Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Rekor Terendah Harga Saham BBCA Sepanjang Masa, Apakah Akan Kembali Terulang

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:49 WIB
Rekor Terendah Harga Saham BBCA Sepanjang Masa, Apakah Akan Kembali Terulang
Ilustrasi BCA (Ist)

Suara.com - Harga saham BBCA ditutup Rp8.750 per Jumat (20/6/2025) hari ini. Harga saham BBCA kembali melemah jika dibandingkan dengan harga penutupan rekor terendah pada Kamis kemarin yakni Rp8.750. Sementara itu, level penawaran tertinggi berada di angka Rp8.925.

Jatuhnya saham BBCA tak cuma sekali ini terjadi. Rekor terendah harga saham BBCA pasca stock split terjadi pada awal tahun ini, di mana harga BBCA berada di angka Rp8.075 per lembar. Sejumlah bos BCA diketahui menyerok saham perusahaan yang dipimpinnya sendiri. Saat itu, Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja diketahui menjala 337 ribu saham bank terbaik nasional tersebut. Transaksi pembelian dilakukan pada Selasa, 25 Februari 2025. 

Jahja membeli saham BBCA diharga pelaksanaan Rp8.900 per lembar. Harga itu diskon 4,3 persen alias 400 poin dibanding penutupan saham perseroan pada 18 Februari 2025 di kisaran Rp9.300. Namun, harga beli itu lebih tinggi 0,84 persen alias 75 poin dari penutupan perdagangan saham perseroan pada 25 Februari 2025 di level Rp8.825 per helai.

Sejumlah analisis mengenai terus anjloknya saham BBCA pun dirilis para pakar. Salah satu penyebab turunnya harga saham BBCA adalah tekanan jual yang cukup signifikan pada IHSG. Hal ini memengaruhi pergerakan saham – saham berkapitalisasi besar seperti BBCA.

Meskipun terjadi koreksi, beberapa analis tetap memberikan rekomendasi positif terhadap saham BBCA. Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.600 per saham, mengingat proyeksi kinerja keuangan yang solid dan potensi dividen yang menarik. Analis RHB Research, David Chong , juga memberikan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.100 per saham. 

Selain itu, strategi "buy on weakness" disarankan dengan area beli di sekitar Rp9.200, dan cut loss jika harga turun di bawah Rp9.000. Jika level Rp9.000 bertahan, ada potensi kenaikan menuju Rp9.400–Rp9.500 dalam jangka pendek. 

Sementara itu, melansir Antara, IHSG BEI  pada Kamis sore ditutup melemah seiring pelaku pasar tengah mencermati meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup melemah 139,15 poin atau 1,96 persen ke posisi 6.968,64. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 17,95 poin atau 2,26 persen ke posisi 774,81.

“IHSG dan bursa regional Asia bergerak melemah seiring sikap kegelisahan pelaku pasar diguncang oleh meningkatnya konflik antara Israel dan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Kamis.

Amerika Serikat (AS) disebut sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap ketidakstabilan regional yang lebih luas, serta keterlibatan AS yang lebih dalam.

Hal itu dilatarbelakangi seiring AS mempertimbangkan potensi konflik langsung dengan Iran. Pejabat senior AS sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas konflik antara Iran dan Israel, sambil mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan dalam serangan militer Israel terhadap Iran.

Hal itu berpotensi meningkatkan ketegangan internasional dan eskalasi konflik yang dapat menyebabkan kerugian besar, serta dampak terhadap stabilitas regional dan hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain.

Di sisi lain, The Fed dalam pertemuannya mempertahankan suku bunga pada level tetap 4.25-4.50 persen. Pasar menilai keputusan tersebut setelah mempertimbangkan dengan berhati-hati di tengah kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif Presiden AS Donald Trump.

Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan inflasi yang signifikan ke depan, bahwa kenaikan tarif dagang kemungkinan akan meningkatkan harga dan menambah bahwa dampak terhadap inflasi bis lebih persisten. Sehingga ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif mempersulit upaya bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Pagi Ini Merana, Betah Bergerak di Zona Merah

IHSG Pagi Ini Merana, Betah Bergerak di Zona Merah

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 09:18 WIB

Waspada! IHSG Bisa Kembali Terjadi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Waspada! IHSG Bisa Kembali Terjadi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 20 Juni 2025 | 08:32 WIB

IHSG Ambles di Perdagangan Kamis, Kembali ke Level 6.968

IHSG Ambles di Perdagangan Kamis, Kembali ke Level 6.968

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 16:44 WIB

IHSG Dibuka Masih Anjlok pada Perdagangan Kamis

IHSG Dibuka Masih Anjlok pada Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 09:14 WIB

IHSG Bisa Bangkit dari Zona Merah, Ini Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Bisa Bangkit dari Zona Merah, Ini Saham Pilihan Hari Ini

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 08:18 WIB

KPR BTN dan KPR BCA, Mana Cicilan Rumah yang Lebih Menguntungkan?

KPR BTN dan KPR BCA, Mana Cicilan Rumah yang Lebih Menguntungkan?

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB