Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Nilai Transaksi Repo SPPA BEI Tembus Lebih dari Rp100 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 17 Juni 2025 | 14:39 WIB
Nilai Transaksi Repo SPPA BEI Tembus Lebih dari Rp100 Triliun
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (Antara).

Suara.com - Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan nilai transaksi Repurchase Agreement (Repo) mencapai lebih dari Rp100 triliun pada 3 bulan pertama sejak diluncurkan pada 10 Maret 2025 lalu.

Hingga 28 Mei 2025, total nilai transaksi Repo di SPPA mencapai Rp100,85 triliun, dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp2,86 triliun. 

Angka tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari pelaku pasar terhadap fitur transaksi Repo yang baru diluncurkan sekaligus menandakan SPPA kembali memperkuat posisinya sebagai sentral ekosistem perdagangan Surat Utang di Pasar Sekunder Indonesia. 

Peluncuran fitur transaksi Repo ini merupakan bagian dari Roadmap pengembangan platform perdagangan Surat Utang milik Indonesia yang diinisiasi dan dikelola oleh BEI.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa SPPA dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku pasar di Indonesia, dengan berorientasi kepada kemudahan, integrasi, dan efisiensi serta kenyamanan Pengguna Jasanya.

“Kami bertekad menjadikan SPPA sebagai sentral ekosistem transaksi Surat Utang di Pasar Sekunder Indonesia yang dapat berperan signifikan dalam peningkatan likuiditas dan efisiensi pasar,” ujar Jeffrey kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Lebih lanjut, Jeffrey menjelaskan, salah satu strategi yang diambil untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan mengupayakan agar SPPA dapat berperan sebagai salah satu bagian dari ekosistem Infrastruktur Pasar Keuangan untuk mendukung pemerintah dalam membangun pasar uang yang modern dalam rangka sinergi pembiayaan ekonomi. 

Untuk itu kata dia mulai kuartal pertama tahun 2025 ini, SPPA telah menyediakan layanan transaksi Repo dengan menggunakan underlying Surat Utang.

Sebagai informasi, nilai transaksi yang dicapai tersebut dibukukan oleh 12 (dua belas) Pengguna Jasa yang telah memiliki akun transaksi Repo di SPPA dari total 39 (tiga puluh sembilan) Pengguna Jasa yang sudah memiliki akun transaksi jual beli putus (outright). 

Sehingga kata Jeffrey nilai transaksi ini tentunya memiliki potensi yang lebih besar lagi kedepannya mengingat partisipasi yang cukup luas di Pasar Repo mulai dari Bank, Bank Pembangunan Daerah, Sekuritas, dan lainnya.

“Salah satu prioritas kami saat ini untuk mendorong pencapaian nilai transaksi Repo Surat Utang di SPPA adalah dengan memperluas penggunaan SPPA sebagai platform utama untuk melakukan berbagai macam transaksi terkait Surat Utang di Indonesia,” ujar Jeffrey.

Menurut dia nantinya BEI juga akan berfokus pada perluasan secara horizontal dengan terus mendorong semakin banyak pelaku pasar yang dapat menggunakan SPPA sehingga ikut mendongkrak transaksi instrumen ini.

Kehadiran fitur transaksi Repo Surat Utang yang mumpuni di SPPA, tentunya akan menjadikan SPPA sebagai pool of liquidity untuk pasar keuangan Indonesia.

Selain fitur transaksi yang lengkap dengan menggunakan teknologi terkini, proses pembentukan harga pasar juga dilakukan dengan wajar, teratur, dan efisien. SPPA Repo pun kini menghadirkan banyak metode perhitungan nilai settlement beragam yang dapat mengakomodasi kebutuhan Pelaku Pasar (metoda ICMA dan Bank Indonesia).

Selain itu, mekanisme perdagangan dan pelaporan dirancang dengan menggunakan konsep straight through processing (STP), yang memungkinkan efisiensi proses post trade (pasca) transaksi Repo dalam 1 (satu) sistem yang sama dan menjadi salah satu keunggulan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Loyalitas Badai Emas Pegadaian 2025: Dapat Emas 1 Kg dan Paket Haji dari Transaksi Digital

Program Loyalitas Badai Emas Pegadaian 2025: Dapat Emas 1 Kg dan Paket Haji dari Transaksi Digital

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 10:56 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Tipis, Wall Street Dihantui Inflasi AS

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Tipis, Wall Street Dihantui Inflasi AS

Bisnis | Kamis, 12 Juni 2025 | 07:57 WIB

Sudah Bangkrut, Saham Sritex Bakal Ditendang dari Bursa

Sudah Bangkrut, Saham Sritex Bakal Ditendang dari Bursa

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 21:54 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB