Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Kamis, 19 Juni 2025 | 14:50 WIB
Cari Investasi yang Stabil? Ini 3 Pilihan Terbaik Saat Ekonomi Tak Menentu
Ilustrasi emas batangan. (Dok: Ist)

Suara.com - Tahun 2025 masih menghadirkan tantangan bagi perekonomian global. Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, penyesuaian suku bunga oleh bank sentral dunia, serta volatilitas pasar yang tinggi akibat tekanan inflasi dan krisis energi global telah menciptakan ketidakpastian yang signifikan. Dalam situasi seperti ini, para investor, baik individu maupun institusional menjadi semakin berhati-hati dan selektif dalam menentukan arah investasinya.

Menanggapi dinamika ini, obligasi, emas, dan reksa dana muncul sebagai tiga pilar utama dalam strategi diversifikasi yang dinilai aman namun tetap berpotensi memberikan imbal hasil menarik. Ketiganya kini menjadi pilihan populer yang menawarkan keseimbangan antara keamanan, likuiditas, dan potensi pertumbuhan.

Obligasi: Stabil dan Terukur di Tengah Volatilitas

Instrumen obligasi, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi dari emiten berperingkat tinggi, menjadi favorit utama karena menawarkan kestabilan imbal hasil dan perlindungan dari fluktuasi tajam pasar saham. Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong partisipasi publik melalui penerbitan SBN ritel seperti ORI dan Sukuk Tabungan yang dapat diakses secara digital.

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025). (Dok: Suara.com)
Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025). (Dok: Suara.com)

"Kalau saya lihat, dari yang lanjut usia, yang paling muda bahkan hingga yang baru pertama kali investasi pun kebanyakan mereka sudah masuk di obligasi," tutur Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo dalam media group discussion "DBS Treasures: Trusted Partner for Global Wealth" di Jakarta, Kamis, (19/6/2025).

Dengan tingkat risiko yang relatif rendah, serta adanya insentif pajak dan akses mudah secara online, tren investasi di obligasi diprediksi masihakan terus meningkat sepanjang 2025.

"Jadi itu yang membuat banyak investor tertarik di obligasi," imbuhnya.

Emas: Safe Haven Klasik yang Kembali Bersinar

Di saat gejolak ekonomi dan politik meningkat, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset safe haven. Harga emas global mencatat tren penguatan sejak awal tahun 2024 dan diperkirakan tetap stabil tinggi seiring meningkatnya permintaan dari investor institusi dan bank sentral di berbagai negara.

“Untuk emas sendiri kan memang sudah dikenal yah di Indonesia, kita lihat beberapa waktu lalu orang antre panjang untuk membeli emas," ujarnya.

Kehadiran emas digital kini turut mempermudah investor muda dan ritel dalam mengakses logam mulia ini dengan modal yang jauh lebih terjangkau. Platform investasi modern juga menawarkan fitur tabungan emas yang fleksibel, dapat dimulai dari nominal kecil dan dapat dicairkan kapan pun.

Reksa Dana: Diversifikasi Cerdas dan Terjangkau

Reksa dana tetap menjadi solusi favorit bagi investor pemula hingga berpengalaman yang ingin mengelola portofolio tanpa harus memantau pasar setiap hari. Dengan pilihan mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga saham, reksa dana memungkinkan diversifikasi secara otomatis dengan risiko terukur.

“Reksa dana menjadi solusi praktis untuk investor yang ingin tetap produktif tanpa kehilangan peluang investasi. Manajer investasi profesional memberikan ketenangan dan efisiensi dalam pengelolaan dana,” imbuhnya.

Kinerja reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang cenderung positif pada 2025 karena strategi konservatif dan pemilihan instrumen berbasis obligasi yang mendominasi portofolionya. Peningkatan edukasi dan kemudahan berinvestasi lewat aplikasi digital juga berperan besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap reksa dana.

Kendati demikian, semua investasi memiliki risiko. Oleh karena itu, pendekatan diversifikasi portofolio dengan rasio seimbang sangat diperlukan. Dengan begitu, investor mampu menjaga kestabilan nilai portofolio sekaligus tetap membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Kawasan Ini Bandara Internasional Pertama RI, Kini Miliki Aset Rp656 Triliun

Dulu Kawasan Ini Bandara Internasional Pertama RI, Kini Miliki Aset Rp656 Triliun

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 11:40 WIB

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Pentingnya Perempuan Mengelola Keuangan di Tengah Kondisi Ekonomi Global

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 21:00 WIB

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Swancity Telah Genlontorkan Investasi Rp 1,2 Triliun Bangun Kawasan Hunian

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:01 WIB

Sucor AM Tumbuhkan Investasi Sosial, Rp 9,41 Miliar Disalurkan Lewat Program Anak Pintar

Sucor AM Tumbuhkan Investasi Sosial, Rp 9,41 Miliar Disalurkan Lewat Program Anak Pintar

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:39 WIB

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bos Danantara Ungkap Ideal Return Investasi di RI: Minimal 10%

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:21 WIB

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bank Dunia Kucurkan Utang Buat RI Rp34,6 Triliun

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:55 WIB

Terkini

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

IHSG Anjlok 1,49 Persen usai Pidato Prabowo Bahas Ekonomi Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:59 WIB

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Prabowo Merasa Yakin Ekonomi RI Tumbuh Hingga 6,5% di 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Purbaya Buktikan Daya Beli Masyarakat Masih Tinggi, Penjualan Mobil-Motor Naik di April 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat

Rupiah Anjlok ke Rp17.743, BI-Rate Diprediksi Naik: Cicilan dan KPR Makin Berat

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33 WIB

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Prabowo Beberkan Postur RAPBN 2027, Begini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:15 WIB

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB

Perbandingan Harga Emas Antam vs Komoditas di Pegadaian, Galeri24 dan UBS Naik!

Perbandingan Harga Emas Antam vs Komoditas di Pegadaian, Galeri24 dan UBS Naik!

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:40 WIB

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:17 WIB