Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Investor Kabur dari Proyek Infrastruktur RI, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:36 WIB
Investor Kabur dari Proyek Infrastruktur RI, Sri Mulyani Ungkap Biang Keroknya!
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati blak-blakan soal alasan di balik keengganan investor melirik proyek infrastruktur di Indonesia. Menurut Sri Mulyani, ketidakjelasan rencana pendanaan proyek menjadi biang kerok utama kaburnya para investor.

Dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta International Convention Center (JICC pekan ini, Sri Mulyani menegaskan pentingnya pendanaan (funding) yang kredibel sebagai dasar untuk pembiayaan (financing) proyek-proyek infrastruktur.

"Jika proyek (infrastruktur) tak punya rencana pendanaan kredibel, artinya tidak jelas siapa yang akan membayar, tidak penting seberapa bagus struktur pembiayaannya, investor akan tersenyum, mengangguk dan kabur," ujar Sri Mulyani dengan lugas.

Ia pun mendorong adanya kebijakan pendanaan yang tepat, terutama mengingat Indonesia menghadapi tantangan ruang fiskal yang terbatas. Sri Mulyani mewanti-wanti agar pemerintah tidak terjebak dalam struktur proyek yang terlihat menjanjikan namun tidak realistis, karena hal itu berisiko mengembalikan pada cara-cara yang tidak efisien.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga mengingatkan agar struktur pembiayaan yang dirancang benar-benar diselaraskan dengan risiko yang menyertai. Dengan begitu, perancang proyek dapat mencari solusi yang relevan agar proyek bisa berjalan lancar.

"Kami percaya pentingnya mencocokkan struktur pembiayaan dengan risikonya. Solusi nyata dalam masalah pembangunan infrastruktur terletak pada pemilihan proyek; persiapan; penetapan harga yang kredibel; dan kalau perlu subsidi transparan, terukur dan bijaksana," tandas Sri Mulyani, memberikan penekanan pada transparansi dan kehati-hatian dalam setiap langkah.

Disisi lain mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut bahwa total kebutuhan investasi infrastruktur untuk periode 2025-2029 diperkirakan mencapai angka fantastis US$ 625,37 miliar.

"Total kebutuhan investasi infrastruktur untuk periode 2025 hingga 2029 diperkirakan sekitar US$ 625 miliar," ujar Sri Mulyani, seraya menambahkan bahwa anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, hanya mampu menutupi sekitar 40% dari total kebutuhan tersebut.

Kesenjangan pendanaan yang masif ini, menurut Sri Mulyani, menandakan urgensi partisipasi aktif dari sektor swasta dan dukungan dari berbagai mitra internasional. Tak hanya itu, diperlukan juga mekanisme pendanaan yang inovatif untuk mengisi defisit anggaran ini.

Menkeu Sri Mulyani juga menyoroti bagaimana prioritas pembangunan domestik ini bersinggungan dengan tekanan global yang meningkat. Ia menyebutkan berbagai isu, mulai dari perang dagang hingga ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, yang berdampak pada ketidakstabilan dan fragmentasi.

"Dunia saat ini penuh dengan ketegangan geopolitik yang terus-menerus, yang mengakibatkan fragmentasi dan ketidakstabilan di seluruh negara dan kawasan, prospek ekonomi global tidak bagus," jelasnya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi global pun menjadi sorotan. Sri Mulyani mengutip perkiraan OECD yang menunjukkan penurunan pertumbuhan PDB global dari 3,4 persen pada tahun 2024 menjadi hanya 2,9 persen  pada tahun 2025. Bahkan, Bank Dunia baru-baru ini melaporkan bahwa peningkatan ekonomi global pada tahun 2025 diperkirakan akan turun 0,4 persen  menjadi hanya 2,3 persen.

Tantangan ini semakin diperparah dengan risiko iklim yang semakin intensif. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memperkirakan peningkatan temperatur global akan mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun ke depan. Kondisi ini menuntut pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur.

"Dengan peningkatan perubahan iklim membutuhkan level infrastruktur yang baru yaitu resiliensi. Cuaca ekstrem, transisi energi, dan degradasi lingkungan membutuhkan kita untuk melewati pembangunan fisik dan mengintegrasikan kesejahteraan jangka panjang," pungkas Sri Mulyani. 

Dalam menghadapi tantangan tersebut, pemerintah telah menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti strategi pembiayaan infrastruktur. Beberapa instrumen yang telah diterapkan meliputi kerangka kerja Environmental, Social, and Governance (ESG), Project Development Facility (PDF), Viability Gap Fund (VGF), skema Availability Payment, serta jaminan pemerintah melalui Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lantik Ratusan Pejabat Baru, Sri Mulyani Ingatkan Harus Bantu Program Prabowo

Lantik Ratusan Pejabat Baru, Sri Mulyani Ingatkan Harus Bantu Program Prabowo

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:42 WIB

Sri Mulyani Bocorkan Prabowo Bakal Bentuk Lembaga Baru, Siap-siap Hadapi Tantangan Keuangan Negara!

Sri Mulyani Bocorkan Prabowo Bakal Bentuk Lembaga Baru, Siap-siap Hadapi Tantangan Keuangan Negara!

Bisnis | Sabtu, 14 Juni 2025 | 08:51 WIB

Investor Asing Diberi Karpet Merah Garap Proyek Infrastruktur Rp 200 Triliun, Lokal Minggir Dulu

Investor Asing Diberi Karpet Merah Garap Proyek Infrastruktur Rp 200 Triliun, Lokal Minggir Dulu

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 18:07 WIB

Terkini

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:43 WIB

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 18:36 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:52 WIB

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:30 WIB