Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 19 Juni 2025 | 14:50 WIB
Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu
Ilustrasi emas batangan. (Dok: Ist)

Suara.com - Tahun 2025 masih menghadirkan tantangan bagi perekonomian global. Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, penyesuaian suku bunga oleh bank sentral dunia, serta volatilitas pasar yang tinggi akibat tekanan inflasi dan krisis energi global telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan. Dalam situasi seperti ini, para investor, baik individu maupun institusional menjadi semakin berhati-hati dan selektif dalam menentukan arah investasinya.

Menanggapi dinamika ini, obligasi, emas, dan reksa dana muncul sebagai tiga pilar utama dalam strategi diversifikasi yang dinilai aman namun tetap berpotensi memberikan imbal hasil menarik. Ketiganya kini menjadi pilihan populer yang menawarkan keseimbangan antara keamanan, likuiditas, dan potensi pertumbuhan.

Obligasi: Stabil dan Terukur di Tengah Volatilitas

Instrumen obligasi, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi dari emiten berperingkat tinggi, menjadi favorit utama karena menawarkan kestabilan imbal hasil dan perlindungan dari fluktuasi tajam pasar saham. Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong partisipasi publik melalui penerbitan SBN ritel seperti ORI dan Sukuk Tabungan yang dapat diakses secara digital.

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025). (Dok: Suara.com)
Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025). (Dok: Suara.com)

"Kalau saya lihat, dari yang lanjut usia, yang paling muda bahkan hingga yang baru pertama kali investasi pun kebanyakan mereka sudah masuk di obligasi," tutur Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025).

Dengan tingkat risiko yang relatif rendah, serta adanya insentif pajak dan akses mudah secara online, tren investasi di obligasi diprediksi masihakan terus meningkat sepanjang 2025.

"Jadi itu yang membuat banyak investor tertarik di obligasi," imbuhnya.

Emas: Safe Haven Klasik yang Kembali Bersinar

Di saat gejolak ekonomi dan politik meningkat, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset safe haven. Harga emas global mencatat tren penguatan sejak awal tahun 2024 dan diperkirakan tetap stabil tinggi seiring meningkatnya permintaan dari investor institusi dan bank sentral di berbagai negara.

baca juga

“Untuk emas sendiri kan memang sudah dikenal yah di Indonesia, kita lihat beberapa waktu lalu orang antre panjang untuk membeli emas," ujarnya.

Kehadiran emas digital kini turut mempermudah investor muda dan ritel dalam mengakses logam mulia ini dengan modal yang jauh lebih terjangkau. Platform investasi modern juga menawarkan fitur tabungan emas yang fleksibel, dapat dimulai dari nominal kecil dan dapat dicairkan kapan pun.

Reksa Dana: Diversifikasi Cerdas dan Terjangkau

Reksa dana tetap menjadi solusi favorit bagi investor pemula hingga berpengalaman yang ingin mengelola portofolio tanpa harus memantau pasar setiap hari. Dengan pilihan mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga saham, reksa dana memungkinkan diversifikasi secara otomatis dengan risiko terukur.

“Reksa dana menjadi solusi praktis untuk investor yang ingin tetap produktif tanpa kehilangan peluang investasi. Manajer investasi profesional memberikan ketenangan dan efisiensi dalam pengelolaan dana,” imbuhnya.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang cenderung positif pada 2025 karena strategi konservatif dan pemilihan instrumen berbasis obligasi yang mendominasi portofolionya. Peningkatan edukasi dan kemudahan berinvestasi lewat aplikasi digital juga berperan besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap reksa dana.

Kendati demikian, semua investasi memiliki risiko. Oleh karena itu, pendekatan diversifikasi portofolio dengan rasio seimbang sangat diperlukan. Dengan begitu, investor mampu menjaga kestabilan nilai portofolio sekaligus tetap membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Kawasan Ini Bandara Internasional Pertama RI, Kini Miliki Aset Rp656 Triliun

Dulu Kawasan Ini Bandara Internasional Pertama RI, Kini Miliki Aset Rp656 Triliun

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 11:40 WIB

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 21:00 WIB

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:01 WIB

Sucor AM Tumbuhkan Investasi Sosial, Rp 9,41 Miliar Disalurkan Lewat Program Anak Pintar

Sucor AM Tumbuhkan Investasi Sosial, Rp 9,41 Miliar Disalurkan Lewat Program Anak Pintar

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:39 WIB

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:55 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sunscreen Korea untuk Flek Hitam, Wajah Kusam Ikut Teratasi

3 Rekomendasi Sunscreen Korea untuk Flek Hitam, Wajah Kusam Ikut Teratasi

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:19 WIB

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Penderita Sakit Lutut dan Sendi, Ini yang Perlu Diperhatikan

5 Sepatu Lari Terbaik untuk Penderita Sakit Lutut dan Sendi, Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 11:19 WIB

Layanan Onshore Power Supply dari Pelindo Diramalkan Bakal Dorong Transformasi Green Port

Layanan Onshore Power Supply dari Pelindo Diramalkan Bakal Dorong Transformasi Green Port

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:17 WIB

LRT Kelapa Gading - Manggarai Beroperasi, DPRD DKI Minta Mikrotrans Merambah Perkampungan

LRT Kelapa Gading - Manggarai Beroperasi, DPRD DKI Minta Mikrotrans Merambah Perkampungan

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:17 WIB

Review Film Love of Your Life: Terlalu Banyak Kesedihan dalam Satu Paket

Review Film Love of Your Life: Terlalu Banyak Kesedihan dalam Satu Paket

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:15 WIB

Indonesia Diprediksi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik, Mengapa Menambah Pembangkit Saja Tak Cukup?

Indonesia Diprediksi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik, Mengapa Menambah Pembangkit Saja Tak Cukup?

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:15 WIB

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

Pertama di Dunia! Amerika Serikat Pasang Senjata di Luar Angkasa

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:13 WIB

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Dinilai Ugal-ugalan, 40 Persen Suara Rakyat Terancam Hangus

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Dinilai Ugal-ugalan, 40 Persen Suara Rakyat Terancam Hangus

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:12 WIB

Bagaimana Cara Lembaga Meteorologi Membuat Prakiraan Cuaca Esok Hari?

Bagaimana Cara Lembaga Meteorologi Membuat Prakiraan Cuaca Esok Hari?

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 11:09 WIB

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Bencana

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:05 WIB

×