Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 23 Juni 2025 | 17:55 WIB
Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal
Ilustrasi. PT Diastika Biotekindo Tbk, perusahaan distributor alat kesehatan dan diagnostik yang telah beroperasi sejak 1989, resmi menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target penghimpunan dana optimistis sebesar 200 miliar.

Suara.com - PT Diastika Biotekindo Tbk, perusahaan distributor alat kesehatan dan diagnostik yang telah beroperasi sejak 1989, resmi menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target penghimpunan dana optimistis sebesar 200 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan sepenuhnya untuk penguatan modal kerja, termasuk ekspansi distribusi dan logistik di tingkat nasional.

Perusahaan melepas sebanyak 815 juta saham baru, setara dengan 20,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp120 hingga Rp140 per saham, dengan PT Lotus Andalan Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama PT Diastika Biotekindo Tbk, FX Yoshua Raintjung, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan, sekaligus mendukung program substitusi impor alat kesehatan melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami menargetkan pertumbuhan tahunan 10 hingga 20 persen dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada pengembangan produk lokal seperti HbA1c untuk diabetes, teknologi PCR, dan NGS (genomik),” ujar Yoshua dalam paparan publiknya di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Didirikan lebih dari tiga dekade lalu, Diastika dikenal sebagai penyedia utama alat diagnostik untuk lebih dari 4.000 fasilitas kesehatan di Indonesia. Perusahaan ini memiliki rekam jejak dalam penanganan berbagai wabah nasional, seperti flu burung, demam berdarah, hingga COVID-19.

Perusahaan juga pernah menerima penghargaan sebagai “Best Bio-Rad Distributor in Southeast Asia” pada 2019, mencerminkan reputasi global yang dimilikinya di sektor distribusi alat diagnostik.

Diastika memiliki dua segmen bisnis utama, yakni diagnostik klinis yang menyumbang 79 persen dari total pendapatan, dan life science sebesar 21 persen. Produk diagnostik mencakup alat uji medis untuk deteksi penyakit, didukung merek internasional seperti Siemens Healthineers, Beckman Coulter, dan Bio-Rad.

Perusahaan juga melayani kebutuhan laboratorium penelitian melalui perangkat PCR dan NGS untuk keperluan medis dan industri. 

baca juga

Jaringan distribusi perusahaan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dengan cakupan 88 persen pasar swasta dan 12 persen sektor pemerintah, serta kemitraan aktif dengan lebih dari 15 prinsipal internasional.

Langkah IPO ini juga memperkuat posisi Diastika di tengah meningkatnya dorongan pemerintah terhadap kemandirian alat kesehatan nasional. Melalui kebijakan TKDN, pemerintah menargetkan pengurangan impor hingga 50 persen untuk alat kesehatan berteknologi rendah dan menengah.

Data Kementerian Kesehatan 2024 menunjukkan bahwa industri alat kesehatan domestik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 9,1 persen, sementara pasar laboratorium diagnostik tumbuh CAGR 7,13 persen hingga 2029.

Diastika juga telah berpartisipasi dalam program strategis nasional seperti InPULS (penguatan laboratorium) dan SOPHI (optimalisasi layanan primer), yang menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan sistem kesehatan nasional.

Jadwal Penawaran Saham

Penawaran saham perdana Diastika dijadwalkan sebagai berikut:

• Masa Penawaran Umum: 2–8 Juli 2025

• Distribusi Saham secara Elektronik: 9 Juli 2025

• Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 10 Juli 2025

Sebelumnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga 20 Juni 2025, terdapat 14 perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham.

Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri atas satu perusahaan dengan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), lima perusahaan dengan aset skala menengah (antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), dan delapan perusahaan dengan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan perusahaan-perusahaan dalam pipeline IPO tersebut berasal dari berbagai sektor, di antaranya tiga perusahaan dari sektor keuangan dan tiga perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Sektor lainnya terdiri atas dua perusahaan dari sektor barang baku, dua dari sektor konsumer non-siklikal, dua dari sektor kesehatan, satu dari sektor energi, dan satu dari sektor konsumer siklikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 08:19 WIB

Gubernur Pramono: Bank Jakarta Harus Profesional dan Siap IPO

Gubernur Pramono: Bank Jakarta Harus Profesional dan Siap IPO

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 08:13 WIB

Gubernur Pramono Targetkan Bank Jakarta IPO Tahun 2026 Usai Rebranding

Gubernur Pramono Targetkan Bank Jakarta IPO Tahun 2026 Usai Rebranding

News | Senin, 23 Juni 2025 | 06:44 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

×