Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 23 Juni 2025 | 17:55 WIB
Calon Emiten Ini Incar Dana Jumbo Rp200 Miliar di Pasar Modal
Ilustrasi. PT Diastika Biotekindo Tbk, perusahaan distributor alat kesehatan dan diagnostik yang telah beroperasi sejak 1989, resmi menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target penghimpunan dana optimistis sebesar 200 miliar.

Suara.com - PT Diastika Biotekindo Tbk, perusahaan distributor alat kesehatan dan diagnostik yang telah beroperasi sejak 1989, resmi menggelar penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan target penghimpunan dana optimistis sebesar 200 miliar.

Dana hasil IPO akan digunakan sepenuhnya untuk penguatan modal kerja, termasuk ekspansi distribusi dan logistik di tingkat nasional.

Perusahaan melepas sebanyak 815 juta saham baru, setara dengan 20,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp120 hingga Rp140 per saham, dengan PT Lotus Andalan Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Direktur Utama PT Diastika Biotekindo Tbk, FX Yoshua Raintjung, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan, sekaligus mendukung program substitusi impor alat kesehatan melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kami menargetkan pertumbuhan tahunan 10 hingga 20 persen dalam beberapa tahun ke depan, dengan fokus pada pengembangan produk lokal seperti HbA1c untuk diabetes, teknologi PCR, dan NGS (genomik),” ujar Yoshua dalam paparan publiknya di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Didirikan lebih dari tiga dekade lalu, Diastika dikenal sebagai penyedia utama alat diagnostik untuk lebih dari 4.000 fasilitas kesehatan di Indonesia. Perusahaan ini memiliki rekam jejak dalam penanganan berbagai wabah nasional, seperti flu burung, demam berdarah, hingga COVID-19.

Perusahaan juga pernah menerima penghargaan sebagai “Best Bio-Rad Distributor in Southeast Asia” pada 2019, mencerminkan reputasi global yang dimilikinya di sektor distribusi alat diagnostik.

Diastika memiliki dua segmen bisnis utama, yakni diagnostik klinis yang menyumbang 79 persen dari total pendapatan, dan life science sebesar 21 persen. Produk diagnostik mencakup alat uji medis untuk deteksi penyakit, didukung merek internasional seperti Siemens Healthineers, Beckman Coulter, dan Bio-Rad.

Perusahaan juga melayani kebutuhan laboratorium penelitian melalui perangkat PCR dan NGS untuk keperluan medis dan industri. 

Jaringan distribusi perusahaan mencakup seluruh wilayah Indonesia, dengan cakupan 88 persen pasar swasta dan 12 persen sektor pemerintah, serta kemitraan aktif dengan lebih dari 15 prinsipal internasional.

Langkah IPO ini juga memperkuat posisi Diastika di tengah meningkatnya dorongan pemerintah terhadap kemandirian alat kesehatan nasional. Melalui kebijakan TKDN, pemerintah menargetkan pengurangan impor hingga 50 persen untuk alat kesehatan berteknologi rendah dan menengah.

Data Kementerian Kesehatan 2024 menunjukkan bahwa industri alat kesehatan domestik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 9,1 persen, sementara pasar laboratorium diagnostik tumbuh CAGR 7,13 persen hingga 2029.

Diastika juga telah berpartisipasi dalam program strategis nasional seperti InPULS (penguatan laboratorium) dan SOPHI (optimalisasi layanan primer), yang menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan sistem kesehatan nasional.

Jadwal Penawaran Saham

Penawaran saham perdana Diastika dijadwalkan sebagai berikut:

• Masa Penawaran Umum: 2–8 Juli 2025

• Distribusi Saham secara Elektronik: 9 Juli 2025

• Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 10 Juli 2025

Sebelumnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa hingga 20 Juni 2025, terdapat 14 perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham.

Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri atas satu perusahaan dengan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar), lima perusahaan dengan aset skala menengah (antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), dan delapan perusahaan dengan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan perusahaan-perusahaan dalam pipeline IPO tersebut berasal dari berbagai sektor, di antaranya tiga perusahaan dari sektor keuangan dan tiga perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

Sektor lainnya terdiri atas dua perusahaan dari sektor barang baku, dua dari sektor konsumer non-siklikal, dua dari sektor kesehatan, satu dari sektor energi, dan satu dari sektor konsumer siklikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Strategi Emiten MKTR Cari Pendapatan Baru di Bisnis Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 08:19 WIB

Gubernur Pramono: Bank Jakarta Harus Profesional dan Siap IPO

Gubernur Pramono: Bank Jakarta Harus Profesional dan Siap IPO

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 08:13 WIB

Gubernur Pramono Targetkan Bank Jakarta IPO Tahun 2026 Usai Rebranding

Gubernur Pramono Targetkan Bank Jakarta IPO Tahun 2026 Usai Rebranding

News | Senin, 23 Juni 2025 | 06:44 WIB

Terkini

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 20:10 WIB

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:43 WIB

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 18:36 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:52 WIB

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:46 WIB

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:30 WIB