Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Bank Dunia: Pinjaman Utang Negara Berkembang Tidak Transparan

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 23 Juni 2025 | 08:30 WIB
Bank Dunia: Pinjaman Utang Negara Berkembang Tidak Transparan
Ilustrasi logo Bank Dunia.

Suara.com - World Bank atau Bank Dunia melaporkan beberapa negara berkembang tidak melaporkan utangnya secara transparan. Lantaran, banyak negara berkembang beralih ke pengaturan pinjaman di luar anggaran dan lebih kompleks sebagai respons terhadap lingkungan pembiayaan yang lebih ketat.

Sehingga semakin sulit untuk menilai eksposur utang publik secara menyeluruh, menurut laporan Bank Dunia baru tentang transparansi utang. Untuk mengatasi masalah ini, laporan tersebut merekomendasikan perubahan mendasar dalam cara negara debitur dan kreditur melaporkan dan mengungkapkan utang.

"Termasuk cakupan yang lebih luas tentang apa yang dilaporkan dan pengungkapan yang lebih mendalam, per pinjaman. Ketika utang tersembunyi terungkap, pendanaan mengering dan syarat-syarat menjadi semakin buruk," kata Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia Axel van Trotsenburg dilansri dalam lama resmi Bank Dunia, Senin (23/6/2025).

Laporan, transparansi utang radikal menunjukkan bahwa meskipun proporsi negara berpenghasilan rendah yang menerbitkan beberapa data utang telah tumbuh dari di bawah 60 persen menjadi lebih dari 75 persen sejak 2020.

Hanya 25 persen yang mengungkapkan informasi tingkat pinjaman pada utang yang baru dikontrak. Meningkatnya pengaturan pembiayaan yang kompleks dan sering kali tidak transparan seperti penempatan swasta, pertukaran bank sentral, dan transaksi yang dijaminkan telah semakin mempersulit pelaporan.

“Kasus utang yang tidak dilaporkan baru-baru ini telah menyoroti lingkaran setan yang dapat dipicu oleh kurangnya transparansi," kata Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia Axel van Trotsenburg.

Menurut dia, ketika utang tersembunyi muncul, pembiayaan mengering dan persyaratan memburuk. Negara-negara beralih ke transaksi yang tidak transparan dan dijaminkan.

Bahkan, memperingatkan utang yang tidak dilaporkan secara transparan berpotensi memicu krisis.
"Transparansi utang radikal, yang membuat informasi yang tepat waktu dan dapat diandalkan dapat diakses, sangat penting untuk memutus siklus tersebut," katanya.

Menurut laporan tersebut, utang yang diterbitkan di dalam negeri juga meningkat, tetapi standar pengungkapan tidak memadai. Negara-negara juga beralih ke restrukturisasi utang parsial dan rahasia yang diam-diam dengan kreditor tertentu, sehingga menghilangkan informasi penting dari pasar.

baca juga

Laporan tersebut merekomendasikan debitur dan kreditor mengambil langkah-langkah mendesak untuk meningkatkan praktik transparansi. Ini termasuk reformasi hukum dan peraturan yang mewajibkan transparansi dalam kontrak pinjaman dan pengungkapan persyaratan pinjaman, partisipasi penuh oleh negara-negara kreditor dalam proses rekonsiliasi utang yang komprehensif.

Lalu audit yang lebih teratur dan pengawasan nasional yang lebih baik, dan rilis publik persyaratan restrukturisasi utang setelah perjanjian diselesaikan.

"Transparansi utang bukan hanya masalah teknis—ini adalah kebijakan publik strategis yang membangun kepercayaan, mengurangi biaya pinjaman, dan menarik investasi,” kata Pablo Saavedra, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kemakmuran.

"Transparansi utang yang radikal tidak hanya mendukung keberlanjutan utang tetapi juga membuka investasi sektor swasta untuk mendorong penciptaan lapangan kerja," tambahnya.

Misalnya Senegal telah menggunakan penempatan utang swasta saat bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait pelaporan yang tidak akurat atas utang sebelumnya.
Di Nigeria, bank sentral mengungkapkan pada awal 2023 bahwa miliaran dolar AS dari cadangan devisanya terikat dalam kontrak keuangan kompleks yang dinegosiasikan oleh kepemimpinan sebelumnya.

Bank Dunia menyatakan bahwa cakupan pinjaman yang lebih luas dan pengungkapan mendalam per pinjaman akan memungkinkan komunitas internasional menilai sepenuhnya tingkat eksposur utang publik. Inti dari upaya Bank Dunia untuk mempromosikan transparansi utang adalah program bantuan teknisnya.

Lalu, mempromosikan reformasi transparansi khusus negara, dan Sistem Pelaporan Debitur global, sumber tunggal terpenting data yang dapat diverifikasi tentang utang luar negeri negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Upaya sedang dilakukan untuk memperluas Sistem agar mencakup utang domestik dan lebih meningkatkan kualitas data.

Terlebih, Bank juga menginginkan audit dilakukan secara lebih rutin, ketentuan restrukturisasi utang dipublikasikan, dan para kreditur membuka catatan pinjaman serta jaminan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Metode Penghitungan Angka Kemiskinan BPS Beda dengan Bank Dunia

Metode Penghitungan Angka Kemiskinan BPS Beda dengan Bank Dunia

Bisnis | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:48 WIB

8 Rekomendasi Pinjaman Bank Digital Cair Cepat, Tanpa Perlu Agunan dan Syarat Mudah

8 Rekomendasi Pinjaman Bank Digital Cair Cepat, Tanpa Perlu Agunan dan Syarat Mudah

Tekno | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:22 WIB

Gus Ipul Balas Bank Dunia soal 194 Juta Penduduk Miskin: Mungkin Beda Ukuran

Gus Ipul Balas Bank Dunia soal 194 Juta Penduduk Miskin: Mungkin Beda Ukuran

Video | Rabu, 18 Juni 2025 | 09:28 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×