

Apa Manfaat Lip Mask Madame Gie? Ini 5 Fungsi dan Kandungannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Ivar Jenner Sudah Gatal Ingin Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Tandang

Ivar Jenner Sudah Gatal Ingin Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Tandang

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Joane Win hingga Maudy Koesnaedi Hidupkan Kisah Perjuangan Njonja Ati Soetji di Panggung Teater

Joane Win hingga Maudy Koesnaedi Hidupkan Kisah Perjuangan Njonja Ati Soetji di Panggung Teater

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:32 WIB

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×