China Gagalkan Penjualan 40.000 Labubu Palsu

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Selasa, 24 Juni 2025 | 12:48 WIB
China Gagalkan Penjualan 40.000 Labubu Palsu
Ilustrasi Labubu - Labubu. (Pop Mart)

Suara.com - Otoritas bea cukai Tiongkok baru-baru ini menyita lebih dari 40.000 Labubu palsu. Adapun, Lalubu ini merupakan produk terlaris di Pop Mart yang permintaan globalnya terus meningkat.

Bea Cukai Gongbei di provinsi Guangdong menemukan 20.599 produk palsu yang diduga palsu pada 12 Juni, termasuk mainan kotak-tertutup dan boneka.

Dilansir China Daily, pihaknya telah melakukan tiga pemeriksaan terpisah terhadap truk-truk transshipment di pos pemeriksaan Bea Cukai Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao. Hal ini menurut Administrasi Umum Bea Cukai pada 18 Juni.

Banyak barang yang sangat mirip dengan karakter dari seri Labubu populer Pop Mart, tetapi sebagian besar tidak memiliki label merek dagang yang sesuai.

Setelah mendapat konfirmasi dari pemegang hak kekayaan intelektual, barang-barang yang disita dianggap telah menggunakan merek dagang dan desain karakter berhak cipta milik perusahaan tanpa izin, sehingga melanggar perlindungan hukumnya.

Pemegang hak kekayaan intelektual telah secara resmi mengajukan permohonan perlindungan bea cukai, dan kasus-kasus tersebut saat ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut, katanya. Ini bukan satu-satunya kasus, mengingat permintaan mainan "imut-jelek" ini terus meningkat di seluruh dunia.

Pada bulan Juni, beberapa bea cukai domestik melaporkan beberapa kasus pencegatan mainan Labubu palsu. Di kota Ningbo, Zhejiang, petugas Bea Cukai Beilun menyita 20.240 mainan mewah dan gelas plastik yang ditemukan melanggar seri Labubu Spring Elf.

Dalam kasus lain, petugas di Bandara Internasional Shanghai Pudong menyita 5.961 mainan yang dinyatakan palsu sebagai "mainan dinosaurus" atau "mainan mewah", semuanya mencantumkan merek dagang Pop Mart tanpa izin.

Otoritas bea cukai telah mengingatkan eksportir dan agen mereka bahwa, berdasarkan Undang-Undang Bea Cukai Tiongkok, semua barang harus dinyatakan dengan jujur. Termasuk status kekayaan intelektualnya.

baca juga

Dokumentasi yang membuktikan penggunaan merek dagang atau desain berhak cipta secara sah harus diserahkan jika diperlukan. Barang yang melanggar hak cipta dapat disita dan dikenakan denda. Dalam kasus yang parah, tuntutan pidana dapat diajukan sesuai dengan hukum, tambah otoritas tersebut.

Sebagai informasi, di beberapa toko Pop Mart di luar negeri, antrean panjang bahkan sampai menyebabkan keributan. Pada 19 Mei lalu, Pop Mart mengumumkan melalui Instagram pihaknya menghentikan sementara penjualan seri The Monsters termasuk Labubu di semua toko di Inggris. Alasannya, masalah keamanan setelah insiden keributan yang terjadi di toko-toko tersebut.

Labubu adalah karakter monster berbulu dengan telinga runcing dan gigi tajam, rancangan desainer asal Hong Kong Lung Ka-sing. Sementara Molly, juga dirancang seniman Hong Kong adalah figur gadis muda bergaya kartun dengan mata zamrud besar.

Popularitas boneka ini ikut terdongkrak setelah terlihat dibawa oleh selebritas kelas dunia, termasuk Lisa BLACKPINK. Menurut Peng, penyelundupan boneka boneka ini memang sulit dicegah, meskipun secara hukum diperbolehkan dibawa dalam jumlah kecil untuk koleksi pribadi atau hadiah.

"Menumpas penyelundupan itu memang sulit, tapi tetap bisa efektif selama ada konsistensi, seperti dalam pemberantasan penipuan daring di China," ujarnya.

Namun menurut pengacara asal Hong Kong Joe Simone, tindakan hukum atas kasus ini kemungkinan tidak akan diperluas. Sebagian besar hanya berujung pada denda administratif karena pelaporan barang dagangan yang tidak akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jual Boneka Labubu, Wang Ning Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Jual Boneka Labubu, Wang Ning Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Bisnis | Minggu, 15 Juni 2025 | 12:11 WIB

Boneka Labubu Seukuran Manusia Dijual Rp 2,4 Miliar, Ada yang Beli?

Boneka Labubu Seukuran Manusia Dijual Rp 2,4 Miliar, Ada yang Beli?

Bisnis | Rabu, 11 Juni 2025 | 12:40 WIB

Penjualan Boneka Labubu di Inggris Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Penjualan Boneka Labubu di Inggris Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 08:28 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×