Rekor Terendah Harga Saham BBCA Sepanjang Masa, Apakah Akan Kembali Terulang

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:49 WIB
Rekor Terendah Harga Saham BBCA Sepanjang Masa, Apakah Akan Kembali Terulang
Ilustrasi BCA (Ist)

Suara.com - Harga saham BBCA ditutup Rp8.750 per Jumat (20/6/2025) hari ini. Harga saham BBCA kembali melemah jika dibandingkan dengan harga penutupan rekor terendah pada Kamis kemarin yakni Rp8.750. Sementara itu, level penawaran tertinggi berada di angka Rp8.925.

Jatuhnya saham BBCA tak cuma sekali ini terjadi. Rekor terendah harga saham BBCA pasca stock split terjadi pada awal tahun ini, di mana harga BBCA berada di angka Rp8.075 per lembar. Sejumlah bos BCA diketahui menyerok saham perusahaan yang dipimpinnya sendiri. Saat itu, Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja diketahui menjala 337 ribu saham bank terbaik nasional tersebut. Transaksi pembelian dilakukan pada Selasa, 25 Februari 2025. 

Jahja membeli saham BBCA diharga pelaksanaan Rp8.900 per lembar. Harga itu diskon 4,3 persen alias 400 poin dibanding penutupan saham perseroan pada 18 Februari 2025 di kisaran Rp9.300. Namun, harga beli itu lebih tinggi 0,84 persen alias 75 poin dari penutupan perdagangan saham perseroan pada 25 Februari 2025 di level Rp8.825 per helai.

Sejumlah analisis mengenai terus anjloknya saham BBCA pun dirilis para pakar. Salah satu penyebab turunnya harga saham BBCA adalah tekanan jual yang cukup signifikan pada IHSG. Hal ini memengaruhi pergerakan saham – saham berkapitalisasi besar seperti BBCA.

Meskipun terjadi koreksi, beberapa analis tetap memberikan rekomendasi positif terhadap saham BBCA. Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.600 per saham, mengingat proyeksi kinerja keuangan yang solid dan potensi dividen yang menarik. Analis RHB Research, David Chong , juga memberikan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.100 per saham. 

Selain itu, strategi "buy on weakness" disarankan dengan area beli di sekitar Rp9.200, dan cut loss jika harga turun di bawah Rp9.000. Jika level Rp9.000 bertahan, ada potensi kenaikan menuju Rp9.400–Rp9.500 dalam jangka pendek. 

Sementara itu, melansir Antara, IHSG BEI  pada Kamis sore ditutup melemah seiring pelaku pasar tengah mencermati meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 139,15 poin atau 1,96 persen ke posisi 6.968,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,95 poin atau 2,26 persen ke posisi 774,81.

“IHSG dan bursa regional Asia bergerak melemah seiring sikap kegelisahan pelaku pasar diguncang oleh meningkatnya konflik antara Israel dan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Kamis.

Amerika Serikat (AS) disebut sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakstabilan regional yang lebih luas, serta keterlibatan AS yang lebih dalam.

Hal itu dilatarbelakangi seiring AS mempertimbangkan potensi konflik langsung dengan Iran. Pejabat senior AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas konflik antara Iran dan Israel, sambil mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan dalam serangan militer Israel terhadap Iran.

Hal itu berpotensi meningkatkan ketegangan internasional dan eskalasi konflik yang dapat menyebabkan kerugian besar, serta dampak terhadap stabilitas regional dan hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain.

Di sisi lain, The Fed dalam pertemuannya mempertahankan suku bunga pada level tetap 4.25-4.50 persen. Pasar menilai keputusan tersebut setelah mempertimbangkan dengan berhati-hati di tengah kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif Presiden AS Donald Trump.

Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan inflasi yang signifikan ke depan, bahwa kenaikan tarif dagang kemungkinan akan meningkatkan harga dan menambah bahwa dampak terhadap inflasi bis lebih persisten. Sehingga ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif mempersulit upaya bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Pagi Ini Merana, Betah Bergerak di Zona Merah

IHSG Pagi Ini Merana, Betah Bergerak di Zona Merah

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 09:18 WIB

Waspada! IHSG Bisa Kembali Terjadi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Waspada! IHSG Bisa Kembali Terjadi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 08:32 WIB

IHSG Ambles di Perdagangan Kamis, Kembali ke Level 6.968

IHSG Ambles di Perdagangan Kamis, Kembali ke Level 6.968

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 16:44 WIB

IHSG Dibuka Masih Anjlok pada Perdagangan Kamis

IHSG Dibuka Masih Anjlok pada Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 09:14 WIB

IHSG Bisa Bangkit dari Zona Merah, Ini Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Bisa Bangkit dari Zona Merah, Ini Saham Pilihan Hari Ini

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 08:18 WIB

KPR BTN dan KPR BCA, Mana Cicilan Rumah yang Lebih Menguntungkan?

KPR BTN dan KPR BCA, Mana Cicilan Rumah yang Lebih Menguntungkan?

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:34 WIB

Terkini

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:08 WIB

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000  ATM & CRM

BRI Hadirkan Tarik Tunai GoPay di 19.000 ATM & CRM

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:41 WIB