Danantara Berpotensi Rusak Industri Transportasi Online Jika Ikut Campur Merger GoTo dan Grab

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 09 Juni 2025 | 14:14 WIB
Danantara Berpotensi Rusak Industri Transportasi Online Jika Ikut Campur Merger GoTo dan Grab
Driver Ojol Palembang tolak merger Gojek-Grab

Suara.com - Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyuarakan kekhawatiran serius mengenai potensi dampak negatif terhadap persaingan di industri transportasi online jika Danantara turut serta dalam perundingan merger antara GoTo dan Grab.

Menurut Huda, rencana merger GoTo-Grab saja sudah menimbulkan kekhawatiran persaingan usaha, apalagi jika Danantara masuk sebagai “operator.”

"Keputusan lembaga negara dalam memutuskan persaingan usaha akan rentan intervensi oleh negara, dalam hal ini Danantara. Sebagai regulator dan sebagian minoritas ‘operator,’ tentu akan mengikis persaingan usaha," tegas Nailul Huda kepada Suara.com Senin (9/6/2025).

Ia menambahkan, kehadiran Danantara sebagai bagian dari "negara" dapat menghambat kompetitor lain yang ingin masuk atau mengembangkan usaha. "Kompetitor jika ingin masuk atau mengembangkan usaha, pasti mikir-mikir karena melawan bagian dari ‘negara’," jelasnya.

Nailul Huda juga mempertanyakan motif di balik masuknya Danantara ke GoTo di tengah rencana merger dengan Grab. "Apakah ini langkah untuk keluar dari potensi jeratan KPPU?" tanyanya retoris.

Menurut Huda, permasalahan utama dalam rencana merger ini bukanlah soal entitas asing atau lokal, melainkan murni tentang persaingan usaha antarpihak swasta.

"Saya rasa masalahnya bukan asing atau lokal, mereka sama-sama swasta. Jika merger mengundang sempritan dari KPPU, ya keduanya harus mematuhi aturan. Bukan menggandeng Danantara untuk mereduksi isu asing dan lokal," pungkas Nailul Huda.

Komentar Nailul Huda ini menyoroti perlunya pengawasan ketat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) agar tidak terjadi monopoli atau oligopoli yang merugikan konsumen dan pelaku usaha lainnya di industri transportasi online Indonesia.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) dikabarkan tengah menjajaki peluang investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

baca juga

Langkah ini disebut-sebut sebagai respons terhadap potensi merger antara GOTO dan Grab Holdings yang bisa menimbulkan kekhawatiran monopoli dan dominasi asing di sektor teknologi Indonesia.

Mengutip laporan Bloomberg, Senin (9/5/2025) Danantara sedang dalam tahap awal pembicaraan untuk mengakuisisi saham minoritas di GOTO.

Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyatakan bahwa investasi Danantara ini dapat menjadi strategi untuk mempertahankan kepemilikan nasional atas entitas gabungan yang mungkin terbentuk dari merger antara GOTO dan Grab.

Isu merger antara dua raksasa teknologi, GoTo dan Grab, memang bukan hal baru. Pembicaraan mengenai potensi penggabungan layanan transportasi dan pesan-antar makanan ini sudah bergulir sejak akhir 2020, bahkan sebelum Gojek bergabung dengan Tokopedia membentuk GoTo Group.

Kabar ini kembali mencuat awal tahun ini, di mana Grab dan GoTo disebut tengah menjajaki berbagai opsi kerja sama, termasuk kemungkinan Grab mengakuisisi GoTo dengan kombinasi tunai dan saham.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Danantara maupun GoTo terkait rencana investasi ini.

Isu merger antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara, GoTo dan Grab, kembali menghangat. Kabar ini mengindikasikan potensi konsolidasi pasar yang signifikan, mengingat keduanya memiliki pangsa pasar dominan di berbagai sektor seperti transportasi online, pengiriman makanan, dan layanan keuangan digital.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan, rumor ini memicu spekulasi tentang potensi dampak positif dan negatif.

Merger ini berpotensi menciptakan entitas bisnis yang lebih kuat dan efisien, dengan skala ekonomi yang lebih besar dan cakupan layanan yang lebih luas.

Namun, kekhawatiran juga muncul terkait potensi monopoli dan pengurangan persaingan, yang dapat berujung pada kenaikan harga dan penurunan inovasi.

Otoritas persaingan usaha di berbagai negara akan meneliti secara seksama potensi dampak merger ini terhadap konsumen dan ekosistem bisnis secara keseluruhan.

Jika terealisasi, merger ini akan menjadi salah satu penggabungan bisnis terbesar di Asia Tenggara, yang berpotensi merombak lanskap industri teknologi di kawasan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Danantara Mau Beli Saham GOTO di Tengah Isu Merger dengan Grab?

Kenapa Danantara Mau Beli Saham GOTO di Tengah Isu Merger dengan Grab?

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 10:36 WIB

Menteri UMKM Pastikan Bakal Awasi Peralihan Penjualan Tokopedia-Tiktok Shop

Menteri UMKM Pastikan Bakal Awasi Peralihan Penjualan Tokopedia-Tiktok Shop

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 21:58 WIB

OJK Kantongi 5 Nama Perbankan yang Jadi Pesaing BSI, Ini Bocorannya

OJK Kantongi 5 Nama Perbankan yang Jadi Pesaing BSI, Ini Bocorannya

Bisnis | Kamis, 05 Juni 2025 | 11:59 WIB

Terkini

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

×